Yamaha Prediksi MotoGP 2024 Sengit dan Rumit Karena Banyak Rider Tak Punya Kontrak
Anindhya Danartikanya | 29 Februari 2024 13:03
Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, meyakini bahwa persaingan MotoGP 2024 bakal sangat sengit di dalam trek dan rumit di luar trek. Pasalnya, ada 19 pembalap dan 3 tim independen yang tak punya kontrak untuk musim 2025. Alhasil, semua orang akan berlomba-lomba tampil baik.
Hanya tiga rider yang punya kontrak 2025, yakni Brad Binder, Luca Marini, dan Johann Zarco. Namun, Pecco Bagnaia dan Pedro Acosta punya jaminan besar akan dipertahankan masing-masing oleh Ducati dan KTM. Dua rider Yamaha, Fabio Quartararo dan Alex Rins, kontraknya habis akhir musim nanti.
Di lain sisi, tiga tim satelit yang tak punya kontrak 2025 adalah Pramac Racing, LCR Team, dan VR46 Racing Team. Yamaha sendiri tak menutup-nutupi fakta bahwa mereka ingin kembali memiliki tim satelit pada 2025, mengingat mereka ditinggalkan oleh RNF Racing pada akhir 2022.
Seru di Dalam Trek, Ruwet di Luar Trek

"Ada 18-19 pembalap tanpa kontrak untuk tahun depan. Ada empat yang punya, yang saya rasa adalah Binder, dan saya yakini Acosta, Zarco, dan Marini," ungkap Jarvis kepada Crash.net pada Selasa (27/2/2024).
"Jadi, bakal superseru di trek, menonton semua balapan, dan bakal super rumit di luar trek, karena Anda juga punya tiga tim satelit tanpa kontrak [dengan pabrikan] untuk 2025, yang jelas-jelas adalah Pramac, LCR, dan VR46," lanjutnya.
Jarvis sangat ingin mempertahankan Quartararo, yang sudah menjadi pembalapnya sejak 2021, dan juga Rins, yang baru bergabung musim ini tetapi diharapkan bisa menjalin kolaborasi jangka panjang. Namun, Jarvis juga sadar Yamaha punya PR menumpuk demi mewujudkan hal ini.
Harus Yakinkan Para Rider dan Calon Tim Satelit

"Kami harus meyakinkan niatan kami, serta kapasitas dan kemampuan kami untuk masa depan. Baik bagi tim satelit maupun bagi para rider, kami harus kompetitif. Jika tidak 100% kompetitif tahun ini, kami harus meyakinkan bahwa dengan investasi kami, kami bisa membuat progres," tutur Jarvis.
Di lain sisi, Quartararo sendiri sudah berulang kali menjatuhkan ultimatum kepada Yamaha, mensinyalir bahwa ia akan hengkang jika performa YZR-M1 tak segera mengalami lonjakan signifikan. Meski begitu, saat ini ia mengaku belum mau banyak omong soal penilaian motornya dan potensi masa depannya.
"Saya 100% fokus pada pekerjaan. Saya rasa Yamaha telah mengalami kemajuan besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Soal masa depan saya, saya akan ambil waktu, tetapi tentu ini bakal jadi keputusan yang sangat penting," pungkas juara dunia MotoGP 2021 ini.
Sumber: Crashnet
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs PSIM 3 April 2026
Bola Indonesia 2 April 2026, 19:43
LATEST UPDATE
-
Jadwal Proliga 2026 Hari Ini, Jumat 3 April 2026: Ada LavAni vs Garuda Jaya
Voli 3 April 2026, 11:08
-
Jika Brasil Bisa Punya Ancelotti, Mengapa Italia Tak Ambil Mourinho?
Piala Dunia 3 April 2026, 10:30
-
Roberto Mancini Bidik Kursi Pelatih Timnas Italia Lagi
Piala Dunia 3 April 2026, 10:00
-
Dusan Vlahovic Ingin Bertahan di Juventus, Negosiasi Masih Tersendat
Liga Italia 3 April 2026, 09:30
-
Roberto De Zerbi Tegaskan Siap Bertahan di Tottenham Meski Terdegradasi
Liga Inggris 3 April 2026, 08:00
-
Arne Slot Minta Liverpool Tampil Maksimal Lawan Manchester City
Liga Inggris 3 April 2026, 07:30
-
Gianluigi Buffon Resmi Mundur dari Timnas Italia, Ikuti Jejak Gravina
Piala Dunia 3 April 2026, 05:54
LATEST EDITORIAL
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45











