Italia Gagal ke Piala Dunia 2026: Menteri Olahraga Italia Desak Presiden FIGC Mundur!
Afdholud Dzikry | 2 April 2026 09:59
Bola.net - Timnas Italia dipastikan kembali menjadi penonton di Piala Dunia 2026 setelah tersingkir secara tragis di tangan Bosnia-Herzegovina. Kekalahan lewat adu penalti dari tim peringkat 66 dunia itu menjadi titik nadir baru bagi persepakbolaan Italia.
Menanggapi kegagalan ini, Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, secara terbuka meminta Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, mundur dari jabatannya. Ia menekankan perlunya perombakan total dalam sepak bola Italia dan memandang kepemimpinan baru sebagai langkah awal.
“Sudah jelas bagi semua orang bahwa sepak bola Italia perlu dirombak total,” tegas Abodi. “Dan proses itu harus dimulai dengan kepemimpinan baru di FIGC.”
Tekanan terhadap Gravina semakin besar setelah sebelumnya ia selamat dari kegagalan kualifikasi Piala Dunia 2022. Kini, peluangnya mempertahankan kursi presiden dianggap menipis.
Gravina Masih Berpikir, Gattuso Tak Bicarakan Masa Depan

Di tengah tekanan publik, Gravina memberi sinyal ambigu dengan menyatakan akan melakukan refleksi mendalam pekan depan. Ia juga membuka kemungkinan untuk menggelar pemilihan baru bagi posisi puncak sepak bola Italia, namun belum memberi kejelasan terkait nasibnya sendiri.
“Minggu depan kami akan membuat refleksi yang lebih dalam mengenai situasi ini,” ujar Gravina. “Ada banyak evaluasi yang perlu dipertimbangkan.”
Sementara itu, pelatih Gennaro Gattuso belum memberikan kepastian soal masa depannya. Ia menegaskan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas hal tersebut, karena fokusnya tetap pada tim yang telah berjuang keras.
“Saya sama sekali tidak tertarik berbicara tentang masa depan saya hari ini,” kata Gattuso usai laga. “Ini menyakitkan, sungguh menyakitkan. Lebih dari menyakiti saya, ini menyakitkan melihat kelompok ini yang telah memberikan segalanya.”
“Saya pikir ini terlalu reduktif dan terlalu kekanak-kanakan untuk membicarakan masa depan saya hari ini,” tegasnya.
Isyarat Tetap Dipertahankan
Meski gagal lolos ke Piala Dunia, FIGC memberi sinyal kuat agar Gattuso tetap menangani tim. Kontraknya yang berlaku hingga Piala Dunia musim panas ini sebetulnya memiliki klausul perpanjangan otomatis hingga 2028 jika Italia lolos ke turnamen di Amerika Utara.
“Saya harus memuji Gattuso. Saya pikir dia adalah pelatih yang hebat, dia adalah pelatih yang hebat, saya telah memintanya untuk tetap menangani para pemain ini,” puji Gravina.
Dukungan ini menunjukkan kursi pelatih belum akan berubah, meskipun tekanan politik terhadap FIGC terus meningkat. Gattuso mengambil alih tim setelah Luciano Spalletti dipecat menyusul kekalahan Italia di laga pembuka kualifikasi dari Norwegia tahun lalu.
Krisis Identitas Sepak Bola Italia
Kegagalan Italia tidak hanya terjadi di level tim nasional. Prestasi klub-klub Serie A di kompetisi Eropa musim ini juga menunjukkan penurunan signifikan.
Tak satu pun wakil Italia mampu menembus perempat final Liga Champions. Sejak Inter Milan menjadi juara pada 2010, tidak ada klub Italia lain yang mampu meraih trofi tertinggi Eropa.
Situasi ini menjadi indikasi kegagalan kultural. Sepak bola bagi masyarakat Italia bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari identitas nasional yang kini tercoreng.
"Sayangnya eliminasi ketiga berturut-turut dari Piala Dunia bukanlah lelucon April Mop. Ini adalah tanda bahwa sepak bola Italia telah gagal," ungkap mantan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo Ungkap Rencana Pensiun: Ini Mungkin Tahun Terakhir Saya
Bola Dunia Lainnya 17 Agustus 2026, 07:19
-
Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
Asia 12 Agustus 2026, 23:23
-
Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Agustus 2026, 15:40
-
Rodri Pilih Barcelona, Awal Keputusan Itu Ternyata Terjadi Saat Piala Dunia
Liga Spanyol 7 Agustus 2026, 20:04
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

