Ban Lunak 'Satu-satunya' Cara Marquez Bekuk Dovizioso di Aragon
Anindhya Danartikanya | 24 September 2018 13:15
- Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez mengaku memang bertekad ambil risiko tinggi dalam menjalani balapan MotoGP Aragon, Spanyol pada Minggu (23/9). Rider 25 tahun ini bertekad melakukan segala cara untuk meraih kemenangan di seri kandangnya, mengalahkan Andrea Dovizioso yang tampil konsisten sepanjang pekan balap.
Marquez telah memprediksi bahwa Dovizioso akan menjadi lawan terberatnya dalam balapan kali ini. Dengan begitu, ia nekat memilih ban belakang lunak untuk menjalani balapan, padahal ia sama sekali tak menjajal ban ini selama sesi latihan. Keputusan ini pun terbayar, ia sukses merebut kemenangannya yang keenam musim ini.
Selain itu, ini adalah kemenangan perdana Marquez sejak MotoGP Jerman pada Juli lalu. "Saya sangat senang atas kemenangan ini karena sudah lama saya tak finis di depan. Saya tahu saya punya peluang besar di sini, sepanjang pekan balap saya melaju cepat, tapi Dovi lebih cepat dan ia rider terkuat," ujarnya dalam sesi jumpa pers.
Perjudian Ban Lunak

Pada sesi pemanasan, Marquez sempat mengalami kecelakaan dengan ban belakang keras. Insiden inilah yang membuatnya melek dan yakin bahwa ban lunak akan menjadi kunci jitu untuk kemenangannya.
"Usai sesi pemanasan, saya kecelakaan. Tapi usai bangun tidur, saya berkata saya ingin ambil risiko. Usai kecelakaan, saya berpikir mengapa saya terjatuh, tapi kemudian saya berdiskusi dengan tim soal ban lunak," ungkap enam kali juara dunia ini.
"Saya tak menjajal ban belakang lunak pada siang hari (saat latihan) dengan temperatur panas, tapi saya yakin pada ban ini. Ini satu-satunya kesempatan bertarung dengan Dovi, karena dengan ban keras saya nyaman namun tak cocok dengan gaya balap saya, terutama di corner entry," lanjutnya.
Kesabaran Terbayar
Marquez juga tak kelewat ngotot ingin memimpin balapan sejak lap pertama. Selama 14 lap ia mencoba membuntuti Dovizioso, sebelum akhirnya mencoba melancarkan serangan di Tikungan 12. Keduanya pun menjalani aksi saling salip begitu sengit, namun akhirnya Dovizioso harus mengakui kekuatan Marquez di dua lap terakhir.
"Saat berada di belakang Dovi, saya sangat nyaman, sangat smooth. Ia sangat ngotot di pertengahan balap, jadi saya tahu ia mencoba untuk menjauh. Tapi saya mampu membuntutinya dan bisa melihat ia terlalu sering selip ketimbang biasanya. Jadi saya tahu kami bisa bertarung sampai akhir," pungkas Marquez.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pembalap MotoGP 2026 Masih Buru Kemenangan Perdana, 2 di Antaranya Rookie
Otomotif 6 Maret 2026, 14:55
LATEST UPDATE
-
Manchester City Tersandung di Kandang West Ham, Harapan Juara Makin Menipis
Liga Inggris 15 Maret 2026, 08:15
-
Bukan Cuma Baju Baru, saatnya Upgrade Parfum Jelang Lebaran
Lain Lain 15 Maret 2026, 08:00
-
Jadwal Premier League di SCTV Hari Ini, Minggu 15 Maret 2026
Liga Inggris 15 Maret 2026, 07:58
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Minggu 15 Maret 2025
Bola Indonesia 15 Maret 2026, 07:32
-
Jadon Sancho dan Kisah yang Tak Pernah Tuntas di Manchester United
Liga Inggris 15 Maret 2026, 06:55
-
Man of the Match West Ham vs Manchester City: Konstantinos Mavropanos
Liga Inggris 15 Maret 2026, 05:49
-
Baru 16 Tahun, Max Dowman Ukir Rekor Pencetak Gol Termuda di Premier League
Liga Inggris 15 Maret 2026, 05:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54












