Jorge Lorenzo Akui Nyaris Bela Petronas Sebelum Honda Datang
Anindhya Danartikanya | 10 Februari 2020 15:15
Bola.net - Test rider Yamaha, Jorge Lorenzo, mengaku dirinya sempat nyaris bergabung dengan Petronas Yamaha SRT di MotoGP 2019, yakni setelah dirinya terdepak dari Ducati Team pada akhir 2018. Hal ini ia sampaikan dalam wawancara dengan The Race yang dirilis Senin (10/2/2020).
Lorenzo diketahui paceklik kemenangan selama 1,5 tahun di Ducati. Ini membuat tim Italia itu ingin menggantinya dengan Danilo Petrucci pada 2019. Lorenzo pun mengaku harus putar otak mencari solusi, karena kala itu ia masih merasa bisa tampil kompetitif di atas motor yang tepat.
Uniknya, tepat usai Lorenzo dan Ducati sepakat berpisah, rider asal Spanyol tersebut justru meraih dua kemenangan besar beruntun di Mugello, Italia, yakni kandang Ducati, serta Catalunya, Spanyol, yang merupakan kandangnya sendiri. Hasil baik pun 'sukses' datang terlambat.
"Sebelum menang di Mugello, saya dalam masa sulit. Saya tak bisa meraih hasil baik, Ducati ingin menggaet rider lain, dan saya harus cari solusi. Padahal itu momen yang baik dalam karier saya. Saya cepat, masih tajam, tapi atas alasan tertentu saya tak bisa meraih hasil baik," tuturnya.
Nyaris Tanda Tangan dengan Petronas
Usai mendengar Ducati ingin mendepaknya, Lorenzo cari cara kembali ke Yamaha, yakni pabrikan yang ia bela selama sembilan musim dan tempat ia meraih tiga gelar dunia. Meski begitu, tim pabrikan Yamaha sudah terisi Maverick Vinales dan Valentino Rossi.
Satu-satunya kesempatan adalah Petronas Yamaha SRT, tim satelit Yamaha yang baru dibentuk sebagai pengganti Tech 3. Meski begitu, saat berusaha mencapai kesepakatan dengan tim Malaysia itu, Lorenzo dapat tawaran membela Repsol Honda sebagai pengganti Dani Pedrosa.
"Kami dapat opsi untuk bergabung dengan Petronas Yamaha, dan kontraknya nyaris kami tanda tangani, namun lalu datanglah peluang membela Honda dan saya tak bisa menolak. Salah satu impian pebalap adalah setidaknya sekali pernah membela Honda," kisah Lorenzo.
Semua Rencana Berantakan
Meraih 44 kemenangan di Yamaha dan tiga di Ducati, Lorenzo sejatinya punya peluang jadi rider pertama dalam sejarah MotoGP yang pernah memenangi balapan dengan tiga motor berbeda. Sayang, ia justru mengalami banyak nasib sial, yang memaksanya pensiun pada akhir musim lalu.
"Saya tadinya dapat peluang melakukan apa yang tak pernah dilakukan rider lain dalam sejarah, yakni menang dengan tiga motor berbeda. Tapi situasi berjalan salah, mulai dari cedera scaphoid dan motor 2019 sangat sulit dikendarai. Cedera berdampak sangat besar pada situasi saya dan semua benar-benar berantakan," pungkasnya.
Setelah mengakhiri kontraknya dengan Honda setahun lebih awal dan memutuskan gantung helm, kini Lorenzo benar-benar kembali ke Yamaha, namun bukan sebagai pebalap reguler, melainkan sebagai test rider.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






