Ingin Beri Kesempatan Bagi Pebalap Lain, Alasan Biaggi Pensiun
Editor Bolanet | 8 November 2012 18:00
- Pada hari Rabu (7/11), pebalap asal Italia Max Biaggi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari dunia balap motor. Biaggi merupakan empat kali juara dunia GP250 dan dua kali juara World Superbike (WSBK). Gelar keduanya di WSBK, baru saja ia raih tahun ini.
Biaggi mengumumkan keputusannya tersebut dalam sebuah jumpa pers yang diadakan di Sirkuit Vallelunga, Italia, yakni tempat di mana ia memulai karir balap pada usia 18 tahun.
Semuanya berawal di sini dan akan berakhir di sini, ujar Biaggi di Vallelunga. Saya bisa mendapatkan kontrak jika saya menginginkannya. Namun saya mengambil keputusan ini karena saya ingin berhenti, bukan karena saya sudah tidak kompetitif lagi.
Pebalap berjuluk The Roman Emperor tersebut menyatakan bahwa keputusannya itu tidak datang dari paksaan. Ia bahkan mengaku ingin memberi kesempatan bagi pebalap lain untuk meraih masa puncak.
Saya dalam kondisi yang sehat, sementara beberapa pebalap lain pensiun karena cedera. Saya bersikap tenang karena ini keputusan matang dan tidak dipaksakan. Saya sama sekali tidak mendapatkan paksaan, saya memutuskan untuk memberi kesempatan kepada pebalap lain, lanjutnya.
Biaggi juga mengaku bahwa ia ingin pensiun karena ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya. Alasan ini cukup mirip dengan alasan Casey Stoner yang memutuskan untuk pensiun dari MotoGP pada akhir musim ini.
Selain itu, keluarga merupakan faktor penting mengapa saya mengambil keputusan ini. Saya menyadari berapa banyak waktu yang saya curi dari anak-anak dan kekasih saya, . Ini saatnya berbagi waktu dengan mereka, pungkasnya.
Semasa karirnya, Biaggi telah membukukan 42 kemenangan di dunia Grand Prix. Ia meraih empat gelar dunia GP250 pada tahun 1994-1997 dengan dua konstruktor berbeda. Ia juga merupakan tiga kali runner-up GP500/MotoGP. Selain itu, ia telah mengoleksi 21 kemenangan di WSBK dan meraih gelar dunia pada tahun 2010 dan 2012. (sp/kny)
Biaggi mengumumkan keputusannya tersebut dalam sebuah jumpa pers yang diadakan di Sirkuit Vallelunga, Italia, yakni tempat di mana ia memulai karir balap pada usia 18 tahun.
Semuanya berawal di sini dan akan berakhir di sini, ujar Biaggi di Vallelunga. Saya bisa mendapatkan kontrak jika saya menginginkannya. Namun saya mengambil keputusan ini karena saya ingin berhenti, bukan karena saya sudah tidak kompetitif lagi.
Pebalap berjuluk The Roman Emperor tersebut menyatakan bahwa keputusannya itu tidak datang dari paksaan. Ia bahkan mengaku ingin memberi kesempatan bagi pebalap lain untuk meraih masa puncak.
Saya dalam kondisi yang sehat, sementara beberapa pebalap lain pensiun karena cedera. Saya bersikap tenang karena ini keputusan matang dan tidak dipaksakan. Saya sama sekali tidak mendapatkan paksaan, saya memutuskan untuk memberi kesempatan kepada pebalap lain, lanjutnya.
Biaggi juga mengaku bahwa ia ingin pensiun karena ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya. Alasan ini cukup mirip dengan alasan Casey Stoner yang memutuskan untuk pensiun dari MotoGP pada akhir musim ini.
Selain itu, keluarga merupakan faktor penting mengapa saya mengambil keputusan ini. Saya menyadari berapa banyak waktu yang saya curi dari anak-anak dan kekasih saya, . Ini saatnya berbagi waktu dengan mereka, pungkasnya.
Semasa karirnya, Biaggi telah membukukan 42 kemenangan di dunia Grand Prix. Ia meraih empat gelar dunia GP250 pada tahun 1994-1997 dengan dua konstruktor berbeda. Ia juga merupakan tiga kali runner-up GP500/MotoGP. Selain itu, ia telah mengoleksi 21 kemenangan di WSBK dan meraih gelar dunia pada tahun 2010 dan 2012. (sp/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tribut Max Biaggi untuk Valentino Rossi: Semoga Kita Akhirnya Bisa Akur
Otomotif 6 Agustus 2021, 11:06
-
Max Biaggi: Pecco Bagnaia Kendarai Ducati dengan Elegan, Seperti Jorge Lorenzo
Otomotif 27 April 2021, 10:35
-
'Enea Bastianini Itu Gabungan Andrea Dovizioso dan Max Biaggi'
Otomotif 18 Maret 2021, 15:27
-
Alonso Lopez Kritik Max Biaggi: Saya Didepak Karena Rider Lain Punya Uang
Otomotif 6 Januari 2021, 09:48
LATEST UPDATE
-
Hasil Dewa United vs PSIM: Gol Penalti Alex Martins Jadi Penentu!
Bola Indonesia 3 April 2026, 21:10
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13














