Dua Kali Gagal ke Piala Dunia, Italia Kini Bertaruh Segalanya di Play-off Lawan Bosnia

Richard Andreas | 31 Maret 2026 13:43
Dua Kali Gagal ke Piala Dunia, Italia Kini Bertaruh Segalanya di Play-off Lawan Bosnia
Starting XI Timnas Italia saat melawan Irlandia Utara di semifinal playoff Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Italia kembali berada di persimpangan jalan. Raksasa sepak bola dunia itu akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina dalam final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu 1 April 2026 dini hari WIB.

Pertandingan ini menjadi laga hidup-mati, yaitu pemenangnya langsung merebut tiket ke putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Advertisement

Bagi Italia, pertandingan ini memiliki makna jauh lebih besar daripada sekadar satu tiket turnamen. La Nazionale sedang berusaha mengakhiri penantian panjang yang sudah berlangsung selama 12 tahun sejak terakhir kali tampil di Piala Dunia 2014 di Brasil.

1 dari 5 halaman

Trauma Dua Kegagalan Piala Dunia

Trauma Dua Kegagalan Piala Dunia

Selebrasi Sandro Tonali usai mencetak gol di laga Italia melawan Irlandia Utara di semifinal playoff Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Sebagai juara dunia empat kali, absennya Italia dari dua edisi terakhir Piala Dunia menjadi luka yang belum sepenuhnya sembuh.

Pada kualifikasi 2018, mereka tersingkir di babak play-off setelah kalah dari Swedia. Empat tahun kemudian, mimpi kembali hancur ketika secara mengejutkan dikalahkan Makedonia Utara pada play-off menuju Qatar 2022.

Dua kegagalan beruntun itu membuat tekanan terhadap tim nasional semakin besar. Generasi pemain saat ini tumbuh tanpa pengalaman tampil di Piala Dunia, dan bagi sebagian pemain senior, kesempatan menuju turnamen 2026 bisa menjadi peluang terakhir mereka.

Situasi tersebut menciptakan atmosfer tegang di sekitar tim. Media Italia bahkan menilai musuh terbesar La Nazionale bukan hanya Bosnia, melainkan rasa takut akan kegagalan itu sendiri. Trauma dari dua play-off sebelumnya masih membayangi mental para pemain.

2 dari 5 halaman

Langkah Terakhir Menuju Piala Dunia

Langkah Terakhir Menuju Piala Dunia

Penyerang Italia, Moise Kean (kiri) dan Francesco Pio Esposito merayakan gol ke gawang Irlandia Utara di semifinal playoff Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Italia mencapai final play-off setelah mengalahkan Irlandia Utara dengan skor 2-0 pada babak semifinal. Gol Sandro Tonali dan Moise Kean memastikan langkah tim asuhan Gennaro Gattuso tetap hidup dalam perburuan tiket ke Piala Dunia.

Namun, perjalanan mereka menuju tahap ini tidak sepenuhnya mulus. Italia sebenarnya tampil cukup baik sepanjang fase grup, tetapi dua kekalahan telak dari Norwegia memaksa mereka kembali menempuh jalur play-off untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Gattuso, yang mengambil alih tim nasional pada 2025, kini memikul tanggung jawab besar. Ia bahkan menggambarkan pertandingan melawan Bosnia sebagai “Everest” yang harus didaki timnya, mengingat besarnya tekanan dari publik Italia yang ingin melihat negaranya kembali ke panggung sepak bola terbesar dunia.

3 dari 5 halaman

Bosnia Siap Menjadi Penghalang

Bosnia Siap Menjadi Penghalang

Pelatih Italia, Gennaro Gattuso. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Di sisi lain, Bosnia dan Herzegovina juga memiliki motivasi yang sama besar. Mereka terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 2014, satu-satunya penampilan mereka di turnamen tersebut sejauh ini.

Tim asuhan Sergej Barbarez mencapai final play-off setelah menyingkirkan Wales melalui drama adu penalti. Kemenangan tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri skuad Bosnia menjelang duel melawan Italia.

Faktor tuan rumah juga bisa menjadi keuntungan bagi Bosnia. Stadion Bilino Polje dikenal memiliki atmosfer yang panas dan intimidatif, sesuatu yang bisa memberi tekanan tambahan bagi tim tamu.

4 dari 5 halaman

Segalanya Dipertaruhkan

Pertandingan di Zenica bukan sekadar laga kualifikasi biasa. Bagi Italia, ini adalah momen untuk menebus reputasi yang sempat tercoreng oleh dua kegagalan besar dalam satu dekade terakhir.

Jika berhasil menang, La Nazionale akhirnya akan kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen selama 12 tahun. Namun, jika kembali gagal, Italia akan mencatat rekor yang nyaris tak terbayangkan, yaitu tiga kali berturut-turut tidak tampil di turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Dengan sejarah besar yang dipertaruhkan dan tekanan publik yang luar biasa, duel Italia kontra Bosnia bukan hanya tentang taktik atau kualitas pemain.

Pertandingan ini juga tentang mental, keberanian, dan kemampuan sebuah negara sepak bola besar untuk bangkit dari bayang-bayang masa lalunya.

LATEST UPDATE