Valentino Rossi Sadari Perubahan Tren Gaya Balap di MotoGP
Anindhya Danartikanya | 11 November 2019 11:55
Bola.net - Sebagai rider tertua di grid MotoGP, Valentino Rossi mengaku kembali menyadari adanya perubahan tren gaya balap di antara para rivalnya, terutama para pebalap papan atas. Hal ini dinyatakan Rossi kepada Motorsport.com usai finis keempat memperebutkan podium dengan Andrea Dovizioso di Sepang, Malaysia, pekan lalu.
Rider Monster Energy Yamaha ini belum juga kembali menang sejak MotoGP Belanda 2017, yang berarti dirinya telah melewati 46 balapan tanpa kemenangan. Ini adalah losing streak terpanjangnya selama ia berkarier di Grand Prix sejak 1996 lalu. Paceklik ini bahkan lebih buruk dari masa-masanya membela Ducati.
Tak hanya itu, ia juga 'konsisten' berada di bawah bayang-bayang sang tandem, Maverick Vinales, dan debutan Petronas Yamaha SRT. Sepanjang musim ini, Rossi baru meraih dua podium, sementara Vinales meraih tujuh podium termasuk dua kemenangan, dan Quartararo mengoleksi enam podium.
Para Rider Makin Jago Adaptasi
The Doctor pun yakin hal ini disebabkan para rider yang bertarung di papan atas kini punya gaya balap yang lebih 'fleksibel', mampu beradaptasi dengan perubahan sekecil dan sebesar apa pun, termasuk di area elektronik dan ban. Tahun ini, atas beberapa alasan, gaya balap para rider papan atas mengalami kemajuan," tuturnya.
"Tampaknya dengan elektronik baru dan ban berbeda, Anda harus berkendara dengan cara lain demi cari limit performa. Anda juga harus mengerem dengan cara berbeda. Contohnya, pakai rem belakang. Saya sendiri coba melaju cepat tanpa menekan ban belakang. Ini awal sebuah era, awal yang besar bagi semua orang," lanjutnya.
Meski begitu, sembilan kali juara dunia ini masih yakin bahwa masalah terbesarnya justru terletak pada motor YZR-M1 sendiri. Motor itu ia yakini masih punya isu serius pada grip ban belakang, dan menyebutnya tak ada progres signifikan, meski mengakui adanya kemajuan pada sektor elektronik dan akselerasi.
Tetap Keluhkan Grip dan Top Speed
"Kami telah memperbaiki motor di area elektronik dan akselerasi, atas alasan ini kami jadi sedikit lebih kompetitif. Soal beban ban belakang, kami lebih buruk dari Honda dan Ducati. Beberapa rider seperti saya paling disulitkan oleh hal ini, sementara yang tidak terlalu terpengaruh, seperti Fabio," ujarnya.
"Tapi pada akhirnya kami semua agak kesulitan dalam balapan. Selain itu kami selalu tertinggal soal top speed di trek lurus. Tapi kami akan tetap begini sampai akhir tahun. Secara umum, motor kami sudah lebih baik, jadi kita lihat saja nanti apakah kami bisa meneruskan tren positif ini," pungkas Rossi.
Rossi akan kembali turun lintasan dalam MotoGP Valencia, Spanyol, yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo pada 15-17 November. Ini akan jadi balapan terakhirnya bersama sang crew chief, Silvano Galbusera, yang posisinya akan digantikan David Munoz musim depan.
Baca Juga:
- Depak Jonas Folger dari Program Uji Coba, Yamaha Minta Maaf
- Gemilang di MotoGP, Fabio Quartararo Akui Hidupnya Berubah Dramatis
- Meriahnya Perayaan Gelar Marc dan Alex Marquez Bareng Penduduk Cervera
- Jadwal Siaran Langsung: MotoGP Valecnia, Spanyol 2019
- Bos LCR Takjub Johann Zarco Langsung Nyaman di Honda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Toprak Razgatlioglu Kunjungi SMK di Jakarta Bareng Yamaha Jelang Debut di MotoGP 2026
Otomotif 20 Januari 2026, 15:29
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:34

-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Malam Gemilang Vinicius Junior, Bungkam Siulan Bernabeu
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:17
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





