Kehadiran Paolo Maldini Diyakini Jadi Titik Balik Kebangkitan Timnas Italia
Asad Arifin | 13 Juli 2026 23:14
Bola.net - Timnas Italia resmi memulai babak baru setelah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menunjuk Paolo Maldini sebagai Direktur Teknik. Legenda AC Milan itu dipercaya memimpin proyek pembinaan Azzurri hingga Piala Dunia 2030.
Penunjukan Maldini menjadi salah satu keputusan paling penting yang diambil FIGC dalam beberapa tahun terakhir. Mantan kapten Italia tersebut tidak hanya bertugas memilih pelatih baru, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang sepak bola nasional.
Harapan besar pun mengiringi kehadiran pria berusia 58 tahun itu. Pengalaman panjang sebagai pemain elite dan petinggi klub dinilai menjadi modal berharga untuk membawa Italia kembali bersaing di level tertinggi.
Pandangan serupa juga disampaikan Alessandro Costacurta. Mantan bek Timnas Italia itu bahkan menilai kehadiran Maldini memiliki arti yang lebih besar dibanding sekadar menunjuk pelatih kepala baru.
Maldini Dinilai Lebih Penting daripada Pelatih Baru
Costacurta menyambut positif keputusan FIGC menunjuk Maldini sebagai Direktur Teknik. Menurut mantan rekan setimnya itu, Italia mendapatkan sosok yang memiliki integritas sekaligus pemahaman mendalam tentang sepak bola.
“Ini adalah berita bagus untuk sepak bola Italia, karena kami telah mendatangkan salah satu orang yang paling berwawasan dan tulus dalam olahraga ini,” kata mantan rekan setimnya di Milan dan Italia, Costacurta, kepada Sky Sport Italia.
Presiden FIGC Giovanni Malagò juga mengungkapkan bahwa Maldini memang menjadi pilihan utama sejak awal proses pencarian Direktur Teknik. Kini, salah satu tugas pertamanya adalah menentukan pelatih baru Timnas Italia.
“Malagò membuat pilihan terbaik. Bahkan, memilih Maldini mungkin lebih penting daripada memilih pelatih baru,” tambah Costacurta.
Duet Maldini dan Leonardo Jadi Modal Besar

Selain menunjuk Maldini, FIGC juga merekrut Leonardo sebagai konsultan teknis. Kehadiran mantan pemain dan direktur AC Milan itu diyakini akan memperkuat struktur baru yang sedang dibangun.
Costacurta menilai keduanya memiliki karakter yang berbeda, tetapi justru saling melengkapi. Perbedaan cara berpikir tersebut dinilai menjadi kekuatan dalam mengambil keputusan penting.
“Mereka memiliki karakteristik yang berbeda. Leo lebih seperti seorang pemimpi, seorang visioner, sedangkan Paolo lebih praktis, mengandalkan pengetahuan dan instingnya,” kata Costacurta.
“Hal terbaik tentang mereka adalah mereka saling mendengarkan, meskipun berawal dari ide yang berbeda, dan selalu berhasil menemukan solusi bersama," tegas legenda AC Milan itu.
Sumber: Football Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
UEFA dan Gelombang Penolakan Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara
Piala Dunia 13 Juli 2026, 18:47
LATEST UPDATE
-
Mike Maignan, Tembok Terakhir Prancis
Piala Dunia 14 Juli 2026, 06:16
-
Piala Dunia 2026: Duel Para Bintang Menuju Final
Piala Dunia 14 Juli 2026, 04:54
-
Lamine Yamal, Ulang Tahun Ke-19, dan Semifinal Kontra Prancis
Piala Dunia 14 Juli 2026, 04:26
-
Menanti Duel Pertama Lionel Messi Lawan Inggris
Piala Dunia 14 Juli 2026, 03:11
-
Paolo Maldini Mulai Revolusi Timnas Italia, Pep Guardiola jadi Pelatih?
Piala Dunia 14 Juli 2026, 01:47
-
Tersisa 6 Pemain Serie A di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia 14 Juli 2026, 00:19
-
Resmi! Manchester United Umumkan Transfer Andrey Santos dari Chelsea
Liga Inggris 13 Juli 2026, 20:20
-
PORAL 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kemampuan dan Soliditas Prajurit TNI AL
Lain Lain 13 Juli 2026, 19:49
-
Jejak Marko Simic dan Kedatangan Denis Kolinger ke Persija Jakarta
Bola Indonesia 13 Juli 2026, 19:23
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55








