Dovizioso Puas Bekuk Lorenzo dengan Motor Setara
Anindhya Danartikanya | 15 Februari 2018 13:00
Bola.net - - Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso mengaku bahwa salah satu kebahagiaannya dalam menjalani musim yang gemilang tahun lalu adalah berhasil mengalahkan sang tandem, Jorge Lorenzo usai bertahun-tahun penantian, demikian yang dilansir oleh Tutti Motori.
Dovizioso dan Lorenzo sama-sama menjalani debut Grand Prix pada 2002 di kelas GP125, di mana keduanya bertarung sengit merebut gelar. Dovizioso sukses menjadi juara dunia pada 2004, dan pertarungan mereka pun berlanjut di kelas GP250 2006-2007. Kali itu, Lorenzo lah yang menjadi juara dunia.
Kedua rider ini juga sama-sama naik ke MotoGP pada 2008. Sementara Lorenzo membela tim pabrikan Yamaha dan merebut tiga gelar dunia, Dovizioso harus jatuh bangun meniti karir bersama JiR Scot Honda, Repsol Honda, Monster Yamaha Tech 3 dan Ducati Corse.
Usai penantian sembilan tahun, 2017 menjadi musim terbaik dalam karir Dovizioso, yang merebut enam kemenangan dan duduk di peringkat runner up, sementara Lorenzo paceklik kemenangan dan hanya duduk di peringkat ketujuh. Hal ini pun menjadi kepuasan tersendiri bagi Dovizioso.
Mengalahkan Jorge membuat saya senang, mengingat ia merupakan juara dunia. Kami memulai dan menjalani karir selalu bersamaan. Di kelas GP250, ia mengalahkan saya, dan di MotoGP ia membuat perbedaan besar. Mengalahkannya jelas memberi saya kepuasan tinggi, apalagi kami mengendarai motor yang sama, ujar Dovizioso.
Uniknya, Dovizioso dan Lorenzo sama sekali tak pernah mengalami cekcok. Lorenzo dan beberapa rival lain sendiri mengakui bahwa karakter Dovizioso yang tenang, tak suka menjadi pusat perhatian dan tak menjalani hidup glamor adalah salah satu faktor mengapa ia tak punya musuh di luar lintasan.
Saya melihat diri saya berbeda dengan rider lain. Saya tidak lebih baik ataupun lebih buruk, melainkan hanya berbeda. Saya menjalani hidup sebagai orang yang punya sedikit kekayaan. Saya hidup dengan orang-orang yang punya bayaran sewajarnya. Jadi saya merasa seperti bagian dari mereka, tutup Dovizioso.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


















