Alasan Jude Bellingham Lolos Kartu Merah usai Tutupi Mulut saat Bicara dengan Jordan Ayew
Gia Yuda Pradana | 24 Juni 2026 19:51
Bola.net - Jude Bellingham menjadi pusat perbincangan setelah laga imbang tanpa gol antara Inggris dan Ghana di Piala Dunia 2026. Gelandang Inggris itu tertangkap kamera menutupi mulut saat berbicara dengan Jordan Ayew.
Momen tersebut langsung memicu perdebatan karena FIFA kini memiliki regulasi baru terkait tindakan menutupi mulut saat berbicara di lapangan. Aturan itu bahkan dapat berujung kartu merah jika dianggap sebagai bagian dari konfrontasi.
Meski demikian, Jude Bellingham tetap melanjutkan pertandingan tanpa hukuman. Keputusan wasit ini menimbulkan pertanyaan dari banyak pihak mengenai konsistensi penerapan aturan baru tersebut.
Alasannya ternyata tidak sesederhana gestur menutupi mulut semata. FIFA menilai konteks percakapan menjadi faktor utama sebelum menjatuhkan sanksi.
Aturan Baru FIFA soal Menutupi Mulut

FIFA memperkenalkan aturan baru pada Piala Dunia 2026 yang memungkinkan pemain diusir jika sengaja menutupi mulut saat berbicara dengan lawan. Regulasi ini dibuat untuk meningkatkan akuntabilitas dan menjaga respek di lapangan.
Aturan tersebut mendapat dorongan dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, setelah kasus yang melibatkan Gianluca Prestianni. Pemain Benfica itu menerima larangan bermain enam laga akibat tindakan homofobik pada awal tahun.
Infantino menjelaskan alasan di balik kebijakan itu. “Ini soal respek. Ini soal teladan yang harus kita berikan. Jika Anda tidak menyembunyikan apa pun, Anda tidak perlu menutupi mulut saat berbicara dengan seseorang.”
Mengapa Jude Bellingham Tidak Dihukum?
Meski Jude Bellingham terlihat menutupi mulut saat berbicara dengan Ayew, tindakan itu tidak otomatis melanggar aturan. FIFA hanya menghukum gestur tersebut jika terjadi dalam situasi panas atau konfrontatif.
Kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina, sudah memberi penjelasan sebelum turnamen dimulai. Ia menegaskan pemain tetap boleh menutupi mulut ketika berbicara dalam percakapan santai.
“Pemain tetap bisa menutupi mulut dengan lengan atau jersey karena mereka bisa saja berbicara dengan teman. Jika percakapannya bersifat ramah, itu tidak menjadi masalah.”
Dalam kasus Jude Bellingham dan Ayew, ofisial menilai tidak ada permusuhan yang terlihat. Percakapan mereka dianggap sebagai diskusi taktis biasa atau obrolan santai antarpemain.
Karena tidak ada indikasi konflik, VAR tidak memiliki dasar untuk melakukan intervensi. Situasi itu berbeda jauh dari kasus yang melibatkan Miguel Almiron.
Kontroversi Lain dan Ketegangan di Pinggir Lapangan

Almiron menjadi pemain pertama yang menerima kartu merah akibat pelanggaran aturan ini saat membela Paraguay melawan Turki. Ia menutupi mulut ketika berbicara dengan Mert Muldur di tengah keributan besar.
Wasit menilai gestur itu sebagai upaya menyembunyikan ucapan ofensif. Akibatnya, Almiron diganjar kartu merah dan hukuman larangan bermain satu pertandingan.
Jude Bellingham juga terlibat ketegangan lain saat laga kontra Ghana berlangsung. Ia sempat beradu argumen dengan pelatih Ghana, Carlos Queiroz, pada jeda babak pertama.
Queiroz mengklaim Bellingham melontarkan kata-kata kasar setelah duel keras dengan Jerome Opoku. Setelah pertandingan, Queiroz juga mengkritik VAR dengan komentar pedas.
“Saya tidak yakin VAR masih bekerja di Piala Dunia. Mereka sangat beruntung. Sekali lagi, VAR pergi minum kopi. Itu penalti yang jelas, kartu merah.”
Sumber: GOAL
Klasemen Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Vinicius Junior Fokus Bersinar di Bawah Jose Mourinho, Abaikan Rumor Arsenal
Liga Spanyol 5 Agustus 2026, 13:13
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
Galatasaray Gencar Rayu Rafael Leao, Victor Osimhen Ikut Bantu
Liga Italia 5 Agustus 2026, 10:43
LATEST UPDATE
-
Dusan Vlahovic Resmi Gabung Besiktas, Begini Pesan Perpisahannya untuk Juventus
Liga Eropa Lain 14 Agustus 2026, 12:15
-
Tottenham Tertarik Cody Gakpo, Liverpool Hadapi Masalah Kedalaman Skuad
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 11:45
-
Djed Spence Tiba di Italia, Segera Rampungkan Transfer ke Inter Milan
Liga Italia 14 Agustus 2026, 11:23
-
Pengaruh Miralem Pjanic di Balik Kepindahan Kerim Alajbegovic ke Juventus
Liga Italia 14 Agustus 2026, 11:17
-
Michael Carrick Ungkap Dampak Positif Piala Dunia bagi Kobbie Mainoo
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 11:15
-
Eva Carneiro Tanggapi Jose Mourinho dan John Terry soal Kontroversi Chelsea 2015
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 11:04
-
Michael Carrick Kirim Pesan Tegas ke Man United: Masih Butuh Tambahan Pemain
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 10:45
-
Arsenal Mulai Negosiasi Victor Osimhen dengan Galatasaray
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 10:15
-
Curtis Jones Bisa Ikuti Jejak Roberto Firmino Jika Tinggalkan Liverpool
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 10:05
-
Napoli Capai Kesepakatan untuk Rekrut Bek Chelsea
Liga Italia 14 Agustus 2026, 09:45
-
Bagaimana Evaluasi Ruben Amorim Pengaruhi Aktivitas Transfer AC Milan
Liga Italia 14 Agustus 2026, 09:15
-
Jeremy Doku Resmi Perpanjang Kontrak di Manchester City hingga 2031
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 09:15
-
Dari Juara Premier League ke League One, Leicester City Kini Dijual
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 08:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59




