Gareth Southgate: Piala Dunia Masih Jadi Panggung Terbesar bagi Pesepakbola
Editor Bolanet | 8 November 2022 20:51
Bola.net - Pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate mengungkapkan bahwa turnamen Piala Dunia merupakan ajang prestisius bagi pesepak bola. Baginya, Piala Dunia masih mempertahankan tempat tertinggi bagi seorang pesepak bola untuk meraih sebuah prestasi.
Bukan tanpa alasan Southgate masih menganggap gelaran Piala Dunia merupakan sebuah tempat tertinggi di olahraga sepak bola. Mengingat, ajang tersebut merupakan salah satu wadah yang mempertemukan pemain-pemain terbaik dari seluruh dunia dalam satu kompetisi.
Itulah mengapa memenangkan Piala Dunia selalu menjadi impian terbesar seluruh pesepakbola. Saking sulitnya memenangkan turnamen ini, beberapa nama-nama besar di dunia sepak bola belum pernah mengangkat trofi emas itu.
Anggapan tersebut juga diamini oleh Gareth Southgate. Juru taktik timnas Inggris ini percaya bahwa Piala Dunia 2022 di Qatar nanti memiliki prestis yang sangat besar di dunia sepak bola.
Simak komentar Southgate selengkapnya di bawah ini.
Ajang Tertinggi
Menurut Southgate, Piala Dunia memiliki nilai-nilai yang sanggup menyatukan berbagai insan mulai dari yang tua, muda, hingga anak kecil. Terlebih, daya cakupan turnamen Piala Dunia lebih luas daripada kompetisi sepak bola Eropa.
"Piala Dunia menjangkau lebih dari penggemar sepak bola biasa. Piala Dunia mampu menyatukan keluarga mulai dari kakek-nenek hingga paman dan bibimu. Jadi tanpa ragu, saya pikir Piala Dunia masih sama spesialnya bagi para pendukung sepak bola.” kata Southgate kepada FIFA.
“Piala Dunia juga masih menjadi puncak bagi karier para pesepak bola. Liga Champions mungkin turnamen yang fantastis, tetapi menjadi salah satu dari 11 orang yang mewakili negara Anda, mewakili jutaan orang, adalah momen yang sangat membanggakan bagi siapa pun dan masih merupakan kehormatan terbesar yang dapat Anda miliki,” imbuhnya.
Tekanan Tinggi
Saat menjelaskan daya tarik unik yang dimiliki oleh turnamen Piala Dunia, Southgate juga secara tidak sengaja menyoroti beban yang dipikulnya. Ketika rakyat Inggris bersatu untuk bisa berprestasi di Qatar nanti, ia merasa ada keharusan untuk membawa The Three Lions bisa melangkah jauh di Piala Dunia 2022.
"Anda harus menerima bahwa akan ada harapan dan keinginan dari semua orang untuk melakukannya dengan baik. Dan, saya adalah penggemar timnas Inggris paling besar, jadi sama saja, ”katanya.
“Tetapi Anda juga harus memisahkannya dari fokus pada detail pekerjaan Anda dan pertanyaan tentang bagaimana kami terus berkembang sebagai satu tim," urainya.
Bersyukur Karena Tekanan
Southgate juga menyiasati bahwa olahraga sepak bola merupakan olahraga yang bisa mempermainkan sebuah emosi. Jika ia tidak sanggup mengontrol hal tersebut, hasil-hasil yang sudah ditargetkan tidak akan bisa tercapai.
"Tentu saja, sepak bola adalah olahraga yang emosional dan Anda ingin memanfaatkan emosi itu. Tetapi saya fokus pada pekerjaan saya dan tidak merasa terbebani oleh apa pun di luar itu. Jika saya duduk di sana dan memikirkan jutaan orang itu, saya hanya akan berkutat pada hal-hal yang salah.”
Southgate juga tidak pernah melupakan fakta bahwa tekanan, dalam konteks ini, adalah hak istimewa. Dia tumbuh dengan menonton Piala Dunia, memimpikan suatu hari nanti dapat terlibat, dan telah berhasil melakukannya baik di lapangan maupun di ruang ganti tim.
"Untuk pergi dari satu Piala Dunia ke Piala Dunia lainnya, itu sangat, sangat istimewa." tutur Southgate.
Sumber: FIFA
Penulis: Yoga Radyan
Baca Juga:
Gareth Southgate Ungkap Dirinya Pernah Dukung Skotlandia di Piala Dunia
4 Pemain Manchester United yang Dipanggil Timnas Brasil ke Piala Dunia 2022, Bagaimana Performanya?
Skuad Australia untuk Piala Dunia 2022: Minus Tom Rogic yang Batal Gabung Persija Jakarta
4 Penyerang Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2022 dengan Jumlah Gol tak Lebih Banyak dari Roberto Fir
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nomor 10 Argentina Setelah Lionel Messi Pensiun: Siapa yang Akan Jadi Penerusnya?
Piala Dunia 30 September 2026, 23:45
-
John Stones dan Surat Tilang yang Terlewat
Liga Italia 30 September 2026, 13:38
-
Trent Alexander-Arnold, Denzel Dumfries, dan Persaingan Bek Kanan Real Madrid yang Memanas
Liga Spanyol 30 September 2026, 12:39
-
Jude Bellingham Tampil Lebih Baik Saat Bermain dengan Amarah
Piala Eropa 30 September 2026, 12:11
-
Prediksi Inggris vs Spanyol 27 September 2026
Piala Eropa 25 September 2026, 15:10
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







