'Karier Valentino Rossi Panjang Karena Jarang Cedera'
Anindhya Danartikanya | 24 April 2019 09:55
Bola.net - - Tiga kali juara dunia GP500, Kenny Roberts Sr, sangat kagum melihat performa garang Valentino Rossi di MotoGP meski belum lagi meraih gelar dunia sejak 10 tahun lalu. Kepada Crash.net, Roberts mengaku tak habis pikir Rossi masih mampu mendapat motivasi tinggi meski sudah mencapai usia 40 tahun.
Usai hengkang dari Ducati dan kembali ke Yamaha pada 2013, Rossi konsisten menjadi kandidat juara dan masih aktif dalam perebutan podium dan kemenangan. Ia bahkan disebut sebagai 'Peter Pan' karena mampu menyesuaikan diri dengan banyak perubahan di MotoGP dan melawan para rider-rider muda.
Musim ini, yang sudah berjalan tiga seri, The Doctor mampu tampil kompetitif meski YZR-M1 masih memiliki masalah teknis. Ia bahkan dua kali finis kedua, yakni di Argentina dan Austin. Saat ini ia duduk di peringkat kedua pada klasemen pebalap dengan 51 poin, hanya tertinggal 3 poin dari Andrea Dovizioso.
Harusnya Duduk di Kursi Goyang

Roberts, yang merupakan juara dunia GP500 1978-1980, mengaku terkejut Rossi masih mampu tampil garang dalam usia 40 tahun. King Kenny sendiri bahkan pensiun dalam usia 32 tahun pada 1983, usai hanya enam musim berkompetisi di ajang Grand Prix.
"Tentu saja saya kaget! Seharusnya dia duduk di kursi goyang! Saya selalu berpikir ingin pensiun, duduk di kursi goyang, dan merokok. Tapi saat saya pensiun, saya meletakkan rokok di mulut saya dan menggerutu, 'Ya Tuhan, ini mengerikan!'" ujar pria asal Amerika Serikat ini.
Beruntung Jarang Cedera
Roberts juga menyatakan Rossi sangat diuntungkan kondisi fisik yang sangat bugar, hingga punya karier panjang. Sejak debutnya di GP125 pada 1996 lalu, Rossi diketahui hanya dua kali mengalami cedera parah, yakni cedera patah tulang fibula dan tibia kaki kanan usai kecelakaan di Mugello pada 2010 dan kecelakaan enduro pada 2017.
"Satu hal soal panjangnya karier Vale adalah, ia sangat jarang cedera. Ini faktor yang sangat penting saat bertambah tua dan mempertahankan 'ritme' yang bisa ia jalani. Datang dari era 2-tak ke era modern motor GP, begitu juga derajat kemiringan yang rider-rider ini lakukan, sungguh menakjubkan melihat Vale masih bisa melakukannya (kompetitif)," tutup Roberts.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jamu Ipswich Town, Menang Harga Mati untuk MU!
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 16:30
-
Rafael Leao Pamit Pergi dari AC Milan
Liga Italia 29 Agustus 2026, 16:00
-
Wow! Enzo Fernandez Selangkah Lebih Dekat Gabung Manchester City
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 15:30
-
Manchester City Intip Peluang Pulangkan Julian Alvarez dari Atletico Madrid
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 14:00
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Agustus 2026, 13:32
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 29 Agustus 2026, 13:30
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 13:28
-
Erling Haaland Kembali Jadi Mimpi Buruk Crystal Palace
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 12:10
-
Ruben Amorim Puji Goncalo Ramos Usai Cetak Gol Perdana untuk AC Milan
Liga Italia 29 Agustus 2026, 11:09
-
Menang atas Venezia, Ruben Amorim Akui AC Milan Masih Punya Banyak Pekerjaan
Liga Italia 29 Agustus 2026, 10:29
-
Rapor Pemain Manchester City vs Crystal Palace: Cherki dan Haaland Menggila
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 09:03
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51









