Ducati Bantah Lepas Stoner Akibat Masalah Finansial
Anindhya Danartikanya | 10 Desember 2018 16:20
Bola.net - - Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti membantah bahwa masalah bujet menjadi alasan utama pihak mereka melepas Casey Stoner dari jabatannya sebagai test rider MotoGP akhir musim ini. Meski begitu, Ciabatti tak memungkiri bahwa Ducati memang harus melakukan evaluasi soal besaran biaya balap mereka di masa depan.
Ducati diketahui mengucurkan bayaran sebesar 25 juta euro untuk Jorge Lorenzo selama dua musim. Sayangnya, 'investasi' ini dinilai tak terlalu sukses akibat Lorenzo sempat paceklik kemenangan selama 1,5 tahun. Pada Mei lalu, Danilo Petrucci pun ditunjuk sebagai pengganti Lorenzo dan langkah ini dikabarkan sebagai langkah untuk memangkas biaya balap.
Ciabatti pun membantah bahwa tidak diperpanjangnya kontrak Stoner sebagai test rider merupakan salah satu bagian dari keputusan ini. Pria asal Italia ini menyatakan bahwa perpisahan ini disepakati dua belah pihak, meski Ducati ingin mempertahankan Stoner untuk musim depan atas masukan-masukannya yang berharga.
"Biaya balap selalu berkaitan dengan besaran bujet perusahaan, serta dengan seberapa besar manfaat punya test rider bertalenta super. Jika Anda punya test rider yang mengendarai motor di Sepang usai tujuh bulan rehat dan langsung masuk lima besar pada hari pertama, maka ini bukti seberapa hebat talenta Casey," ujar Ciabatti kepada Speedweek.
Stoner Bantu Kebangkitan Ducati
Di lain sisi, Ciabatti menolak untuk membeberkan alasan utama mengapa kolaborasi ini tak berlanjut, dan lebih memilih menegaskan bahwa juga berkat Stoner lah Desmosedici GP18 dianggap sebagai motor terkuat di MotoGP tahun ini. "Kami sepakat untuk tak bicara sampai ke detail-detailnya. Atas berbagai alasan, kesepakatan tak terwujud," ungkapnya.
"Motor kami telah mencapai level performa yang sangat kompetitif. Semua orang bilang GP18 adalah motor terbaik di MotoGP. Ini berkat banyak orang, termasuk Gigi Dall'Igna dan para engineer. Untuk mewujudkannya, kami butuh feedback yang tepat dan ide segar. Kami punya Casey, punya Michele Pirro dan para rider pabrikan yang membantu kami mencapai titik ini. Ini bukan sulap," ungkapnya.
Tak Ada yang Seperti Stoner
Ciabatti juga menyatakan bahwa perginya Stoner merupakan kehilangan mendalam bagi Ducati. Menurutnya, juara dunia MotoGP 2007 dan 2011 tersebut memberikan masukan-masukan yang sangat berharga demi membantu Ducati kembali bertarung di papan atas.
"Casey sangat sensitif, selama berkarier ia memakai lebih sedikit perangkat elektronik dibanding rider lain. Ia mengendalikan sendiri traksi dan kontrol traksi. Hanya ada sedikit pebalap yang bisa memberikan feedback seperti Casey. Ia tak lagi balapan sejak 2012 dan tak mengendarai motor setiap pekan, namun tetap cepat," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klasemen Sementara Moto2 2026 Usai Grand Prix Brasil di Goiania
Otomotif 23 Maret 2026, 00:19
-
Otomotif 22 Maret 2026, 23:26

LATEST UPDATE
-
4 Bintang Timnas Indonesia yang Siap Jadi Pembeda Lawan St. Kitts and Nevis
Tim Nasional 27 Maret 2026, 14:19
-
FIFA Series 2026: Misi Besar Cahya Supriadi di Timnas Indonesia
Tim Nasional 27 Maret 2026, 14:00
-
Jadwal Timnas Indonesia vs Saint Kitts & Nevis Malam Ini
Tim Nasional 27 Maret 2026, 13:04
LATEST EDITORIAL
-
5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi dari Krisis di Bawah Mistar
Editorial 26 Maret 2026, 14:56
-
Cedera Jadi Mimpi Buruk! 6 Bintang Ini Terancam Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 26 Maret 2026, 14:43
-
5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Panas 2026
Editorial 25 Maret 2026, 13:37
-
6 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Mohamed Salah Usai Tinggalkan Liverpool
Editorial 25 Maret 2026, 11:07












