'Gara-Gara Covid-19, Marc Marquez Merana Tak Bisa Latihan Motocross'
Anindhya Danartikanya | 6 April 2020 13:55
Bola.net - Fisioterapis Clinica Mobile untuk MotoGP, Carlos Garcia, menyatakan bahwa kondisi bahu kanan Marc Marquez semakin baik seiring berjalannya waktu. Meski begitu, kini keduanya harus bekerja sama dengan jarak jauh akibat merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) di berbagai penjuru bumi.
Garcia, yang juga fisioterapis Pol Espargaro, mulai intensif bekerja dengan Marquez sejak akhir 2018, yakni usai Marquez menjalani operasi besar pada bahu kirinya. Pada akhir 2019, giliran bahu kanannya yang dioperasi akibat dislokasi bahu, dan Garcia lah yang merawat Marquez.
"Saya ada di Madrid, dan dia ada di Cervera. Kami tetap berkomunikasi, entar telepon atau kirim pesan lewat WhatsApp. Ia baik-baik saja, kondisi fisiknya membaik. Ia menjalani lebih banyak latihan bersama pelatih pribadinya," ungkap Garcia lewat Servus TV seperti yang dikutip Speedweek.
Situasi yang Berat untuk Marc Marquez
Menjalani karantina mandiri di rumah, Marquez, seperti kebanyakan rider lain, harus putar otak untuk mencari cara menjaga kebugaran fisik. Meski punya gym pribadi, rider Repsol Honda itu tak bisa berlatih motor. Garcia pun mengingatkan Marquez untuk tak terlalu kebablasan saat berlatih di gym.
"Kami bicara soal fakta kami sama-sama tak tahu kapan balapan bisa dimulai lagi. Tapi saya bilang padanya, 'Jangan kelewat banyak melakukan kegiatan, tetaplah tenang, lakukan sesuatu hanya untuk tetap bugar, tapi jangan kelewat ngotot, karena tak masuk akal," tuturnya.
Garcia pun menyatakan bahwa Marquez merana karena tak bisa latihan motocross atau flat track seperti biasanya. "Situasi ini sungguh berat untuknya. Saya tak bisa bayangkan situasi di rumahnya karena ia tak bisa latihan motocross atau pergi keluar," ujarnya.
Marc Marquez Harus Dikendalikan
Garcia juga menyatakan bahwa rider dengan ambisi besar seperti Marquez kadang memang harus diingatkan untuk tak kebablasan dalam memotivasi diri. Hal ini pun diakui Garcia kerap terjadi ketika Marquez menjalani sesi fisioterapi dengannya dalam pemulihan cedera.
"Itulah hal yang bikin Marc hebat: selalu ingin memperbaiki diri. Kadang Anda harus bilang padanya, 'Tetaplah tenang, kita harus melakukan pengulangan sebanyak 20 kali, bukan 21'. Anda harus mengendalikannya, karena jika tidak, ia akan coba melakukannya 21-22 kali. Ia tak harus dimotivasi, saya lebih pilih memastikan ia tak kelewat batas," tutupnya.
Video: Marc Marquez Dikalahkan Sang Adik di MotoGP Virtual Race
Baca Juga:
'MotoGP 2020 Bisa Dibatalkan Total, Tapi Masih Ada Waktu'
Alat Bantu Pernapasan Buatan Mercedes Formula 1 Siap Diproduksi Secara Massal
Pebalap Formula 1 Ramai-Ramai Minta Potong Gaji demi Bantu Finansial Tim
Jack Miller, Satu-satunya Rider MotoGP yang Bisa Latihan Motor di Tengah Pandemi Covid-19
Charles Leclerc Menangi Seri Kedua Formula 1 Virtual Race
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klasemen Pembalap WorldSPB 2026
Otomotif 31 Mei 2026, 18:37
-
Hasil Race 2 WorldSPB Aragon 2026: Xavi Artigas Kalahkan Carter Thompson
Otomotif 31 Mei 2026, 18:33
-
Klasemen Sementara Moto2 2026 Usai Grand Prix Italia di Mugello
Otomotif 31 Mei 2026, 18:03
LATEST UPDATE
-
Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
Liga Italia 4 Juni 2026, 21:50
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















