Akur Terus, Pecco Bagnaia-Jorge Martin: Rebutan Gelar Nggak Perlu Berubah Jadi Musuh
Anindhya Danartikanya | 19 Agustus 2024 15:24
Bola.net - Meski kembali sengit memperebutkan gelar dunia MotoGP 2024, Pecco Bagnaia dan Jorge Martin belum menunjukkan tanda-tanda permusuhan. Mereka pun membeberkan rahasianya. Mereka yakin bahwa rasa hormat yang tinggi di antara mereka adalah hal yang membuat mereka sulit bermusuhan.
Seperti yang diketahui, Bagnaia dan Martin bersahabat erat ketika mereka bertandem di skuad Aspar Mahindra pada Moto3 2015-2016. Pada 2021, Martin pun menyusul Bagnaia ke MotoGP, dan keduanya sengit memperebutkan gelar dunia pada 2023, di mana Bagnaia jadi juara dan Martin jadi runner up.
Situasi yang sama persis terjadi lagi tahun ini. Dalam balapan Sprint dan Grand Prix di Red Bull Ring, Austria, kedua rider finis di posisi 1 dan 2. Bagnaia memimpin klasemen pembalap dengan keunggulan 5 poin saja atas Martin. Perebutan gelar ini diprediksi kembali berlangsung sampai seri penutup.
Rasa Hormat Tetap Sama Sejak Muda

Dalam jumpa pers usai balapan Grand Prix pada Minggu (18/8/2024), Bagnaia dan Martin pun ditanya mengapa mereka masih akur-akur saja meski bertarung memperebutkan gelar selama dua musim terakhir.
"Ketika ada rasa hormat, pasti akan ada kedamaian di dalam dan luar lintasan. Namun, kami memang selalu saling menghormati. Selain itu, kami berdua sudah saling kenal sejak lama. Jadi, saya tidak pernah paham mengapa para rider berubah hubungan ketika berebut gelar," ujar Bagnaia.
"Sudah jelas ketika Anda memburu target yang sama maka Anda akan sedikit berubah. Namun, rasa hormat harus selalu ada. Tampaknya situasi kami pun tetap sama seperti tahun lalu atau ketika kami berdua masih muda," ungkap tiga kali juara dunia ini.
Ngapain Harus Marah?

Martin juga menyatakan bahwa dirinya tak menemukan alasan untuk bermusuhan dengan Bagnaia, meski ia yakin rivalitas mereka dalam memperebutkan gelar masih akan berjalan bertahun-tahun lagi. Ia pun berharap mereka tetap berteman sampai mereka tua.
"Saya berpikir sama seperti yang dibilang Pecco. Entah tahun lalu atau tahun ini, kami masih harus menjalani tahun-tahun berikutnya untuk bertarung satu sama lain. Saya rasa, saya sudah mengerahkan yang terbaik, tetapi ia lebih baik dari saya. Jadi, mengapa saya harus marah kepadanya?" tutur Martin.
"Yang penting adalah rasa hormat. Jika kami saling menghormati di dalam dan di luar trek, maka saya berbahagia untuk kemenangannya. Saya pun berharap hubungan kami terus begini sampai sisa hidup kami," pungkas pembalap asal Spanyol ini.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
Pecco Bagnaia Beri Tips ke Marc Marquez agar Holeshot Device Tak Lagi Ngadat
Pecco Bagnaia Samai Rekor Kemenangan Kevin Schwantz, Perjalanan Jauh Menuju Rekor Valentino Rossi
Video: Aksi Comeback Gemilang Marc Marquez di MotoGP Austria, dari P13 ke P4 Usai Senggolan!
Franco Morbidelli Kalem Soal Tabrakan Marc Marquez: Kendala Holeshot Device Memang Harus Diatasi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:21
LATEST UPDATE
-
Zinedine Zidane Sudah Teken Kontrak sebagai Pelatih Timnas Prancis
Piala Dunia 21 Juli 2026, 17:22
-
Manchester United Terdepan dalam Perburuan Gelandang Prancis
Liga Inggris 21 Juli 2026, 17:17
-
Juventus Rilis Jersey Tandang 2026-2027, Warna Pink Ikonik Kembali
Liga Italia 21 Juli 2026, 16:48
-
Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 15:18
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Gavi Tulis Pesan Emosional usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:48
-
Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 14:40
-
Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:21
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









