Stoner Sempat Ingin Boyong Pimpinan Ducati ke Honda
Editor Bolanet | 19 Maret 2013 09:00
- Bulan November 2012 lalu, Filippo Preziosi ditarik dari jabatannya sebagai General Manager Ducati Corse. Pria Italia itupun memutuskan untuk mengundurkan diri setelah 19 tahun mengabdi kepada pabrikan tersebut karena alasan kesehatan.
Casey Stoner yang pernah membalap untuk Ducati selama empat tahun dan meraih gelar dunia pada tahun 2007, mengaku tak senang atas keputusan Ducati menarik jabatan Preziosi.
Ducati membuat beberapa kesalahan. Dengan besar dana yang digunakan dalam periode Valentino Rossi, saya rasa mereka bisa menang lebih sering. Mereka pikir, 'Kita sukses meraih hasil baik bersama Stoner, dan akan lebih baik lagi jika bersama Valentino', ujar Stoner.
Menurut pebalap yang kini berkompetisi di V8 Supercar itu, Preziosi adalah teknisi Ducati yang sangat handal. Preziosi lah otak dari proyek mereka sejak bergabung di MotoGP pada tahun 2003 silam.
Ada juga kalanya mereka tak memiliki gairah balap yang besar. Menghapus Preziosi merupakan pilihan buruk. Ia merupakan teknisi yang fantastis dan membuat proyek dari nol, yakni proyek yang dimenangkan dengan potensi yang tak terlihat, lanjut Stoner.
Pebalap Australia inipun mengaku sempat ingin memboyong Preziosi ketika hengkang ke Repsol Honda pada akhir 2010. Ketika pindah ke Honda, saya memboyong seluruh kru, karena saya tahu kami bisa kembali menang. Andai saja bisa, kala itu saya juga akan membawanya, tuntas juara dunia MotoGP 2007 dan 2011. (twb/kny)
Casey Stoner yang pernah membalap untuk Ducati selama empat tahun dan meraih gelar dunia pada tahun 2007, mengaku tak senang atas keputusan Ducati menarik jabatan Preziosi.
Ducati membuat beberapa kesalahan. Dengan besar dana yang digunakan dalam periode Valentino Rossi, saya rasa mereka bisa menang lebih sering. Mereka pikir, 'Kita sukses meraih hasil baik bersama Stoner, dan akan lebih baik lagi jika bersama Valentino', ujar Stoner.
Menurut pebalap yang kini berkompetisi di V8 Supercar itu, Preziosi adalah teknisi Ducati yang sangat handal. Preziosi lah otak dari proyek mereka sejak bergabung di MotoGP pada tahun 2003 silam.
Ada juga kalanya mereka tak memiliki gairah balap yang besar. Menghapus Preziosi merupakan pilihan buruk. Ia merupakan teknisi yang fantastis dan membuat proyek dari nol, yakni proyek yang dimenangkan dengan potensi yang tak terlihat, lanjut Stoner.
Pebalap Australia inipun mengaku sempat ingin memboyong Preziosi ketika hengkang ke Repsol Honda pada akhir 2010. Ketika pindah ke Honda, saya memboyong seluruh kru, karena saya tahu kami bisa kembali menang. Andai saja bisa, kala itu saya juga akan membawanya, tuntas juara dunia MotoGP 2007 dan 2011. (twb/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Casey Stoner Peringatkan Para Rider MotoGP: Marc Marquez Bakal Jadi Juara Dunia 2025
Otomotif 8 November 2024, 16:10
-
Casey Stoner: Marc Marquez Masih Rider Terbaik, Tapi Juara Bareng Ducati Nggak Semudah Itu!
Otomotif 14 Desember 2023, 13:58
-
Casey Stoner Dukung Marc Marquez ke Ducati: Tapi Mungkin Dia Lebih Senang di Honda
Otomotif 14 Desember 2023, 12:54
-
Casey Stoner Kritik Ducati: Nggak Usah Pakai Team Order, Bikin Pembalap Stres!
Otomotif 6 November 2023, 15:55
LATEST UPDATE
-
Dua Monster Gol Liga Champions, Bayern Munchen dan PSG!
Liga Champions 6 Mei 2026, 19:49
-
3 Tahun Gila Lamine Yamal: Messi Kalah Jauh di Usia yang Sama!
Liga Spanyol 6 Mei 2026, 19:19
-
Tanpa Pelatih dan Tanpa Harapan? Chelsea Terpuruk di Akhir Musim
Liga Inggris 6 Mei 2026, 17:47
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Atletico Madrid
Editorial 5 Mei 2026, 21:55
-
4 Pemain yang Bisa Dibeli Kembali Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 4 Mei 2026, 22:18












