Repsol Honda Soal Alex Marquez: Jangan Lihat Nama Belakangnya
Anindhya Danartikanya | 19 November 2019 09:45
Bola.net - Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, angkat bicara soal alasan pihaknya menggaet Alex Marquez sebagai pengganti Jorge Lorenzo di MotoGP 2020. Kepada Crash.net, Puig mengaku pertimbangan soal Alex telah dilakukan sejak mereka menerima kabar dari Lorenzo soal keputusannya untuk pensiun.
Alex dan Johann Zarco merupakan dua kandidat, namun Honda baru memutuskan opsi dijatuhkan kepada Alex pada 'jam-jam terakhir'. Puig juga menjelaskan alasan pihaknya tak menggaet salah satu rider LCR Honda. "Jika ingin bikin semuanya simpel, gantikan saja rider yang pergi dari tim yang ditinggalkan," ujarnya.
Puig juga menyatakan bahwa menggaet Alex yang berusia 23 tahun, juga sesuai dengan program Honda Racing Corporation (HRC) untuk mencari rider muda. Kebetulan, tiga rider Honda lainnya sudah tak lagi begitu muda, yakni Marc Marquez (26), Cal Crutchlow (34), dan Takaaki Nakagami (27).
Sesuai dengan Program Honda
"Benar bahwa Honda mencoba menemukan rider untuk masa depan, yakni generasi muda. Jadi kami pun memberi Alex kesempatan ini, berdasar fakta bahwa ia juara dunia Moto2 yang baru, masih muda, dan kami yakin ini bisa jadi peluang baik untuknya," ungkapnya.
Puig juga mengingatkan banyak pihak untuk tak semata-mata menilai Alex dari nama belakangnya, mengingat ia adik kandung dari Marc. Pria asal Spanyol ini meyakini, juara dunia Moto2 seperti Alex memang layak mendapat kesempatan turun di tim pabrikan.
"Jika Anda tak mementingkan namanya, saya rasa semua rider yang meraih gelar dunia memang layak dapat kesempatan macam ini. Satu-satunya faktor yang tak biasa hanyalah nama belakangnya," ujar eks manajer Dani Pedrosa ini.
Beban Terbesar Alex Bukanlah Marc
Puig juga mengaku telah meyakinkan Alex bahwa beban terbesarnya di MotoGP bukanlah fakta bahwa dirinya adik dari seorang delapan kali juara dunia, melainkan tingkat kesulitan teknis dan persaingan di kelas tertinggi.
"Saya rasa beban Alex bukanlah kisah hidupnya, melainkan tingkat kesulitan kategori ini. Itulah masalah terbesarnya. MotoGP adalah kelas yang sangat rumit dan Anda harus bisa menahan beban yang tercipta dari fakta Anda balapan di kejuaraan ini," tuturnya.
"Tapi ini bukan tahap 'beban', melainkan tahap belajar bagi Alex. Ia harus memahami ban, dan meningkatkan level performanya dengan tipe motor ini. Beban akan jadi faktor sekunder," pungkas Puig yang juga akan mendampingi Alex dalam uji coba pascamusim di Valencia, Spanyol, 19-20 November.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dani Pedrosa Pensiun Jadi Wildcard di MotoGP, Merasa Waktunya Sudah Lewat
Otomotif 21 April 2026, 11:16
-
MAXi Race Sukses Ramaikan Sidrap di Seri Perdana Yamaha Cup Race 2026
Otomotif 21 April 2026, 10:30
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Spanyol 2026 di Vidio, 24-26 April 2026
Otomotif 21 April 2026, 08:24
LATEST UPDATE
-
Timnas Argentina: Siapa Saja yang Hampir Pasti Masuk Skuad Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 23 April 2026, 01:00
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37













