Rival Bebuyutan: Ini yang Disesali Dovizioso Soal Simoncelli
Anindhya Danartikanya | 8 Januari 2018 15:05
Bola.net - - Meski dikenal sangat sengit bertarung dengan Jorge Lorenzo di GP125 dan GP250, Andrea Dovizioso sejatinya punya rival yang lebih sengit lagi, dan ia adalah mendiang Marco Simoncelli. Kedua rider Italia ini tak saling suka sejak anak-anak, dan kerap cekcok saat keduanya bertarung di kejuaraan yang sama.
Meski begitu, rivalitas mereka yang panas justru tak terlihat saat sama-sama turun di MotoGP. Mereka kembali bertemu saat SuperSic turun di kelas tertinggi pada 2010 dan sama-sama membela Honda, namun keduanya diketahui jarang saling bicara. Kepada Il Giornale, Dovizioso pun bernostalgia soal masa-masa rivalitasnya dengan Simoncelli.
Saya dan Marco sudah jadi rival sengit sejak usia 7 tahun. Rivalitas yang tak menyenangkan. Kami seperti anjing dan kucing. Ia agresif dan gegabah, sementara saya begitu tenang. Kami punya hidup berbeda, ia suka main-main dan menyenangkan, sementara saya selalu serius. Kami tak pernah cocok, tapi selalu ada rasa hormat karena kami tahu kami sama-sama rider kuat, ujarnya.
Uniknya, Dovizioso merasa sangat kehilangan ketika Simoncelli meninggal dunia usai kecelakaan tragis di MotoGP Malaysia 2011 silam. Rider Ducati Corse ini mengaku sampai menangis karena berduka, dan akhirnya memutuskan untuk hadir dalam upacara persemayaman Simoncelli di Cattolica, Italia, serta bertemu dengan kedua orang tuanya.
Hal aneh terjadi pada saya saat Marco meninggal. Saya selalu ingat kami tak pernah bisa jadi teman, kami bahkan tak bicara satu sama lain... tapi saya menangis. Saya yang tak pernah menangis, justru berlinang air mata. Atas alasan ini, saya pergi ke rumah Marco, bertemu ayah dan ibunya. Padahal saya punya hubungan yang jauh lebih buruk dengan ayahnya, ungkapnya.
Saya ingat hari itu, kami berhadapan satu sama lain dan bertukar pandang, dan kami paham satu sama lain. Untuk pertama kalinya, usai bertahun-tahun, kami sadar kami telah dijauhkan oleh kompetisi dan rivalitas. Untuk pertama kalinya kami benar-benar punya hubungan nyata. Sejak itu, hubungan baik terjalin, lanjut DesmoDovi.
Runner up MotoGP 2017 ini pun menyesal karena terlambat menyadari Simoncelli memiliki arti mendalam baginya. Menakjubkan bagaimana kehidupan mendorong Anda ke arah yang selama ini tak Anda percayai. Kini usai semua yang terjadi, saya melihat Marco dengan cara berbeda dibanding dulu. Sayangnya, semua sudah terlambat, pungkas Dovizioso.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













