Adu Angka Detak Jantung MotoGP: Jack Miller Sebut Maverick Vinales 'Ular'
Anindhya Danartikanya | 2 September 2020 14:47
Bola.net - Sejak musim lalu, MotoGP mulai memperkenalkan teknologi pelacak detak jantung secara live dalam beberapa sesi latihan dan kualifikasi. Sampai saat ini, baru Maverick Vinales dan Jack Miller yang memakai sensor tersebut. Uniknya, kedua sahabat ini memberikan data yang cukup berbeda.
Menurut Crash.net, Rabu (2/9/2020) dalam keadaan santai, Vinales memiliki 40 bpm (detak jantung per menit). Namun, data yang ditunjukkan MotoGP di layar televisi cukup mengherankan. Saat mengendarai motor YZR-M1 dengan kecepatan tinggi, Vinales hanya mencapai angka 110-125 bpm.
Miller juga memakai sensor itu sejak tahun lalu, namun baru dalam pekan balap MotoGP Styria detak jantungnya dan Vinales dibandingkan secara real time. Detak jantung rider Australia itu pun mencapai sekitar 160 bpm saat berkendara dengan kecepatan tinggi. Banyak pihak yakin Miller kelewat deg-degan, namun ia membantah.
Belum Pernah Capai 100 bpm
"Entah apa sebenarnya Maverick itu, ular atau sesuatu yang lain, atau jantungnya saja yang tak berfungsi! Saya lihat mereka melakukan perbandingan. Saya mencapai angka 160, dan Maverick hanya sampai 120. Padahal saya yakin angka saya belum sampai yang tertinggi ketika menjalani lap-lap itu," ujar Miller.
Miller pun mengaku pernah menjalani tes detak jantung secara khusus, dan angka tertingginya adalah 199 bpm. Rider berusia 25 tahun ini juga menyatakan bahwa detak jantungnya jauh lebih tinggi saat berlatih sepeda atau motocross ketimbang saat naik motor MotoGP.
"Saya belum pernah sampai angka 200, meski saya rasa itu angka tertinggi dalam sebuah tes. Saya rasa tiga tahun lalu sampai 199. Jika berlatih di atas sepeda, saya mencapai 175-180. Saya rasa angka tertinggi saya di atas sepeda adalah 188," ungkap runner up Moto3 2014 ini.
Bisa Lebih Tinggi dalam Balapan
Lalu pada momen apa yang dirasa Miller paling bisa memicu detak jantung yang sangat tinggi di MotoGP? Rider Pramac Racing ini pun menyebut bahwa start balapan dan aksi saling salip dengan rival mungkin merupakan dua momen yang paling bikin jantung pembalap berdebar.
"Saya rasa angka tertinggi ada pada start balapan, dan jika Anda sedang berduel, terutama pada beberapa lap pertama, mungkin bakal lebih tinggi lagi. Setelahnya, baru bisa stabil di angka 160. Saya tahu dengan motocross saya bertahan di angka 172. Itu angka rata-rata saya untuk 25 menit latihan motocross," tutur Miller.
"Tapi seperti yang saya bilang, bukan berarti saya deg-degan, melainkan Maverick saja yang seperti ular! Jantungnya tidak bekerja dengan cara yang sama seperti jantung saya. Jantungnya punya rpm lebih rendah!" gurau rider yang tahun depan bakal membela Ducati Team ini.
Sumber: Crashnet
Video: Momen Brad Binder Menangi MotoGP Ceko
Baca Juga:
7 Potret Hobi Menarik Francesca Sofia Novello, Pacar Cantik Valentino Rossi
Banyak Masalah, Fabio Quartararo Ragu Yamaha Bisa Bangkit di Misano
Demi Fabio Quartararo, MotoGP Le Mans Tekad Hadirkan 10.000 Penonton
Jack Miller: Marc Marquez Absen, Para Rival Tak Lagi Main-Main
Cal Crutchlow: Memang Sudah Saatnya Takaaki Nakagami Kompetitif
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34















