Andrea Dovizioso Hanya Mau Bela Yamaha Jika Dapat Motor Spek Pabrikan
Anindhya Danartikanya | 17 September 2021 11:36
Bola.net - Pembalap anyar Petronas Yamaha SRT, Andrea Dovizioso, mengakui perjalanannya kembali ke MotoGP memang 'gila' akibat kehebohan antara pabrikan Garpu Tala dan Maverick Vinales. Meski begitu, ia senang hati menerima tawaran Yamaha dengan tangan terbuka, apalagi dengan jaminan motor yang baik.
Memilih vakum balapan dan beralih ke motocross usai berpisah dari Ducati pada akhir 2020, Dovizioso sempat nyaris pindah ke Aprilia Racing usai jadi test rider mereka pada April-Agustus. Namun, rencana ini batal karena Aprilia lebih memilih menggaet Vinales yang berpisah dari Yamaha sejak 20 Agustus lalu.
Yamaha pun menunjuk Franco Morbidelli sebagai pengganti Vinales di Monster Energy Yamaha, hingga slot kosong di SRT diberikan kepada Dovizioso mulai Seri Misano di Misano, 17-19 September. Dovizioso sendiri menyebut kesempatan yang ia dapat ini 'gila', namun ini sesuai dengan impiannya sejak lama.
Motor Pabrikan Memang 100% Krusial

"Dunia balap memang gila, dan selalu begitu. Apalagi tahun ini. Saya rasa pintu ini terbuka usai apa yang terjadi pada Maverick. Jadi, ini memang gila, namun membela Yamaha adalah hal yang saya inginkan sejak lama, hingga saya tak bisa menolaknya," ujar tiga kali runner up ini kepada MotoGP.com pada Kamis (16/9/2021).
Dovizioso juga akan balapan secara penuh pada 2022. Kontraknya pun merupakan kontrak pabrikan, yang berarti ia terikat langsung dengan Yamaha, gajinya juga dibayar oleh Yamaha, dan yang terpenting, ia dapat jaminan motor YZR-M1 spek 2022. Menurut Dovizioso, faktor ketiga adalah hal paling krusial dari kesepakatan ini.
"Jaminan motor pabrikan pada 2022 100% krusial dalam menandatangani kontrak ini. Pasalnya, bertarung di depan sangatlah sulit, karena level performa para pembalap dan motor-motor yang ada saat ini sangatlah tinggi. Jadi, tak pernah ada keraguan. Saya hanya mau tanda tangan kontrak jika dapat motor spek pabrikan," ungkapnya.
Tak Punya Ekspektasi di Sisa Musim 2021
Namun, sesuai regulasi teknis soal alokasi mesin, Dovizioso akan menjalani sisa musim ini di atas motor YZR-M1 2019, yang tadinya merupakan milik Morbidelli. Atas alasan ini, pembalap berusia 35 tahun itu mau santai saja, dan tak punya ekspektasi apa pun. Yang terpenting adalah kembali menyesuaikan diri dengan motor tersebut.
"Saya tak punya ekspektasi untuk sisa musim ini. Itu tak penting, yang penting adalah memahami motor dan terus memperbaiki diri. Untungnya, usai balapan ini akan ada uji coba. Kita lihat saja perbandingan antara motor lama Franco dan motor pabrikan. Tapi saya takkan tahu apa-apa sampai uji coba pascamusim di Jerez nanti," tutupnya.
Dovizioso sendiri bukan orang asing bagi Yamaha. Ia sempat membela Monster Yamaha Tech 3 pada 2012. Kala itu ia sukses meraih enam podium, menduduki peringkat keempat pada klasemen pembalap, bahkan mengasapi Ben Spies yang membela tim pabrikan. Padahal, saat itu ia mengendarai YZR-M1 versi 2011.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
8 Tahun Bela Ducati, Andrea Dovizioso: Tapi Yamaha Nomor Satu di Hati
Pindah ke Tim Pabrikan, Franco Morbidelli Senang 'Reuni' dengan Fabio Quartararo
Franco Morbidelli: Kans Bela Monster Yamaha Bukan Wujud Balas Budi Yamaha
Jadwal Live Streaming WorldSBK Catalunya 2021
Jadwal Live Streaming MotoGP, Moto2, Moto3, dan MotoE San Marino 2021 di Misano
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Thomas Tuchel dan Kutukan Pelatih Inggris yang Tak Kunjung Berakhir
Piala Dunia 8 Juni 2026, 18:45
-
Messi, Ronaldo, dan Generasi Emas yang Masih Bermain Piala Dunia 2026
Piala Dunia 8 Juni 2026, 17:45
-
Prediksi Argentina vs Islandia 10 Juni 2026
Piala Dunia 8 Juni 2026, 17:30
-
Prediksi Senegal vs Arab Saudi 10 Juni 2026
Piala Dunia 8 Juni 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47
















