Pirates Darts Club: Mungkin Bukan yang Terbaik, tetapi Kami Adalah Keluarga
Asad Arifin | 10 Mei 2024 11:26
Bola.net - Sejak awal perkembangannya di Britania Raya hingga saat ini menyebar ke berbagai belahan dunia, Darts selalu menjadi olahraga permainan yang berkembang secara komunal di manapun keberadaannya. Darts akan dengan mudah ditemukan di berbagai cafe, restaurant, pub atau tempat-tempat berkumpul orang banyak.
Darts acap kali dijadikan sarana untuk bersenang-senang dan mencairkan suasana sebelum bertransformasi menjadi ajang kompetitif untuk berprestasi. Seperti di negara-negara lain, Darts juga berkembang di komunitas-komunitas dan melahirkan banyak Darts Team dan Darts Club di berbagai kota di Indonesia.
Black, Universe, Galaxy, Century, Cerberus, Pirates, Overlimit, Darts Invader, Ribs Eyes, Hydra, Rock n Bull adalah sebagian dari sekian banyak Darts Team yang ada dan pernah eksis di Indonesia. Sebagian besar Darts Team dan Darts Club di Indonesia sudah tidak aktif lagi seiring dengan mati surinya Darts imbas dari Pandemi Covid 19. Pirates adalah satu diantara sebagian kecil Darts Club yang masih eksis dan aktif hingga saat ini.
Pirates Darts Club didirikan oleh Raymond Setiawan pada tahun 2014. Raymond yang kala itu menyediakan soft tip darts machine di Tortuga Kitchen & Bar, usaha Food and Bevarage yang dimilikinya sebagai fasilitas hiburan untuk para pengunjung ternyata malah jatuh cinta dan menjadikan Darts sebagai olahraga pilihan untuk ditekuni.
Keinginan untuk mengikuti kompetisi soft tip darts yang diselenggarakan oleh salah satu provider soft tip darts membuat Raymond mengajak teman-temannya untuk membentuk sebuah team yang diberi nama Pirates. Team inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal dari 'Pirates Darts Club'.
“Pirates itu awal dibentuk sebenarnya hanya untuk ikut Dartslive Super League 2014. Formasi awalnya 7 orang. Raymond Setiawan, Michael Vesper, Lisa, Edwin Ong, Diki Lee, Hilton dan Sammy. Pirates langsung jadi juara Dartslive Super League dari formasi ini” Ujar Raymond Setiawan, Founder Pirates Darts Club.
Semenjak kemenangan di Dartslive Super League 2014 itu, Pirates tumbuh berkembang menjadi salah satu Darts Team terbesar dan paling berprestasi di Indonesia. Di masa puncaknya, Pirates memiliki 40 pemain professional darts aktif dengan prestasi team dan individual yang mendominasi berbagai event dan kejuaraan darts baik itu di Indonesia maupun di dunia Internasional.
Sebagai team, Pirates adalah Juara Dartslive Super League 2014, 2015 dan 2016. Pirates juga adalah Juara Liga Phoenix Indonesia 2016 dan menjadi wakil Indonesia di Summer Festival Phoenix di Korea Tahun 2016.
'We may not be the best, but we are family' mungkin adalah salah satu alasan yang menjadikan banyak pemain darts bergabung menjadi anggota Pirates Darts Club yang memiliki home base di Firewok Eating House, Sunter, Jakarta Utara.
Moto tersebut secara nyata menjadi landasan dan diaplikasikan secara nyata dalam interaksi antar anggotanya seperti yang disampaikan oleh Vidi Christyanto, salah satu pemain darts professional yang paling lama bergabung dengan Pirates Darts Club.
"Saya gabung ke Pirates itu sekitar bulan April atau Mei 2014. Sebelumnya saya di Team Mobster yang base came nya di Taman Ratu. Awalnya saya sering main dan nongrong di Tortuga. Kelapa Gading, base came nya Pirates karena lebih dekat dari tempat tinggal. Nah meraka waktu itu butuh orang karena mau bikin 2 team untuk ikut Dartslive Super League dan Dartslive Super Two," kata Vidi Christyanto.
"Raymond menawari saya untuk gabung menggantikan anggota mereka yang berhalangan. Sejak saat itu, saya kemudian gabung jadi anggota Pirates sampai sekarang. keluargaannya sangat kental sekali di Pirates. Nggak hanya darts yang di bahas tapi juga berbagai hal hingga kehidupan pribadi. Kita itu di Pirates, acara-acara keluarga juga saling undang loh," sambungnya.
Pirates Darts Club Terbuka untuk Semua Orang

Senada dengan Vidi, Armansyah Faudillah yang bergabung ke Pirates tahun 2017 juga mengakui kalau banyak hal yang bisa didapatkan di Pirates, bukan hanya edukasi Darts seperti teknik bermain dan berbagai informasi tentang tapi juga teman yang sudah menjadi keluarga.
"Pirates itu terbuka untuk semua orang. Banyak kok orang yang ga tau sama sekali soal darts dan baru belajar main darts itu gabung dan diterima karena Pirates itu bukan kumpulan pemain yang jago tapi kumpulan orang-orang suka darts yang menjadi keluarga," kata Armansyah Faudillah
Selain keterbukaan dan kekeluargaan, sosok dan peran yang dimainkan oleh Raymond Setiawan sebagai Founder dan Game Master di Pirates Darts Club juga merupakan faktor utama yang membuat Pirates Darts Club masih bisa eksis ditengah bergugurannya darts club dan darts team lainnya. Raymond bisa memainkan peran untuk menjadi katalis, motivator dan pengatur ritme di Pirates.
