'Motor CRT Bukan Motor untuk MotoGP!'
Editor Bolanet | 4 Februari 2014 15:00
- Mantan pebalap Aspar, Randy de Puniet mengaku tak terlalu menyukai kategori CRT yang sempat diberlakukan di MotoGP pada tahun 2012-2013, meski selama dua musim terakhir ia mengendarai motor CRT buatan Aprilia.
Rekan setimnya di Aspar tahun lalu, Aleix Espargaro bahkan sukses menjadi juara dunia CRT dalam dua musim beruntun. Meski begitu, de Puniet yang kini menjadi test rider Suzuki MotoGP yakin motor itu tak cukup baik untuk menyaingi motor pabrikan.
Suzuki adalah motor pabrikan, sementara CRT mendapat pengaruh dari superbike. Yang jelas, keduanya berbeda dari segala aspek, termasuk mesin, girboks dan elektroniknya, ujarnya. CRT bukan motor MotoGP meski Aleix tampil sangat baik tahun lalu. Jika membandingkannya dengan motor pabrikan, maka ada perbedaan besar.
Mulai tahun ini, kategori CRT digantikan oleh kategori Open, di mana setiap pebalap akan mendapat jatah 12 mesin per musim, serta 24 liter bahan bakar dan ban yang lebih lunak dari para pebalap pabrikan.
Saya rasa MotoGP telah mengambil keputusan tepat dalam membawa kategori Open, karena beberapa di antaranya telah mendekati motor pabrikan. Motor Open memiliki empat liter bahan bakar lebih banyak dan juga ban yang lebih lunak untuk mempersempit jarak. Ini solusi yang baik untuk membuat MotoGP tetap kompetitif, tutup de Puniet. [initial]
Sumber: Crash.net (cn/kny)
Rekan setimnya di Aspar tahun lalu, Aleix Espargaro bahkan sukses menjadi juara dunia CRT dalam dua musim beruntun. Meski begitu, de Puniet yang kini menjadi test rider Suzuki MotoGP yakin motor itu tak cukup baik untuk menyaingi motor pabrikan.
Suzuki adalah motor pabrikan, sementara CRT mendapat pengaruh dari superbike. Yang jelas, keduanya berbeda dari segala aspek, termasuk mesin, girboks dan elektroniknya, ujarnya. CRT bukan motor MotoGP meski Aleix tampil sangat baik tahun lalu. Jika membandingkannya dengan motor pabrikan, maka ada perbedaan besar.
Mulai tahun ini, kategori CRT digantikan oleh kategori Open, di mana setiap pebalap akan mendapat jatah 12 mesin per musim, serta 24 liter bahan bakar dan ban yang lebih lunak dari para pebalap pabrikan.
Saya rasa MotoGP telah mengambil keputusan tepat dalam membawa kategori Open, karena beberapa di antaranya telah mendekati motor pabrikan. Motor Open memiliki empat liter bahan bakar lebih banyak dan juga ban yang lebih lunak untuk mempersempit jarak. Ini solusi yang baik untuk membuat MotoGP tetap kompetitif, tutup de Puniet. [initial]
Sumber: Crash.net (cn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klasemen Sementara Moto3 2026 Usai Grand Prix Amerika di Circuit of The Americas
Otomotif 30 Maret 2026, 01:00
LATEST UPDATE
-
Nonton Live Streaming Liga Italia: Milan vs Atalanta
Liga Italia 10 Mei 2026, 22:48
-
Otomotif 10 Mei 2026, 20:04

-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 10 Mei 2026, 20:04
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Grand Prix Prancis di Le Mans
Otomotif 10 Mei 2026, 20:03

















