Andrea Dovizioso, Rival Terberat Cal Crutchlow
Anindhya Danartikanya | 8 Januari 2018 13:00
Bola.net - - Bukan Marc Marquez, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi. Pembalap LCR Honda Castrol, Cal Crutchlow menyatakan bahwa rider Ducati Corse, Andrea Dovizioso lah yang merupakan rival terberatnya selama berkarir di MotoGP. Hal ini disampaikan Crutchlow kepada Speedweek.
Crutchlow menjalani debut MotoGP pada 2011, dan ia bertandem dengan Dovizioso di Monster Yamaha Tech 3 pada 2012 dan Ducati pada 2014. Di sanalah keduanya bertarung membuktikan siapa yang terbaik, dan akhirnya Dovizioso selalu lebih unggul dari rider Inggris tersebut.
Saya bisa katakan Dovi merupakan rival terberat saya, karena kami sering bertarung sengit satu sama lain. Kami juga saling kenal dengan baik. Ia adalah tandem yang sangat kuat di Tech 3 Yamaha, dan hal ini terulang saat kami sama-sama di Ducati. Jadi kami sering tampil di atas perangkat yang sama, dan ia sangat kuat, ujar Crutchlow.
Dalam wawancara yang sama, Crutchlow juga menyatakan kekagumannya kepada lima kali juara dunia GP500, Mick Doohan. Semangat dan perjuangan tak mudah yang dilalui pria asal Australia tersebut membuatnya kagum.
Rider favorit saya adalah Mick Doohan. Saya mengaguminya bukan hanya karena prestasinya di lintasan dengan banyak kemenangan dan gelar, melainkan juga karena semangatnya. Ia bertarung kembali usai cedera kaki yang sangat serius dan ini membuat saya sangat menghormatinya, tutur Crutchlow.
Juara World Supersport 2009 ini pun mengaku ingin bertarung dengan Doohan di atas motor 500cc. Saya ingin bertarung dengan Mick di atas motor 500cc. Ia punya gaya balap yang unik, dan motor-motor ini sangat sulit dikendarai. Bakal sangat menarik bertarung dengannya di era modern, pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







