Masih Belajar, Johann Zarco Temukan Kemiripan dengan Jorge Lorenzo di Ducati 2017
Anindhya Danartikanya | 29 Januari 2021 10:43
Bola.net - Usai terpuruk dengan KTM, tak pelak lagi MotoGP 2020 berjalan lebih baik bagi Johann Zarco, mengingat ia tampil lebih kompetitif bersama Ducati dan Esponsorama Racing. Namun, ia juga mengakui performa dan hasilnya tak terlalu konsisten, dan proses belajar ini ia akui mirip dengan proses belajar Jorge Lorenzo di Ducati pada 2017.
Pada 2017, musim perdananya di Ducati Team, Lorenzo sejatinya sangat cepat, tapi tak bisa mempertahankan ritme pada paruh kedua balapan. Ia hanya meraih tiga podium dan paceklik kemenangan. Pada 2018, ia akhirnya menemukan 'klik' dengan Ducati. Ia seketika tampil garang dan konsisten, sebelum dirundung cedera kaki dan tangan.
Hal ini cukup mirip dengan Zarco sepanjang 2020. Dengan Desmosedici GP19, ia tampil kuat dalam sesi latihan dan kualifikasi, namun ritmenya tak menjanjikan dalam sesi balap. Alhasil, ia hanya sekali naik podium. Untungnya, ia masih dapat kepercayaan dari Ducati, yang tahun ini meletakkannya di Pramac Racing dan memberinya GP20.
Jack Miller Bikin Johann Zarco Optimistis
"Mungkin ada kemiripan antara proses belajar saya dan Jorge. Memang benar, saat Jorge di Ducati, ia start dengan baik, tapi lalu mundur. Saya nyaris sama. Tapi jika lihat Jack (Miller) pada akhir 2019, ia juga sangat kuat, cepat di sesi latihan, dan tetap finis dengan baik. Ia melakukannya lagi pada akhir 2020," ujar Zarco via Crash.net, Kamis (28/1/2021).
"Jadi, saya tahu sangat memungkinkan untuk menjaga ritme balap. Tapi saya juga tahu mungkin ada beberapa hal yang harus diubah pada gaya balap saya. Namun, saya juga bisa bilang ada beberapa hal positif dari gaya balap saya yang ingin saya pertahankan. Saya rasa ini hanya soal menemukan cara mencocokkannya dengan motor kami," lanjutnya.
Juara dunia Moto2 2015 dan 2016 ini juga sangat meyakini bahwa mempertahankan ritme balap tak hanya bisa ia lakukan lewat pemilihan ban lunak. Ia yakin setup ideal dari motornya juga harus dicari. Jika pada akhirnya ketemu, maka kombinasi antara gaya balap dan karakter Desmosedici mungkin baru akan menyatu dengan baik.
Gaya Balap dan Motor Makin Menyatu, Namun Belum Sempurna
"Ini tak hanya soal memilih ban yang lebih lunak. Saya rasa kami juga harus bekerja keras mencari setup yang lebih baik pada suspensi, agar kami juga bisa mengendalikan pemakaian ban. Saya rasa ini adalah kombinasi antara gaya balap dan motor saya yang belum cocok sempurna," ungkap rider asal Prancis ini.
"Namun, kombinasi ini makin menyatu, karena setidaknya saya kompetitif di tiap latihan. Jadi, kami menuju arah yang baik, meski belum cukup untuk meraih hasil memuaskan. Jadi, atas alasan-alasan ini, saya bisa senang. Satu-satunya hal yang bikin kecewa adalah tak punya potensi masuk lima besar," pungkas Zarco.
Zarco akan mengendarai Desmosedici GP20 dengan Pramac Racing dalam uji coba pramusim MotoGP Qatar pada 6-7 dan 10-12 di Sirkuit Losail, dilanjutkan dengan dua pekan balap beruntun di trek yang sama pada 26-28 Maret dan 2-4 April. Sembari menanti, ia pun fokus berlatih dengan motor superbike Ducati Panigale V4S.
Sumber: Crashnet
Video: Maverick Vinales Jatuhkan Diri dalam Kecepatan Tinggi di MotoGP Styria
Baca Juga:
Petronas Yamaha SRT 'Tak Sengaja' Pamer Corak Baru Motor Valentino Rossi
Dorna Sports Dukung MiniGP World Series, Program Junior Menuju MotoGP
Fabio Quartararo: Punya Mental Tangguh, Lewis Hamilton Panutan Semua Atlet
Jorge Martin Tekad Bekuk Bastianini-Marini demi Jadi Debutan Terbaik MotoGP 2021
Kawinkan 3 Gelar dengan Jorge Martin, Johann Zarco Pede Pramac Makin Sukses
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Minggu 9 Agustus 2026
Otomotif 9 Agustus 2026, 07:50
-
Akhirnya Naik Podium Tertinggi di ARRC 2026, Wahyu Nugroho Girang Bukan Kepalang
Otomotif 8 Agustus 2026, 15:33
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Sabtu 8 Agustus 2026
Otomotif 8 Agustus 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



