Rossi: Stoner Benci Saya Sejak Laguna Seca 2008
Editor Bolanet | 12 Desember 2012 19:00
- Valentino Rossi yakin bahwa pebalap yang baru saja pensiun dari MotoGP, Casey Stoner mulai membencinya setelah mengalami kekalahan di Sirkuit Laguna Seca, Amerika Serikat tahun 2008 silam.
Balapan tersebut merupakan titik balik dari jalannya MotoGP musim 2008. Stoner yang kala itu masih membela Ducati mendominasi sesi latihan dan kualifikasi, namun Rossi mengendarai Yamaha mengalahkannya di sesi balap.
Rossi juga melakukan manuver yang cukup kontroversial dan sempat dikritik pedas oleh rivalnya tersebut, yakni saat pebalap Italia tersebut menyalip di jalur dalam tikungan Corkscrew.
Beberapa lap kemudian, Stoner terjatuh di tikungan terakhir dan finis 13 detik di belakang Rossi. Stoner tidak senang atas manuver tersebut dan menolak jabatan tangan Rossi ketika keduanya berada di parc ferme. Sejak itu, hubungan mereka tidak cukup baik.
Casey mulai membenci saya karena ia kalah. Setelahnya, ia selalu membicarakan masa lalu, yakni balapan di Laguna Seca itu. Ini karena ia tidak cukup jantan untuk memahami bahwa saat itu ia kalah! ujar Rossi baru-baru ini kepada majalah Legends milik Dainese.
Pada tahun yang sama, Rossi mampu meraih gelar dunianya yang kedelapan dan yang kesembilan pada tahun 2009. Setahun setelahnya, pebalap berusia 33 tahun itu dirundung cedera patah kaki pasca kecelakaan di MotoGP Italia. Merenungkan peristiwa tersebut, Rossi mengaku di era evolusi MotoGP ini para pebalap kini menjadi terlalu 'serius' dan tak mau bersenang-senang.
Pada beberapa tahun terakhir, olahraga ini menjadi terlalu serius, begitu juga dengan para pebalapnya. Dulu, balapan bukan hanya tentang keberanian. Kini semua orang lebih serius dan sangat atletis. Mereka melakukan diet dan berlatih fisik sesering mungkin. Mereka tidak menjalani kehidupan dengan normal. Saya rasa, bersenang-senang juga penting, lanjut Rossi.
Belum kembali meraih kemenangan sejak tahun 2010, Rossi yang dua tahun terakhir membela Ducati akan kembali ke Yamaha musim depan. Ia akan kembali bertandem dengan rival beratnya yang lain, Jorge Lorenzo.
Saat memulai musim depan, The Doctor akan berusia 34 tahun. Meski begitu ia mengaku masih ketagihan untuk menang. Perasaan saat meraih kemenangan sangatlah berbeda dengan hal-hal lainnya. Kemenangan bagaikan candu. Inilah alasan utama saya untuk membalap. Sayangnya, perasaan itu hanya bertahan 3-4 jam. Keesokan harinya, anda akan menginginkannya lagi. Tak akan ada habisnya, pungkas Rossi. [initial]
Source: Crash.net (cn/kny)
Balapan tersebut merupakan titik balik dari jalannya MotoGP musim 2008. Stoner yang kala itu masih membela Ducati mendominasi sesi latihan dan kualifikasi, namun Rossi mengendarai Yamaha mengalahkannya di sesi balap.
Rossi juga melakukan manuver yang cukup kontroversial dan sempat dikritik pedas oleh rivalnya tersebut, yakni saat pebalap Italia tersebut menyalip di jalur dalam tikungan Corkscrew.
Beberapa lap kemudian, Stoner terjatuh di tikungan terakhir dan finis 13 detik di belakang Rossi. Stoner tidak senang atas manuver tersebut dan menolak jabatan tangan Rossi ketika keduanya berada di parc ferme. Sejak itu, hubungan mereka tidak cukup baik.
Casey mulai membenci saya karena ia kalah. Setelahnya, ia selalu membicarakan masa lalu, yakni balapan di Laguna Seca itu. Ini karena ia tidak cukup jantan untuk memahami bahwa saat itu ia kalah! ujar Rossi baru-baru ini kepada majalah Legends milik Dainese.
Pada tahun yang sama, Rossi mampu meraih gelar dunianya yang kedelapan dan yang kesembilan pada tahun 2009. Setahun setelahnya, pebalap berusia 33 tahun itu dirundung cedera patah kaki pasca kecelakaan di MotoGP Italia. Merenungkan peristiwa tersebut, Rossi mengaku di era evolusi MotoGP ini para pebalap kini menjadi terlalu 'serius' dan tak mau bersenang-senang.
Pada beberapa tahun terakhir, olahraga ini menjadi terlalu serius, begitu juga dengan para pebalapnya. Dulu, balapan bukan hanya tentang keberanian. Kini semua orang lebih serius dan sangat atletis. Mereka melakukan diet dan berlatih fisik sesering mungkin. Mereka tidak menjalani kehidupan dengan normal. Saya rasa, bersenang-senang juga penting, lanjut Rossi.
Belum kembali meraih kemenangan sejak tahun 2010, Rossi yang dua tahun terakhir membela Ducati akan kembali ke Yamaha musim depan. Ia akan kembali bertandem dengan rival beratnya yang lain, Jorge Lorenzo.
Saat memulai musim depan, The Doctor akan berusia 34 tahun. Meski begitu ia mengaku masih ketagihan untuk menang. Perasaan saat meraih kemenangan sangatlah berbeda dengan hal-hal lainnya. Kemenangan bagaikan candu. Inilah alasan utama saya untuk membalap. Sayangnya, perasaan itu hanya bertahan 3-4 jam. Keesokan harinya, anda akan menginginkannya lagi. Tak akan ada habisnya, pungkas Rossi. [initial]
Source: Crash.net (cn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Pembalap Muda Incaran Valentino Rossi untuk MotoGP 2027, Pilihan yang Sulit!
Otomotif 27 Januari 2026, 16:06
LATEST UPDATE
-
Saran untuk Lamine Yamal: Jangan Banyak Bicara
Liga Spanyol 17 April 2026, 09:45
-
Sudah Tersingkir dari UCL, Barcelona Masih Ajukan Protes ke UEFA
Liga Champions 17 April 2026, 09:15
-
Prediksi Inter vs Cagliari 18 April 2026
Liga Italia 17 April 2026, 09:08
-
Saran untuk Liverpool: Pecat Arne Slot dan Pilih Xabi Alonso
Liga Inggris 17 April 2026, 09:07
-
Man City vs Arsenal: Demi Juara, Arteta Diminta Cadangkan Viktor Gyokeres
Liga Inggris 17 April 2026, 08:45
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 17 April 2026, 08:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00








