Ogah Komentar Soal Kawasaki, Tito Rabat Ingin Tetap di MotoGP
Anindhya Danartikanya | 12 Juli 2019 16:00
Bola.net - Pebalap Reale Avintia Racing, Tito Rabat, memang santer diisukan tengah menjalani negosiasi dengan Kawasaki Racing Team untuk turun di WorldSBK 2020. Meski begitu, juara dunia Moto2 ini justru mengaku lebih ingin bertahan di MotoGP, demikian yang dilansir oleh Tutto Motori.
Usai tampil gemilang di Moto2, Rabat justru mengalami banyak kesulitan sejak turun di MotoGP pada 2016 lalu. Tak dapat dukungan yang baik dari Marc VDS Honda, ia pindah ke Avintia-Ducati pada 2018 dan langsung nyaman mengendarai motor Desmosedici.
Sayang, awal kerja sama yang manis tersela oleh cedera parah pada lutut kanan Rabat, yang ia dapat usai terhantam motor Honda milik Franco Morbidelli di Silverstone, Inggris, tahun lalu. Hingga kini, ia belum bisa kembali ke performa terdahulunya.
Akibatnya, Avintia pun bertekad melepasnya akhir musim nanti, dan menggantinya dengan rider muda dari Moto2. Ironisnya, Karel Abraham yang tertinggal dari performa Rabat musim ini, berpeluang bertahan hanya karena memiliki kontrak sampai akhir 2020.
Persaingan Sengit Bikin MotoGP Sulit

Jika benar-benar membela Kawasaki dan turun di WorldSBK, maka Rabat akan bertandem dengan empat kali juara dunia, Jonathan Rea, dan menggantikan posisi Leon Haslam.
Rabat sendiri mengakui bahwa persaingan di arena Grand Prix, terutama MotoGP, tidaklah mudah. Apalagi persaingan di antara pebalap dan tim semakin sengit. Dukungan atau kesalahan sekecil apa pun bakal berdampak besar dalam ajang ini.
"MotoGP kejuaraan yang sulit, di mana semua pebalap sangat berdekatan, hingga kesalahan sekecil apa pun membuat Anda, yang tadinya ada di 10 besar, langsung menjadi yang terbuncit. Jadi MotoGP sangatlah rumit, dan semuanya harus tepat," ungkapnya.
MotoGP Timbulkan Beban Besar
Rabat sendiri tak mau berkomentar soal gosip negosiasinya dengan Kawasaki. Rider Spanyol berusia 30 tahun ini justru menegaskan ingin bertahan di MotoGP, meski mengakui bahwa status prestisius yang disandang kejuaraan tersebut membuat para rider memiliki beban mental yang cukup besar.
"Saya ingin bertahan di sini. Ducati membantu kami. Kami dapat lebih banyak dukungan. Kami bisa kompetitif dan bertarung di posisi 10 besar. Tapi MotoGP memang sulit, Anda menghabiskan banyak waktu jauh dari rumah. Ada beban besar di sini. Jika Anda melakukan semua hal dengan benar, hanya ada imbalan kecil untuk kepuasan diri," pungkasnya.
Mulai musim lalu, MotoGP memiliki 19 seri balap dalam satu musim, dan bisa bertambah menjadi 20 pada tahun depan. Sementara itu, WorldSBK, meski menyajikan tiga balapan dalam satu pekan balap, hanya memiliki 13 seri per musim.
Baca Juga:
Simon: Bantu Maverick Vinales Berpikir Tenang Itu Susah!
Wakili Portugal di MotoGP, Oliveira Ogah Disamakan dengan Ronaldo
Assen Paling Mengejutkan, Quartararo Tunggu Lawan Marquez-Rossi
Debut MotoGP Gemilang, Quartararo Akui Masih Belajar Tenang
Rakit Motor Terbaik, Cara Honda Bikin Marc Marquez Tenang
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil FP1 Moto2 Hungaria 2026: Manuel Gonzalez dan David Alonso Memimpin
Otomotif 5 Juni 2026, 15:45
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














