3 Kandidat Pengganti Lionel Messi sebagai Nomor 10 Argentina

Gia Yuda Pradana | 3 September 2026 13:13
3 Kandidat Pengganti Lionel Messi sebagai Nomor 10 Argentina
Pemain Argentina Lionel Messi (kiri) membasuh muka dengan air saat rekan setimnya Julian Alvarez melihat ke arahnya dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Swiss di Kansas City, Missouri, Sabtu, 11 Juli 2026 (c) AP Photo/Ed Zurga

Bola.net - Lionel Messi resmi mengakhiri kiprahnya bersama Timnas Argentina setelah lebih dari dua dekade menjadi pusat permainan La Albiceleste. Keputusan tersebut meninggalkan ruang besar di lini serang Argentina yang harus segera menemukan sosok baru untuk mengemban peran penting tersebut.

Messi menutup karier internasional dengan catatan luar biasa, yakni 125 gol dalam 207 penampilan. Ia juga membawa Argentina meraih dua gelar Copa America dan satu trofi Piala Dunia, sekaligus menjadi figur utama dalam kesuksesan generasi terakhir.

Advertisement

Dalam pernyataan emosionalnya, Messi mengakui keputusan tersebut tidak mudah baginya. "Itu adalah keputusan yang menyakitkan, dan masih menyakitkan sampai ke dasar hati saya, tetapi saya memahami bahwa ini adalah waktu yang tepat."

Argentina kini harus mulai membangun era baru tanpa pemain yang memberikan kontribusi besar selama bertahun-tahun. Julian Alvarez, Giuliano Simeone, dan Nico Paz menjadi tiga nama yang memiliki peluang untuk mengambil peran sentral setelah kepergian Messi.

1 dari 3 halaman

Julian Alvarez Jadi Kandidat Utama

Julian Alvarez Jadi Kandidat Utama

Pemain Argentina Julian Alvarez (9) merayakan gol dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Swiss di Kansas City, Missouri, Sabtu, 11 Juli 2026 (c) AP Photo/Jeff Roberson

Julian Alvarez menjadi kandidat paling jelas untuk memimpin Argentina setelah era Messi berakhir. Penyerang Atletico Madrid tersebut memiliki pengalaman besar di level klub dan tim nasional, termasuk ketika tampil bersama Messi di lini depan.

Pada Piala Dunia terakhir, Alvarez mencetak satu gol dalam kemenangan atas Swiss pada perempat final. Kemampuannya pun telah terbukti di level klub setelah mencatat 17 gol dan empat assist dalam 30 penampilan sebagai starter di La Liga pada musim pertamanya bersama Atletico.

Alvarez juga pernah menjadi bagian penting Manchester City sebelum pindah ke Atletico pada Agustus 2024. Penyerang berusia 26 tahun itu kemungkinan akan mendapat tanggung jawab lebih besar ketika Argentina memulai era baru pada Copa America 2028.

2 dari 3 halaman

Giuliano Simeone Siap Naik Level

Giuliano Simeone Siap Naik Level

Pemain Inggris Anthony Gordon (kiri) coba melewati pemain Argentina Giuliano Simeone (kanan) dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Lynne Sladky

Giuliano Simeone juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi figur penting Argentina. Putra bungsu pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, itu mulai mendapatkan tempat setelah mencetak gol dalam kemenangan 4-1 atas Brasil pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Simeone kemudian tampil dalam tiga pertandingan penting Argentina di Piala Dunia, termasuk semifinal dan final. Kemampuannya bermain di sisi kanan serta kombinasi bersama Messi menunjukkan bahwa ia memiliki karakter yang dapat berguna dalam sistem baru Argentina.

Performa Simeone di Atletico juga semakin menjanjikan setelah tampil menentukan melawan Villarreal. Ia mencetak satu gol dan satu assist untuk membantu Atletico yang bermain dengan 10 pemain mengamankan hasil imbang 2-2.

3 dari 3 halaman

Nico Paz Jadi Proyek Jangka Panjang

Nico Paz Jadi Proyek Jangka Panjang

Selebrasi Nico Paz (kiri) di laga uji coba antara Argentina vs Mauritania, Sabtu (28/03/2026). (c) AP Photo/Gustavo Garello

Nico Paz menjadi kandidat dengan prospek paling menarik untuk jangka panjang. Gelandang serang berusia 21 tahun itu mendapatkan pengalaman berharga dengan berlatih dan bermain bersama Messi dalam turnamen besar.

Paz tampil sebagai pemain pengganti Messi saat menghadapi Aljazair pada pertandingan pembuka Piala Dunia. Ia kemudian menjadi starter ketika Argentina menghadapi Yordania dan berperan sebagai pengatur serangan di belakang Alvarez serta Lautaro Martinez.

Paz menjalani musim yang produktif bersama Como dengan torehan 12 gol dan enam assist. Musim ini menjadi kesempatan penting baginya karena Como akan tampil untuk pertama kalinya di Liga Champions.

Pengalaman di kompetisi Eropa level tertinggi dapat mempercepat perkembangan Paz sebagai pemain kreatif. Argentina memang tidak akan menemukan pengganti yang benar-benar setara dengan Messi, tetapi kombinasi Alvarez, Simeone, dan Paz dapat menjadi fondasi untuk era berikutnya.

Sumber: Sports Illustrated

LATEST UPDATE