Petrucci: Saya dan Crutchlow Sukses Dobrak Stereotip MotoGP
Anindhya Danartikanya | 11 Juni 2019 13:50
Bola.net - Pebalap Mission Winnow Ducati, Danilo Petrucci, mengaku bahwa dirinya dan Cal Crutchlow berhasil mendobrak stereotip MotoGP, di mana para rider yang tak pernah turun di kelas Grand Prix yang lebih ringan takkan pernah bisa meraih kemenangan di MotoGP. Hal ini ia sampaikan lewat MotoGP.com.
Petrucci berhasil meraih kemenangan perdananya di MotoGP dalam pekan balap di Mugello, Italia, dua pekan lalu. Kemenangan ini pun dirayakan oleh banyak penghuni paddock, termasuk para rivalnya, mengingat 'kisah tak biasa' yang dimiliki rider 28 tahun tersebut.
Perjalanan Petrucci ke MotoGP diketahui cukup unik, karena ia datang dari ajang Superstock dan tak pernah turun di GP125/Moto3 dan GP250/Moto2. Awal kariernya di MotoGP juga tak mudah, bahkan ia sempat ingin pensiun pada akhir 2014, sebelum digaet oleh Ducati lewat Pramac Racing pada 2015.
"Jika melihat ke belakang, mungkin banyak orang yang percaya bahwa saya takkan pernah meraih kemenangan di MotoGP. Tapi saya satu-satunya orang yang tahu bahwa situasinya tidak seperti itu. Sayalah orang pertama yang menanyakan hal itu pada diri saya sendiri," ujarnya.
Tak Pernah Turun di Kelas Lebih Ringan
Kemenangan Petrucci di Mugello ini juga sebagai tanda dirinya mengikuti jejak rider LCR Honda Castrol, Cal Crutchlow. Sama seperti Petrucci, ia tak pernah turun di kelas Grand Prix yang lebih ringan, dan justru datang dari WorldSBK.
Selama 15 tahun terakhir, terhitung hanya ada tujuh rider yang sukses meraih kemenangan di MotoGP tanpa pernah turun di kelas balap yang lebih ringan, yakni Makoto Tamada, Nicky Hayden, Troy Bayliss, Chris Vermeulen, Ben Spies, Crutchlow dan Petrucci.
"Seperti Cal, saya tak pernah menyerah, dan kami menunjukkan bahwa Anda bisa menang di MotoGP meski tanpa 'rute klasik'. Dengan usaha tinggi, dedikasi, semangat, dan ambisi, Anda bisa mewujudkannya," ungkap Petrucci.
Kemenangan Kurangi Beban
Petrucci juga menyatakan bahwa kemenangannya di Mugello menimbulkan rasa lega luar biasa, karena berhasil membuktikan kepada diri sendiri bahwa ia bisa tampil kompetitif di ajang balap motor terakbar di dunia.
"Jelas kemenangan itu mengurangi beban saya. Kini saya merasa lebih 'ringan' karena saya terbukti bisa cepat dan kompetitif, dan saya ingin melanjutkan level performa ini di sisa musim. Saya jadi sadar apa yang bisa saya lakukan, tapi ekspektasi saya tidak berubah," pungkasnya.
Menjelang MotoGP Catalunya, Spanyol di Sirkuit Barcelona-Catalunya akhir pekan nanti, Petrucci pun tengah berada di peringkat keempat pada klasemen pebalap dengan koleksi 82 poin, tertinggal 21 poin dari sang tandem, Andrea Dovizioso yang ada di peringkat kedua.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
-
Hasil Kualifikasi Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Sabet Pole Position!
Otomotif 24 Oktober 2026, 09:49
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





