Ramon Forcada 'Curhat' Soal Kerja Bareng Maverick Vinales
Anindhya Danartikanya | 13 November 2018 12:20
Bola.net - - Usai sembilan musim mendampingi Jorge Lorenzo, Ramon Forcada pun bekerja sama dengan Maverick Vinales di Movistar Yamaha MotoGP sejak 2017. Masa-masa awal mereka bekerja sama cukup indah, merebut tiga kemenangan di lima seri pertama. Meski begitu, seiring berjalannya waktu, hubungan profesional mereka pun menurun drastis.
Vinales sempat mengalami paceklik kemenangan lebih dari satu tahun, terhitung sejak Le Mans, Prancis 2017. Ia dan Forcada diketahui kerap cekcok, baik di dalam garasi maupun lewat media massa. Vinales bahkan berkali-kali blak-blakan ingin mengganti Forcada dengan Esteban Garcia mulai musim depan.
Keinginan Vinales pun dikabulkan oleh Yamaha; ia akan digandengkan dengan Garcia, sementara Forcada dipindahkan ke Petronas Sprinta Yamaha Racing untuk mendampingi Franco Morbidelli. Uniknya, Vinales dan Forcada akhirnya mengakhiri masa puasa kemenangan di Phillip Island, Australia bulan lalu.
"Tim kami bekerja dengan baik. Motor yang tadinya tampak seperti bencana, kini bekerja dengan baik. Perjalanan menuju musim depan sudah lebih jelas. Ketika motor kami seperti 'bencana', kami meraih sembilan podium. Motor kami jelas tak bisa menang, tapi tak terlalu buruk," ujar Forcada kepada Corsedimoto.
Karakter Vinales Mengganjal
Forcada sendiri tak memungkiri bahwa hubungannya dengan Vinales kerap memanas musim ini, namun menyatakan bahwa situasi macam ini juga dipengaruhi oleh kekuatan mentalitas pebalap. "Jika seorang pebalap mudah turun kepercayaan dirinya, maka sangat sulit membuat motornya bekerja dengan baik," ungkapnya.
"Tapi jika ridernya berpikir positif, motornya akan memberikan perasaan yang baik. Pada intinya, semua detail motor, semua detail kecil akan memberikan kepercayaan diri pada rider, dan jika ridernya lebih positif, maka kesulitan akan teratasi," lanjut pria asal Spanyol ini.
Perilaku Tergantung 'Feeling'
Tak hanya itu, Forcada juga menyatakan bahwa Yamaha juga harus menyediakan motor yang baik untuk pebalap, agar si pebalap tetap 'senang'. "Perilaku pebalap sangat tergantung pada feeling-nya. Saat situasinya tak sesuai ekspektasi, perilakunya juga 'terjun bebas'. Jadi hasil yang peroleh semakin tak berarti," tuturnya.
"Ini juga tergantung karakter pebalap. Ada pebalap yang, meski motornya buruk, dia tetap bekerja keras, dan ada pula pebalap yang selalu berpikir negatif. Hal ini tak bisa diubah," pungkas Forcada.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Berpotensi Tetap Bela Aprilia di MotoGP 2027, Motor Terbaik Setelah Ducati
Otomotif 19 Januari 2026, 10:10
-
Jorge Martin Pede 100% Bugar di Balapan Pertama MotoGP 2026, Ingin Segera Menang Lagi
Otomotif 17 Januari 2026, 18:16
LATEST UPDATE
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
LATEST EDITORIAL
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19











