Lorenzo: Evaluasi Diri Sendiri, Kunci Pertahankan Gelar
Editor Bolanet | 7 Maret 2013 09:00
- Baru berusia 25 tahun, Jorge Lorenzo telah menjadi pebalap motor tersukses asal Spanyol. Lorenzo yang merupakan juara dunia GP250 2006 dan 2007, kini telah mengoleksi dua gelar dunia MotoGP yang ia raih pada 2010 dan 2012.
Meski telah sukses, Lorenzo tak menunjukkan tanda-tanda puas. Selama uji coba pramusim MotoGP 2013 yang dua kali digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, Lorenzo merupakan pebalap Yamaha tercepat.
Singkatnya, Lorenzo kini lebih termotivasi daripada musim-musim sebelumnya. Ia ingin mempertahankan gelar dunianya untuk pertama kali. Menurutnya, melakukan evaluasi dan perbaikan diri sendiri merupakan kunci utama untuk meraih targetnya.
Saya tak hanya fokus pada hasil. Menjadi juara dunia jelas merupakan alasan utama mengapa kami semua ada di MotoGP. Namun untuk menggapainya, lebih baik fokus memperbaiki titik lemah diri sendiri, lanjutnya. Pebalap bergantung kepada motor, tim, dan keberuntungan. Namun meningkatkan performa diri sendiri memunculkan kesempatan terbaik untuk mencapai target.
Lorenzo pun mengaku evaluasi performa diri sendiri telah membuahkan hasil. Dirinya kini bisa tampil konsisten di seluruh sirkuit penyelenggara balapan.
Dulu saya selalu mengalami kesulitan di beberapa sirkuit, namun kini saya lebih konsisten di semua sirkuit. Pebalap selalu belajar, bahkan pada hari-hari di mana catatan waktu memburuk, pungkasnya. [initial]
Source: Crash.net (cn/kny)
Meski telah sukses, Lorenzo tak menunjukkan tanda-tanda puas. Selama uji coba pramusim MotoGP 2013 yang dua kali digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, Lorenzo merupakan pebalap Yamaha tercepat.
Singkatnya, Lorenzo kini lebih termotivasi daripada musim-musim sebelumnya. Ia ingin mempertahankan gelar dunianya untuk pertama kali. Menurutnya, melakukan evaluasi dan perbaikan diri sendiri merupakan kunci utama untuk meraih targetnya.
Saya tak hanya fokus pada hasil. Menjadi juara dunia jelas merupakan alasan utama mengapa kami semua ada di MotoGP. Namun untuk menggapainya, lebih baik fokus memperbaiki titik lemah diri sendiri, lanjutnya. Pebalap bergantung kepada motor, tim, dan keberuntungan. Namun meningkatkan performa diri sendiri memunculkan kesempatan terbaik untuk mencapai target.
Lorenzo pun mengaku evaluasi performa diri sendiri telah membuahkan hasil. Dirinya kini bisa tampil konsisten di seluruh sirkuit penyelenggara balapan.
Dulu saya selalu mengalami kesulitan di beberapa sirkuit, namun kini saya lebih konsisten di semua sirkuit. Pebalap selalu belajar, bahkan pada hari-hari di mana catatan waktu memburuk, pungkasnya. [initial]
Source: Crash.net (cn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















