Ducati: Pecco Bagnaia Punya Segalanya untuk Juarai MotoGP
Anindhya Danartikanya | 20 April 2021 15:57
Bola.net - Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, mengaku sama sekali tak heran melihat ledakan performa Francesco Bagnaia dalam tiga balapan pertama musim ini. Kepada La Gazzetta dello Sport, Tardozzi mengaku sudah memprediksi sejak lama, dan bahkan menyebut 'Pecco' punya sema karakter untuk jadi juara dunia MotoGP.
Bagnaia tiba di MotoGP pada 2019 bersama Ducati, namun di bawah naungan Pramac Racing. Selama membela tim itu, ia selalu berada di bawah bayang-bayang sang tandem, Jack Miller. Kini, keduanya sama-sama membela tim pabrikan, namun situasinya justru terbalik: Miller lah yang kini berada di bawah bayang-bayang Bagnaia.
Bagnaia sukses merebut pole di Seri Qatar, dan akhirnya naik podium usai finis ketiga. Dalam Seri Doha, ia memang sekadar finis keenam, namun sangat dekat dengan rider terdepan. Ia kembali menggebrak di Seri Portimao, nyaris merebut pole lagi sebelum lapnya dihapus akibat bendera kuning, dan sukses naik podium usai finis kedua.
Dulu Terburuk, Kini Terbaik

Tardozzi pun menyatakan lonjakan performa Bagnaia ini terjadi berkat kerja keras. "Saat Pecco tiba di Ducati, ia adalah rider paling buruk pada area pengereman dan corner entry. Ia pun bekerja keras memperbaikinya, ia percaya bisa melakukannya, dan kini ia jadi yang terbaik," ujarnya seperti kutipan Corsedimoto, Selasa (20/4/2021).
Bagnaia pun diharapkan meneruskan warisan apik Andrea Dovizioso di Ducati dan bahkan meraih gelar seperti Casey Stoner pada 2007. "Pecco punya semua karakter untuk jadi juara dunia. Ia sangat tenang, 'dingin', tapi penuh semangat. Cara berkendaranya juga sangat halus, ia mengendarai 'monster' seolah berkata 'halo'," lanjut Tardozzi.
Salut pada Cara Bagnaia Bangkit dari Keterpurukan
Eks pembalap WorldSBK ini juga salut pada cara Bagnaia keluar dari bayang-bayang Miller selama dua tahun. Selalu diungguli Miller membuat Bagnaia bekerja dengan lebih tenang. "Saya sudah bilang sejak musim dingin, Pecco akan jadi kejutan. Ia menunjukkan kemajuan mentalitas, ia semakin menyadari kemampuannya," ujarnya.
"Ia melewati masa-masa yang membuatnya merendah. Ia tiba di MotoGP sebagai juara dunia Moto2, namun situasinya tak mudah. Sebagai tambahan kecepatan, ia punya kemampuan mengendarai motor dengan cerdas. Tahun lalu ia sudah menunjukkan hal hebat, sebelum kecelakaan di Brno menghalanginya," tutup Tardozzi.
Kini Bagnaia tengah berada di peringkat kedua pada klasemen pembalap dengan koleksi 46 poin, tertinggal 15 poin dari rider Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. Ia akan kembali turun lintasan dalam MotoGP Spanyol yang digelar di Sirkuit Jerez pada 30 April-2 Mei mendatang.
Sumber: La Gazzetta dello Sport, Corsedimoto
Video: Gaya Rambut Valentino Rossi dari Masa ke Masa
Baca Juga:
Honda: Kembalinya Marc Marquez Bikin MotoGP Portimao Istimewa
Marc Marquez Sempat Kepikiran Lihat Kecelakaan Alex Marquez-Jorge Martin
Marc Marquez: Kembali Balapan, Mental Saya Sudah 'Bebas'
Alex Marquez Sebal Sekaligus Kagum Dikalahkan Sang Kakak di MotoGP Portimao
Unik, Johann Zarco Tak Kecewa-Kecewa Amat Gagal Finis di MotoGP Portimao
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Klasemen Pembalap Moto2 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 18:08
-
Klasemen Sementara Moto2 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 18:06
-
Link Streaming Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia vs Vietnam
Tim Nasional 7 Juni 2026, 17:14
-
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 17:05
-
Klasemen Sementara Moto3 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 17:04
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47











