'Kepindahan Valentino Rossi ke Ducati Terlalu Dipengaruhi Romantisme'
Anindhya Danartikanya | 13 Desember 2020 21:49
Bola.net - Eks mekanik Valentino Rossi, Alex Briggs, menyatakan bahwa kepindahan mereka ke Ducati Team di MotoGP 2011 terlalu dipengaruhi 'romantisme' kesuksesan mereka membantu Yamaha bangkit pada 2004, sekaligus 'romantisme' betapa indahnya jika seorang rider Italia berjaya dengan motor dan tim dari Italia.
Briggs, yang menjadi mekanik Rossi sejak GP500 2000 di Nastro Azzurro Honda, memang menjadi salah satu kru yang selalu diboyong Rossi tiap kali pindah tim, termasuk saat ia pindah ke Yamaha pada 2004 dan Ducati pada 2011. Sayangnya, hasil yang mereka raih pada dua momen ini sangat jauh berbeda.
Bersama Yamaha, yang kala itu tak pernah juara lagi sejak 1992, Rossi dan krunya mampu membalikkan keadaan, langsung sukses merebut dua gelar dunia pada dua tahun pertama kerja sama mereka. Hal ini pun membuat mereka di atas angin ketika pindah ke Ducati, kelewat optimistis bisa mengulang sukses yang sama.
Ikut ke Ducati Karena Bakal Terkatung-katung di Yamaha

Nyatanya, keinginan mereka hanya jadi angan-angan. Selama dua tahun kerja sama, Rossi paceklik kemenangan dan hanya mengoleksi tiga podium. Briggs pun mengakui, keputusan krunya ikut pindah ke Ducati juga dipengaruhi nasib mereka yang bisa jadi terkatung-katung jika bertahan di Yamaha, yang kala itu menggaet Ben Spies.
"Dalam kepala saya, memang mudah memutuskan pindah ke Ducati, karena saya sendiri tak terlalu yakin di mana kami akan bekerja di Yamaha jika Vale pergi. Ducati hendak memberi kami kontrak dua tahun, dan kami pikir karier kami akan berhenti setelah dua tahun," kisah Briggs via The Race, Rabu (9/12/2020).
"Tapi jika bertahan, juga bisa berarti kami akan berhenti usai dua tahun di Yamaha. Kami punya pikiran 'romantis' bahwa kami bisa melakukan hal yang sama (kompetitif di Ducati). Jika situasinya berbeda, saya rasa kami bisa berhasil. Tapi tak begitu kenyataannya. Namun, saya tetap tak menyesal," pungkasnya.
Sumber: The Race
Video: Ikut Jejak Ayah, Mick Schumacher Turun di Formula 1 2021
Baca Juga:
Alex Briggs, Mekanik Valentino Rossi yang Dekat di Hati Popolo Giallo
Bela Tim Pabrikan Ducati, Pecco Bagnaia Rasakan Tanggung Jawab Besar
Honda Sempat Ingin Cal Crutchlow Jadi Rider Cadangan di MotoGP dan WorldSBK
Marc Marquez Ragu Andrea Dovizioso Bisa Kembali ke MotoGP 2022
Impian Enea Bastianini Jadi Nyata: Bela Ducati di MotoGP, Jadi Lawan Marquez-Rossi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18










