Kilas Balik Semifinal Piala Dunia: Kisah-kisah Unik yang Sulit Dilupakan
Gia Yuda Pradana | 12 Juli 2026 23:32
Bola.net - Piala Dunia 2026 kini memasuki fase semifinal setelah seluruh pertandingan perempat final selesai digelar. Empat tim terbaik masih bertahan dan bersaing memperebutkan dua tiket menuju partai puncak.
Prancis memastikan tempat di empat besar usai menang 2-0 atas Maroko. Spanyol kemudian mengikuti langkah tersebut setelah mengalahkan Belgia dengan skor 2-1.
Dua pertandingan lain berlangsung lebih sengit karena harus melewati babak tambahan waktu. Inggris menundukkan Norwegia 2-1, sedangkan Argentina mengatasi Swiss dengan kemenangan 3-1.
Semifinal kini mempertemukan Prancis kontra Spanyol dan Inggris menghadapi juara bertahan Argentina. Menjelang laga-laga tersebut, ada banyak cerita unik dari sejarah semifinal Piala Dunia yang masih dikenang hingga sekarang.
Giuseppe Meazza dan Penalti dengan Celana Robek
Pada semifinal Piala Dunia 1938, Italia mengalahkan Brasil 2-1 melalui gol penalti Giuseppe Meazza. Momen itu menjadi semakin terkenal karena karet celananya putus sesaat sebelum eksekusi dilakukan.
Meazza tetap tenang dengan menahan celananya menggunakan satu tangan sebelum melepaskan tendangan yang mengecoh kiper Walter. Penalti tersebut mengantar Italia melaju ke partai final.
Garrincha Mendapat Dukungan dari Tuan Rumah
Semifinal Piala Dunia 1962 memperlihatkan Brasil mengalahkan Chile 4-2 melalui permainan luar biasa Garrincha. Ia mencetak dua gol, membuat satu assist, tetapi juga menerima kartu merah.
Publik Chile justru memberikan dukungan agar Garrincha tetap bisa tampil di final. Presiden Cile Jorge Alessandri bahkan ikut memimpin petisi yang akhirnya berhasil membuat sang bintang dapat bermain pada laga penentuan.
Insiden Patrick Battiston yang Membekas
Semifinal Piala Dunia 1982 menghadirkan salah satu insiden paling keras dalam sejarah turnamen. Kiper Jerman Barat, Toni Schumacher, menghantam Patrick Battiston hingga lawannya mengalami patah dua gigi, retak tiga tulang rusuk, serta cedera tulang belakang.
Schumacher tidak menerima hukuman dari wasit pada kejadian tersebut. Ia bahkan kemudian menggagalkan dua penalti Prancis dalam adu tendangan penalti sehingga Jerman Barat lolos ke final.
Air Mata Paul Gascoigne Mengguncang Inggris
Semifinal Piala Dunia 1990 memperlihatkan Paul Gascoigne menerima kartu kuning yang membuatnya dipastikan absen jika Inggris lolos ke final. Gelandang bertalenta itu langsung menangis di atas lapangan.
Gascoigne mengenang momen tersebut dengan berkata, "Saat saya masih kecil bermain di klub junior, setiap malam saya bermimpi tampil di Piala Dunia. Saya mewujudkan mimpi itu di Italia. Ketika menerima kartu kuning, saya tahu semuanya telah berakhir."
Pelatih Bobby Robson juga mengungkapkan perasaannya. "Hati saya seperti jatuh. Saya langsung sadar itulah akhir perjalanan Paul Gascoigne. Itu tragedi bagi dirinya, saya, tim, negara, dan sepak bola karena dia bermain sangat luar biasa."
Dua Gol Langka Lilian Thuram
Semifinal Piala Dunia 1998 menghadirkan penampilan yang tidak pernah diulang Lilian Thuram sepanjang karier internasionalnya. Bek kanan Prancis itu mencetak dua gol saat timnya bangkit mengalahkan Kroasia 2-1.
Thuram berkata, "Ibu saya berada di tribune. Ketika diberi tahu anaknya mencetak gol pertama, dia tidak percaya. Saat diberi tahu saya mencetak gol lagi, dia pingsan. Saya tidak bercanda."
Thuram hanya mencatatkan dua gol dalam 142 penampilan bersama Prancis. Menariknya, dua gol itu dia ciptakan hanya dalam satu laga, yakni di semifinal kontra Kroasia.
Ronaldo Mengalihkan Perhatian Lewat Gaya Rambut
Semifinal Piala Dunia 2002 menghadirkan kisah unik Ronaldo yang sengaja membuat potongan rambut aneh agar perhatian media beralih dari kondisi cederanya. Strategi itu berhasil dan ia mencetak gol kemenangan Brasil atas Turki.
Ronaldo kemudian mengakui, "Saya lelah terus mendengar pertanyaan tentang cedera saya. Saya berpikir cara ini bisa berhasil." Setelah turnamen selesai, ia juga berkata, "Model rambut itu memang buruk. Saya meminta maaf kepada semua ibu yang melihat anak-anak mereka menirunya."
Fabio Cannavaro Menang Melawan Keterbatasan Fisik
Semifinal Piala Dunia 2006 menghasilkan aksi bertahan luar biasa Fabio Cannavaro saat Italia menghadapi Jerman. Bek Italia yang lebih pendek 22 sentimeter dari Per Mertesacker mampu memenangi duel udara penting pada masa injury time.
Cannavaro kemudian mengejar bola hasil sapuannya dan kembali melakukan sundulan untuk menggagalkan ancaman Lukas Podolski. Serangan balik Italia setelah momen tersebut berakhir dengan gol Alessandro Del Piero yang menegaskan langkah Gli Azzurri ke final.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:55
-
Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:45
-
Lamine Yamal Raih Kopa Trophy 2026, Cetak Hattrick Bersejarah
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 05:36
-
Lionel Messi Dapat Penghormatan Unik, Namanya Diabadikan pada Spesies Tanaman
Amerika Latin 18 Oktober 2026, 15:25
-
Ancelotti Bisa Panggil Raphinha Lagi ke Timnas, Barcelona Cemas
Liga Spanyol 17 Oktober 2026, 16:03
LATEST UPDATE
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




