Dovizioso: Insiden di Catalunya Awal Kegagalan Rebut Gelar
Anindhya Danartikanya | 25 September 2019 10:20
Bola.net - Pebalap Ducati Team, Andrea Dovizioso, meyakini bahwa asanya meraih gelar dunia MotoGP musim ini mulai sirna sejak ia terlibat dalam kecelakaan beruntun dengan Valentino Rossi dan Maverick Vinales di Catalunya, Spanyol, yakni insiden yang disebabkan oleh Jorge Lorenzo di Tikungan 10 pada Lap 2.
Sebelum tiba di Catalunya kala itu, Dovizioso mengoleksi 103 poin, hanya tertinggal 12 poin dari Marquez. Sayangnya, kecelakaan itu membuatnya harus mengakhiri balapan tanpa poin. Marquez yang meraih kemenangan justru pulang dengan keunggulan 37 poin darinya.
"Saya bukan orang yang suka cari alasan dan saya ogah jadi begitu. Tapi saat mengalami gagal finis yang tak disebabkan oleh Anda sendiri, maka ini mengubah segalanya. Sebelum Barcelona, kami memang tertinggal, tapi dekat (margin 12 poin). Tapi insiden di sana membuat kami 'lumpuh'," tutur Dovizioso kepada Motorsport.
Akui Tak Sekuat Tahun Lalu

Meski begitu, Dovizioso tak menutup-nutupi fakta bahwa ia dan Ducati tak sekuat 2017 dan 2018, saat mereka lebih konsisten menantang Marquez. Musim ini, Dovizioso baru mengasapi Marquez di Qatar dan Austria. Usai menang di Austria, ia bahkan gagal finis lagi setelah tertabrak motor Fabio Quartararo di Silverstone, Inggris.
"Kami memang sudah tak lagi dekat dengan Marc seperti tahun lalu. Kami hanya mampu menantangnya sesekali di pertengahan musim ini, kemudian kecelakaan di Silverstone terjadi," ungkap rider Italia ini, yang sudah tertinggal 98 dari Marquez menjelang MotoGP Thailand di Buriram pada 4-6 Oktober mendatang.
"Tapi saya tak mau bilang bahwa tanpa dua insiden itu saya bisa menantang Marc, karena kami hanya finis di depannya di Austria. Inilah realitanya, dan kami harus lebih baik di beberapa aspek. Tapi saat ini takkan ada yang bisa mengalahkan Marc, jadi kami semua harus mencari beberapa solusi," ujarnya.
Tak Ada yang Mustahil
Dengan keunggulan poin yang masif ini, Marquez pun berpeluang besar mengunci gelar dunia di Thailand, asal finis dua poin atas Dovizioso. Dovizioso sendiri yakin langkah Marquez bakal sulit dijegal, namun mengaku takkan menyerah sampai akhir.
"Bakal sangat sulit, tapi tak ada yang mustahil. Jadi kami akan mencoba sampai akhir. Kami tak terlalu optimistis di Aragon, dan sesi latihan juga tak terlalu baik. Tapi pada akhirnya kami finis kedua dan ini bukti kami tak boleh menyerah. Kami paham apa yang sedang terjadi, dan kami bekerja dengan tenang," tutupnya.
Sumber: Motorsport
Baca Juga:
Puji Dominasi Marquez, Honda Masih Ingin Coba Bantu Lorenzo
Jorge Lorenzo: Honda Sulit Dikendarai, Dirancang untuk Marquez
Tinggalkan Ducati, Alvaro Bautista Resmi Pindah ke Honda WorldSBK
Finis ke-20 di Aragon, Jorge Lorenzo Merasa Takut Seperti 2008
Quartararo vs Miller: Sahabat yang Berebut Gelar Prestisius di MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18










