Bisa Bikin Gennaro Gattuso Naik Pitam, Negara Amerika Selatan Ini Bisa Lolos ke Piala Dunia 2026 Walau 10 Kali Kalah di Kualifikasi
Gia Yuda Pradana | 18 November 2025 18:38
Bola.net - Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi pembahasan hangat di Eropa setelah Timnas Italia hanya finis sebagai runner-up Grup I. Tim asuhan Gennaro Gattuso gagal mengamankan tiket otomatis setelah tertinggal enam poin dari Timnas Norwegia. Kondisi ini menempatkan Italia dalam situasi tidak ideal, terutama karena statistik mereka sejatinya cukup kompetitif.
Italia sempat menjaga asa lewat kemenangan 2-0 atas Moldova. Akan tetapi, harapan itu runtuh ketika mereka dipaksa menyerah 1-4 dari Norwegia di San Siro. Hasil tersebut membuat Italia harus bersiap melalui babak play-off, sedangkan Norwegia melenggang mulus menuju turnamen utama.
Situasi ini memunculkan perdebatan mengenai format terbaru Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang kini memberikan jatah lebih banyak bagi negara dari luar Eropa. Gattuso menilai bahwa sistem saat ini tidak seimbang dan berpotensi merugikan tim-tim Eropa yang level kompetisinya jauh lebih ketat.
Dalam pernyataannya seusai laga kontra Moldova, Gattuso menegaskan bahwa skema kualifikasi saat ini tidak adil bagi negara-negara dengan kompetisi ketat di setiap pertandingan. Menurutnya, keberhasilan tidak lagi sekadar dihitung melalui konsistensi performa.
Format Baru Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang Dipermasalahkan Gattuso

Gattuso membandingkan sistem saat ini dengan era sebelumnya yang lebih ketat, tetapi dinilai adil. “Pada 1994 hanya ada dua tim Afrika yang tampil di Piala Dunia, sekarang jumlahnya semakin banyak dan terus berkembang,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Pada masa saya, hanya juara grup dan runner-up terbaik yang lolos langsung. Kami meraih 18 poin, memenangkan enam pertandingan, tetapi masih harus memainkan dua laga tambahan. Itu terasa tidak benar.”
Pernyataan tersebut sejalan dengan meningkatnya jatah peserta dari berbagai konfederasi. UEFA kini memiliki 16 tempat, CAF memperoleh sembilan, AFC delapan, sedangkan CONMEBOL dan CONCACAF masing-masing enam. Sementara itu, OFC untuk pertama kalinya mendapatkan jatah langsung yang diamankan Selandia Baru.
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Paraguay Lolos, Italia Tertahan

Di Amerika Selatan, format kompetisi menggunakan sistem liga penuh dengan total 18 laga. Argentina, Ekuador, Kolombia, Uruguay, Brasil, dan Paraguay sukses merebut enam tiket langsung. Menariknya, Paraguay hanya meraih tujuh kemenangan dari 18 laga, tetapi tetap melaju, sesuatu yang memicu perbandingan dengan Italia.
Sementara itu, Italia yang memenangkan enam dari tujuh laga awal justru masih harus memperebutkan tiket melalui play-off. Ketidakseimbangan ini memunculkan pertanyaan: apakah format baru lebih inklusif, atau justru mereduksi nilai kompetitif?
Bolivia, Kisah Gila di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Amerika Selatan

Lebih mengejutkan lagi, Timnas Bolivia masih berpeluang tampil di Piala Dunia meski menelan 10 kekalahan. Enam kemenangan mereka cukup untuk lolos ke babak play-off antarkonfederasi. Bolivia akan bersaing bersama Kongo, Kaledonia Baru, satu wakil AFC, dan dua tim dari CONCACAF untuk memperebutkan dua tiket terakhir.
FIFA dikabarkan akan memilih Meksiko sebagai tuan rumah play-off dengan pertandingan yang dipusatkan di Monterrey dan Guadalajara. Formatnya menggunakan dua bagan berisi tiga tim, di mana pemenang tiap bagan berhak lolos.
Dengan drama yang belum selesai, perjalanan menuju Piala Dunia 2026 tidak hanya menyisakan pertanyaan soal prestasi, melainkan juga keadilan dalam sistem kompetisi. Dunia sepak bola tampaknya sepakat bahwa babak kualifikasi edisi ini layak masuk dalam kategori salah satu yang paling unik sepanjang sejarah.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- AC Milan dan Kutukan Striker: Analisis Data, Realita, dan 3 Penyebab Utama Macetnya Produktivitas Gol
- Derby della Madonnina: Mentalitas dan Kualitas Modric, Faktor Pembeda bagi AC Milan
- Pengganti Vlahovic di Laga Fiorentina vs Juventus: Saatnya Penyerang Alternatif Ini Tunjukkan Kualitas
- Juventus cuma Punya 1 Gelandang Top: Analisis, Masalah Struktural, Agenda Transfer
- Juventus Butuh Regista: Tuntutan Spalletti yang Tak Bisa Ditawar
- Mesin Gol Belum Berkarat: Lewandowski Bukan Cadangan, Barcelona Masih Membutuhkannya!
- Barcelona Resmi Kembali ke Camp Nou untuk Laga La Liga Akhir Pekan Ini: Momen Bersejarah Usai Renovasi
- Dampak Besar Transfer Nico Paz: 3 Diuntungkan dan 2 Dirugikan jika Real Madrid Membawanya Pulang
- Real Madrid Siap Ambil Risiko? Xabi Alonso Pertimbangkan Transfer Striker West Ham
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rapor Pemain Barcelona vs Levante: Cancelo Gemilang, De Jong Memukau
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 05:31
-
Man of the Match AC Milan vs Parma: Mariano Troilo
Liga Italia 23 Februari 2026, 02:59
LATEST UPDATE
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
-
Tottenham vs Arsenal: Viktor Gyokeres Akhirnya Menjelma jadi Monster
Liga Inggris 23 Februari 2026, 13:49
-
Pecco Bagnaia Komentari Tim Pilihannya di MotoGP 2027, Ikuti Insting dan Pilih yang Terbaik
Otomotif 23 Februari 2026, 13:33
-
Tembus 964 Gol! Cristiano Ronaldo Kian Dekati 1.000, Catat Rekor Baru
Asia 23 Februari 2026, 13:25
-
Barcelona Menang Besar atas Levante, Jules Kounde: Tidak Semudah Kelihatannya!
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 10:53
-
Ada Apa dengan Marc Marquez? Kurang Fokus, Picu 3 Kecelakaan di Tes MotoGP Thailand 2026
Otomotif 23 Februari 2026, 10:52
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09












