Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026

Asad Arifin | 11 Agustus 2026 15:40
Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
FILE - Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) menganugerahi Presiden Donald Trump dengan Penghargaan Perdamaian FIFA (FIFA Peace Prize) saat drawing Piala Dunia 2026 di Kennedy Center di Washington, 5 Desember 2025 (c) AP Photo/Chris Carlson, File

Bola.net - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan dukungan terbuka kepada Presiden FIFA Gianni Infantino yang tengah mendapat tekanan akibat kontroversi FIFA Forward Enterprise (FFE). Trump bahkan menilai FIFA akan melakukan kesalahan fatal jika mengganti Infantino dari jabatannya.

Dukungan tersebut muncul setelah UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan Concacaf mengkritik keras proses di balik rencana FFE. Ketiga konfederasi menilai Infantino telah mengkhianati kepercayaan mereka melalui proses yang dinilai tidak transparan.

Advertisement

FFE merupakan rencana pembentukan perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial dan penjualan tiket kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Dalam proposal tersebut, sekitar 20 persen saham perusahaan akan ditawarkan kepada investor swasta.

Thrive Eternal disebut sebagai salah satu kelompok investor yang diusulkan untuk FFE. Perusahaan tersebut didirikan Joshua Kushner, saudara Jared Kushner yang merupakan menantu Trump, sehingga rencana tersebut semakin mendapat sorotan.

1 dari 2 halaman

Trump Tegaskan Dukungan kepada Infantino

Trump Tegaskan Dukungan kepada Infantino

Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) dan Presiden Donald Trump (tengah) memberikan ucapan selamat kepada pemain Spanyol Lamine Yamal (19) setelah laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina, 19 Juli 2026 (c) AP Photo/Jacquelyn Martin

Trump menyampaikan dukungannya melalui media sosial ketika posisi Infantino tengah menjadi sorotan. Ia menilai pergantian presiden FIFA justru akan merugikan organisasi tersebut setelah keberhasilan Piala Dunia 2026.

"FIFA akan melakukan kesalahan fatal jika, karena alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino," tulis Trump di media sosial.

"Dia sosok yang luar biasa; dia baru saja memimpin penyelenggaraan Piala Dunia paling sukses, bahkan empat kali lipat lebih sukses, yang pernah ada. Jika dia pergi, ajang ini tidak akan pernah lagi sesukses atau semenguntungkan itu."

Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen tersebut menjadi panggung besar bagi FIFA di bawah kepemimpinan Infantino, sekaligus memperkuat hubungan antara sang presiden FIFA dan Trump.

2 dari 2 halaman

Kontroversi FFE Jadi Ujian Infantino

Kontroversi FFE Jadi Ujian Infantino

Presiden FIFA, Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers di stadion Mexico City jelang pembukaan Piala Dunia 2026, 10 Juni 2026. (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Tekanan terhadap Infantino tidak semata-mata berkaitan dengan rencana bisnis FFE. UEFA, AFC, dan Concacaf mempersoalkan proses pengambilan keputusan karena menganggap mereka tidak mendapatkan konsultasi yang memadai sebelum proposal tersebut mencuat ke publik.

FIFA sebelumnya menjelaskan bahwa FFE dirancang untuk mengoptimalkan aset komersial dan meningkatkan pendapatan yang dapat digunakan untuk pengembangan sepak bola. Namun, rencana melepas sebagian saham kepada investor swasta memunculkan kekhawatiran terkait tata kelola dan kontrol atas aset komersial FIFA.

Hubungan dekat Infantino dengan Trump juga membuat dukungan tersebut menjadi perhatian. Pada Desember 2025, Infantino memberikan FIFA Peace Prize pertama kepada Trump dalam acara pengundian Piala Dunia 2026 di Washington.

Karena itu, dukungan Trump menjadi modal politik tambahan bagi Infantino ketika menghadapi tekanan dari sejumlah konfederasi. Namun, persoalan utama tetap berada di internal FIFA: bagaimana Infantino memulihkan kepercayaan dan memastikan proses pengambilan keputusan organisasi berlangsung transparan.

Sumber: BBC Sport