Kilas Balik Semifinal Piala Dunia: Kisah-kisah Unik yang Sulit Dilupakan

Gia Yuda Pradana | 12 Juli 2026 23:32
Kilas Balik Semifinal Piala Dunia: Kisah-kisah Unik yang Sulit Dilupakan
Para suporter bersorak setelah laga Piala Dunia 2026 di Mexico City, Selasa, 30 Juni 2026 (c) AP Photo/Silvia Izquierdo

Bola.net - Piala Dunia 2026 kini memasuki fase semifinal setelah seluruh pertandingan perempat final selesai digelar. Empat tim terbaik masih bertahan dan bersaing memperebutkan dua tiket menuju partai puncak.

Prancis memastikan tempat di empat besar usai menang 2-0 atas Maroko. Spanyol kemudian mengikuti langkah tersebut setelah mengalahkan Belgia dengan skor 2-1.

Advertisement

Dua pertandingan lain berlangsung lebih sengit karena harus melewati babak tambahan waktu. Inggris menundukkan Norwegia 2-1, sedangkan Argentina mengatasi Swiss dengan kemenangan 3-1.

Semifinal kini mempertemukan Prancis kontra Spanyol dan Inggris menghadapi juara bertahan Argentina. Menjelang laga-laga tersebut, ada banyak cerita unik dari sejarah semifinal Piala Dunia yang masih dikenang hingga sekarang.

1 dari 7 halaman

Giuseppe Meazza dan Penalti dengan Celana Robek

Pada semifinal Piala Dunia 1938, Italia mengalahkan Brasil 2-1 melalui gol penalti Giuseppe Meazza. Momen itu menjadi semakin terkenal karena karet celananya putus sesaat sebelum eksekusi dilakukan.

Meazza tetap tenang dengan menahan celananya menggunakan satu tangan sebelum melepaskan tendangan yang mengecoh kiper Walter. Penalti tersebut mengantar Italia melaju ke partai final.

2 dari 7 halaman

Garrincha Mendapat Dukungan dari Tuan Rumah

Semifinal Piala Dunia 1962 memperlihatkan Brasil mengalahkan Chile 4-2 melalui permainan luar biasa Garrincha. Ia mencetak dua gol, membuat satu assist, tetapi juga menerima kartu merah.

Publik Chile justru memberikan dukungan agar Garrincha tetap bisa tampil di final. Presiden Cile Jorge Alessandri bahkan ikut memimpin petisi yang akhirnya berhasil membuat sang bintang dapat bermain pada laga penentuan.

3 dari 7 halaman

Insiden Patrick Battiston yang Membekas

Semifinal Piala Dunia 1982 menghadirkan salah satu insiden paling keras dalam sejarah turnamen. Kiper Jerman Barat, Toni Schumacher, menghantam Patrick Battiston hingga lawannya mengalami patah dua gigi, retak tiga tulang rusuk, serta cedera tulang belakang.

Schumacher tidak menerima hukuman dari wasit pada kejadian tersebut. Ia bahkan kemudian menggagalkan dua penalti Prancis dalam adu tendangan penalti sehingga Jerman Barat lolos ke final.

4 dari 7 halaman

Air Mata Paul Gascoigne Mengguncang Inggris

Semifinal Piala Dunia 1990 memperlihatkan Paul Gascoigne menerima kartu kuning yang membuatnya dipastikan absen jika Inggris lolos ke final. Gelandang bertalenta itu langsung menangis di atas lapangan.

Gascoigne mengenang momen tersebut dengan berkata, "Saat saya masih kecil bermain di klub junior, setiap malam saya bermimpi tampil di Piala Dunia. Saya mewujudkan mimpi itu di Italia. Ketika menerima kartu kuning, saya tahu semuanya telah berakhir."

Pelatih Bobby Robson juga mengungkapkan perasaannya. "Hati saya seperti jatuh. Saya langsung sadar itulah akhir perjalanan Paul Gascoigne. Itu tragedi bagi dirinya, saya, tim, negara, dan sepak bola karena dia bermain sangat luar biasa."

5 dari 7 halaman

Dua Gol Langka Lilian Thuram

Semifinal Piala Dunia 1998 menghadirkan penampilan yang tidak pernah diulang Lilian Thuram sepanjang karier internasionalnya. Bek kanan Prancis itu mencetak dua gol saat timnya bangkit mengalahkan Kroasia 2-1.

Thuram berkata, "Ibu saya berada di tribune. Ketika diberi tahu anaknya mencetak gol pertama, dia tidak percaya. Saat diberi tahu saya mencetak gol lagi, dia pingsan. Saya tidak bercanda."

Thuram hanya mencatatkan dua gol dalam 142 penampilan bersama Prancis. Menariknya, dua gol itu dia ciptakan hanya dalam satu laga, yakni di semifinal kontra Kroasia.

6 dari 7 halaman

Ronaldo Mengalihkan Perhatian Lewat Gaya Rambut

Semifinal Piala Dunia 2002 menghadirkan kisah unik Ronaldo yang sengaja membuat potongan rambut aneh agar perhatian media beralih dari kondisi cederanya. Strategi itu berhasil dan ia mencetak gol kemenangan Brasil atas Turki.

Ronaldo kemudian mengakui, "Saya lelah terus mendengar pertanyaan tentang cedera saya. Saya berpikir cara ini bisa berhasil." Setelah turnamen selesai, ia juga berkata, "Model rambut itu memang buruk. Saya meminta maaf kepada semua ibu yang melihat anak-anak mereka menirunya."

7 dari 7 halaman

Fabio Cannavaro Menang Melawan Keterbatasan Fisik

Semifinal Piala Dunia 2006 menghasilkan aksi bertahan luar biasa Fabio Cannavaro saat Italia menghadapi Jerman. Bek Italia yang lebih pendek 22 sentimeter dari Per Mertesacker mampu memenangi duel udara penting pada masa injury time.

Cannavaro kemudian mengejar bola hasil sapuannya dan kembali melakukan sundulan untuk menggagalkan ancaman Lukas Podolski. Serangan balik Italia setelah momen tersebut berakhir dengan gol Alessandro Del Piero yang menegaskan langkah Gli Azzurri ke final.

Sumber: FIFA

LATEST UPDATE