"Kalau bicara Pirates Darts Club maka kita bicara orang yang namanya Raymond Setiawan. Raymond itu bisa mengayomi dan mengatur ritme. Dia tau kapan harus jadi protagonis dan kapan jadi antagonis. Dia leader Pirates. Kalau ga ada Raymond, Pirates mungkin udah bubar. Raymond yang bikin Pirates bisa eksis sampai sekarang," ujar Kevin Putra, salah satu pemain darts professional senior yang menjadi anggota Pirates.
Bukan hal yang mudah untuk tetap bisa menjaga antusiasme dan secara konsisten memperkenalkan darts mengingat darts bukan olahraga populer yang memiliki banyak event dan kejuaraan di Indonesia. Passion pada darts dan kebersamaan serta dukungan darti teman-temannya di Pirates adalah faktor utama yang menurut Raymond Setiawan menjadikan Pirates bisa eksist hingga saat ini.
Darts National Competition yang diselengarakan oleh Indonesia Entertainment Group (IEG) diakui oleh Raymond Setiawan telah mematik kembali semangat para pemain darts di Indonesia. Geliat darts mulai terasa kebangkitannya. Banyak cafe, bar, dan restaurant mulai memasang darts board dan membuat event-event lokal darts untuk pengunjungnya.
"Kompetisi darts itu hal yang wajib ada untuk menjaga antusiasme pada olahraga darts. Kompetisi itu tempat untuk para pemain mengaktualisasikan dan memperlihatkan eksistensinya. Pemain kan latihan buat ikut kompetisi, ikut kejuaraan. Kita rela loh datang ke Malaysia, Singapore, Thailanda, Korea dan Jepang hanya untuk ikut kompetisi darts yang ada di sana karena di Indonesia itu belum ada kompetisi darts," kata Raymond Setiawan.
"Karena itu, saya sangat mengapresiasi inisiatif dari IEG yang menyelenggarakan Darts National Competition sebagai kompetisi darts di Indonesia. Semoga ke depan semakin banyak kompetisi dan kejuaraan darts di
Indonesia karena darts ini sebenarnya banyak sekali penggemarnya. Potensi darts ini juga besar untuk dikembangkan baik itu secara prestasi maupun secara bisnis. Masak kita kalah dari Malaysia, Singapore dan Thailand yang dipercaya untuk menyelenggarakan berbagai event darts Internasional," tambah Raymond Setiawan.
Penulis: Reza El Rasie
Baca ini juga ya Bolaneters:
- Tidak Terhentikan, Tirta Suparjo Rajai IEG Sports Darts Players Ranking
- 5 Pemain Darts Bank Indonesia Ikut Berkompetisi di Darts National Competition Series 02
- Darts National Competition Series 02: Marcello Stephen Tersanjung Dipuji Tirta Suparjo
- Targetkan Juara Darts National Competition Series 02, Tirta Suparjo Waspadai 2 Lawannya
- Kisah Perkenalan Steffen Epeng dengan Darts: Dimulai dari Bisnis Cafe
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lourdy Yosowidagdo, Komentator Jagoan di Darts National Competition Series 05
Olahraga Lain-Lain 20 September 2024, 10:51
-
Catat Tanggalnya, Darts National Competition Series 5 Akan Digelar di Gajah Mada Plaza
Olahraga Lain-Lain 13 September 2024, 11:10
-
M Yandra Rizano dan Potensi Perkembangan Darts di Sumatera Barat
Olahraga Lain-Lain 6 September 2024, 12:51
-
Perjalanan Sunny Kings Handoko dari Basket ke Darts
Olahraga Lain-Lain 31 Agustus 2024, 01:04
LATEST UPDATE
-
BRI Super League: Donny Warmerdam Mulai Menemukan Diri di PSIM Yogyakarta
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:21
-
Krisis Cedera yang Menggerogoti Liverpool: Tumbangnya Pemain-Pemain Kunci
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:59
-
PSG Susah Payah ke 16 Besar Liga Champions: Magis Sudah Habis?
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:28
-
Real Madrid Tindak Tegas Suporter yang Lakukan Salam Nazi Saat Lawan Benfica
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:18
-
2 Calon Lawan Menanti Real Madrid di 16 Besar Liga Champions
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:06
-
Jalan Terjal Chelsea Menuju Liga Champions: Rentetan Laga Berat yang Jadi Ancaman
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:01
-
Alasan di Balik Langkah Cristiano Ronaldo Membeli Saham Almeria
Liga Spanyol 26 Februari 2026, 20:54
-
Cristiano Ronaldo Resmi Beli 25 Persen Saham Klub Asal Spanyol Yakni Almeria
Liga Spanyol 26 Februari 2026, 20:20
-
Live Streaming Bologna vs Brann - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 26 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Nottm Forest vs Fenerbahce - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 26 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Celta Vigo vs PAOK - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 26 Februari 2026, 20:00
-
Kemenangan yang Menyisakan Banyak Masalah, Real Madrid Tidak Begitu Meyakinkan!
Liga Champions 26 Februari 2026, 19:44
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58




