Zeelenberg: Gaya Balap Mirip, Quartararo Lebih Baik dari Lorenzo
Anindhya Danartikanya | 17 September 2019 12:35
Bola.net - Gaya balap Fabio Quartararo disebut-sebut mirip dengan Jorge Lorenzo saat masih membela Yamaha. Meski begitu, Manajer Tim Petronas Yamaha SRT, yang juga pernah jadi pelatih balap Lorenzo, Wilco Zeelenberg, melihat perbedaan besar di antara keduanya. Hal ini ia sampaikan kepada Motor Sport Magazine.
Bersama Yamaha, Lorenzo mengoleksi tiga gelar, 44 kemenangan, dan 39 pole. Sebagai debutan, Quartararo belum mencapai prestasi itu, namun ia langsung mampu konsisten bertarung di papan atas, bahkan nyaris merebut kemenangan beberapa kali musim ini, termasuk di MotoGP Misano akhir pekan lalu.
"Fabio mengendarai Yamaha dengan cara yang sama dengan Jorge. Ia sangat memercayai ban depan, jauh melebihi rider Yamaha lainnya. Inilah yang menciptakan perbedaan karena ia bisa membelokkan motor lebih baik dari yang lain dengan setup yang sama," ungkap Zeelenberg.
Kelebihan Quartararo dibanding Lorenzo adalah tetap mampu berkendara sangat cepat dalam kondisi trek yang gripnya sangat rendah sekalipun, seperti dalam sesi latihan ketiga MotoGP Misano, Sabtu (14/9/2019), di mana Quartararo mencatat waktu tercepat meski sempat tampak kesulitan mengendalikan M1.
Quartararo Tetap Cepat Saat Grip Rendah

"Itulah beda Fabio dan Jorge: pada dasarnya Fabio tak peduli. Kadang ia mengendarai motor terlalu berlebihan seperti Marc Marquez demi menemukan limit. Ia mengendalikannya dan tak mengeluh. Bahkan saat kecelakaan, ia tak pernah meminta kami mengubah apa pun," ujar Zeelenberg yang juga mantan pebalap.
Keunggulan El Diablo ini sangat tampak selama di Misano, yang gripnya terkenal sangat rendah, ditambah cuaca panas. Hal ini membuat treknya licin, namun Quartararo satu-satunya rider yang stabil sepanjang akhir pekan, bahkan memimpin balapan selama 24 lap sebelum tersalip Marquez pada lap terakhir.
"Beberapa tikungan sangat licin, terutama Tikungan 1, 2, dan 4. Dulu, Jorge kesulitan, karena ia ingin motor melaju mulus dan bereaksi seperti yang ia mau: tanpa gerakan. Fabio tak peduli soal ini. Jika licin, ia mengendalikannya dan melewatinya dengan baik. Jorge tak pernah bisa melakukannya: tanpa grip, ia sulit membelok," jelas Zeelenberg.
Juga Berbeda dari Maverick Vinales
Pebalap yang kerap disebut-sebut punya gaya balap yang mirip dengan Lorenzo adalah Maverick Vinales. Meski begitu, uniknya Quartararo tetap sering tampil lebih baik dan garang ketimbang Vinales dan pebalap Yamaha lainnya. Zeelenberg, yang pernah bekerja dengan Vinales, punya penjelasan sendiri.
"Fabio punya tinggi dan berat badan yang berbeda, juga gaya yang berbeda. Normalnya, Maverick lebih kesulitan ketika motornya berat, sementara Fabio tetap bisa mengendarainya. Maverick selalu tampil baik pada bagian akhir balapan, yakni ketika motor makin ringan dan mengerem lebih baik," tutup pria Belanda ini.
Menjelang MotoGP Aragon, Spanyol, akhir pekan ini, Quartararo duduk di peringkat 7 pada klasemen pebalap dengan 112 poin. Secara matematis, rider 20 tahun ini bahkan masih punya peluang untuk duduk di peringkat 3, karena dengan enam seri tersisa, ia hanya tertinggal 39 poin dari Danilo Petrucci (Ducati Team).
Sumber: Motor Sport Magazine
Baca Juga:
Takkan Jajal KTM 2020 di Aragon, Zarco Masih Bidik Test Rider
Dovizioso: Kondisi Tak Mendukung untuk Serang Rossi-Morbidelli
Tak Pikirkan Zarco, Repsol Honda Tantang Lorenzo untuk Pulih Total
Rossi: Quartararo-Vinales Cepat Bukan Karena Perangkat Baru
MotoGP Ingin Gelar 22 Seri, Opini Para Pebalap Campur Aduk
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
-
Ducati Tak Gentar Aprilia Siapkan Team Order untuk Jorge Martin di MotoGP Australia 2026
Otomotif 23 Oktober 2026, 16:09
-
Pembalap Aprilia Bantah Ada Rapat Bahas Team Order untuk Jorge Martin: Hanya Minum Kopi
Otomotif 22 Oktober 2026, 23:46
LATEST UPDATE
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
-
Toni Kroos dan Dani Carvajal soal Strategi Berani Jose Mourinho di El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:37
-
Dukungan buat Trent Alexander-Arnold untuk Kembali ke Liverpool
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:32
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





