Dovizioso: Suasana Ducati Tegang Sejak Lorenzo Menang
Anindhya Danartikanya | 13 November 2018 09:30
Bola.net - - Pebalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso mengakui bahwa hubungannya dengan Jorge Lorenzo tahun ini lebih buruk dibanding tahun lalu. Rider Italia ini pun memaklumi bahwa atmosfer panas yang terjadi di garasi timnya terjadi sejak Lorenzo mulai tampil garang di atas Desmosedici.
Tahun lalu, Dovizioso dan Lorenzo memang diketahui akur-akur saja, namun tahun ini, keduanya kerap berperang kata-kata lewat media massa. Baru-baru ini, cekcok di antaranya kembali terjadi di Sepang, Malaysia, saat Lorenzo absen balapan akibat cedera tangan kiri.
Usai meraih tiga kemenangan di atas Desmosedici GP18 tahun ini, Lorenzo pun bakal hengkang dari Ducati dan bergabung dengan Marc Marquez di Repsol Honda. Di lain sisi, Dovizioso akan bertandem dengan rider yang saat ini masih membela Alma Pramac Racing, Danilo Petrucci.
Panas Sejak Lorenzo Cepat

Kepada Motorsport.com, Dovizioso mengaku bahwa kehadiran Lorenzo di Ducati sangat bermanfaat baginya, terutama jika dilihat dari sudut pandang teknis. Meski begitu, soal hal-hal di luar lintasan, Dovizioso menyebut bahwa rider Spanyol tersebut memiliki karakter yang 'aneh'.
"Musim pertama berjalan seperti dugaan saya: Jorge memperkuat posisi saya di Ducati karena ia mengonfirmasi semua indikasi saya dan itu sangat positif. Tapi setiap rider punya karakter unik, dan Jorge juga punya itu. Ia orang yang aneh, ia punya kekuatan dan kelemahannya sendiri, seperti semua orang," ungkapnya.
"Tapi tahun ini tidaklah mudah, karena ketika ia mulai cepat, atmosfer di garasi kami lebih tegang, yakni hal yang normal jika Anda punya dua rider yang sama-sama bertarung merebut kemenangan. Jika hal ini terjadi, situasi di garasi mana pun juga bakal rumit," lanjut rider 32 tahun ini.
Lebih Puas Kalahkan Lorenzo
Dovizioso pun tak memungkiri ketegangan ini memengaruhi kinerja tim, dan membekuk Lorenzo terasa lebih memuaskan dari mengalahkan Marquez. "Rivalitas yang sengit terjadi di garasi kami, dan kalah dari Marc rasanya berbeda dengan kalah dari Jorge. Banyak orang bekerja untuk kami berdua dan tak peduli apa pun yang kami lakukan, hal ini akan memengaruhi mereka," ujarnya.
Di lain sisi, Dovizioso menegaskan bahwa targetnya musim depan takkan berubah, tak peduli siapa pun yang bakal jadi tandemnya."Ketika musim depan dimulai, target kami adalah meraih gelar dunia, ada Jorge atau tidak sebagai tandem saya. Tahun depan takkan mengubah apa pun," pungkas Dovizioso.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









