Klopp Ikut Senang Lovren Tembus Final Piala Dunia 2018
Editor Bolanet | 13 Juli 2018 00:14
- Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengaku ikut senang anak asuhnya yakni Dejan Lovren sukses menembus partai final Piala Dunia 2018 bersama timnas .
Awalnya Kroasia tak terlalu diperhitungkan di Piala Dunia yang digelar di Rusia ini. Secara historis, prestasi mereka memang tak ada yang menonjol.
Raihan terbaik mereka di Piala Dunia terjadi pada tahun 1998 silam. Saat itu Zvonimir Boban dan kawan-kawan menjadi tim kuda hitam dan masuk ke partai semifinal.
Namun skuat Kroasia yang sekarang ini mampu melangkah jauh melebihi ekspektasi. Luka Modric cs mampu melangkah ke final setelah di semifinal mengalahkan Inggris.
Di final nanti, Kroasia akan berhadapan dengan Prancis. (lfc/dim)
1 dari 3 halaman
Pembelaan Klopp

Lovren sendiri merupakan bagian dari skuat Kroasia tersebut. Kesuksesan ini tentu membungkam banyak fans Liverpool yang kerap nyinyir terhadapnya.
Klopp pun mengaku tak habis pikir mengapa banyak orang yang mengkritiknya. Ia menyebut Lovren memang pernah berbuat kesalahan, namun hal itu wajar karena tak ada pemain yang tak pernah membuat kesalahan.
“Orang-orang sangat sering menilai orang lain sejak awal. Saya tidak tahu persis apa yang terjadi sebelum saya gabung [Liverpool],” serunya kepada Liverpoolfc.com.
“Sejak saya masuk [Liverpool], mungkin Dejan membuat tiga atau empat kesalahan, dua di antaranya dalam pertandingan Tottenham, mungkin satu dalam pertandingan Liga Champions tahun lalu. Tapi pastinya bukan 15 atau 20 kesalahan, serunya.
“90 persen dari waktunya bermain ia tampil luar biasa, 95 persen benar-benar baik, dan lima persen mungkin ia tidak dalam kondisi terbaiknya. Tetapi Anda akan menemukan masalah ini untuk hampir semua pemain di dunia, tegas Klopp.
2 dari 3 halaman
Bisa Lebih Baik

Klopp menegaskan ia ikut bahagia Lovren tampil di final Piala Dunia, apalagi sebelumnya tembus ke final Liga Champions. Namun ia mengatakan eks bek Southampton itu masih bisa tampil lebih baik lagi.
“Saya benar-benar bahagia. Saya senang ia menggunakan sedikit nasihat yang kami berikan kepadanya dalam beberapa tahun terakhir dengan cara yang sangat bagus. Ia masih bisa meningkatkan kemampuannya, 100 persen, ujar Klopp.
“Tapi ia benar-benar bagus. Saya tidak melihat semua pertandingan Piala Dunia, tetapi banyak yang saya lihat, sambungnya.
Ia memainkan turnamen yang fantastis sejauh ini. Itu layak didapatkannya, saya benar-benar bahagia untuknya,” tandasnya.
3 dari 3 halaman
Klub Eksklusif

Keberhasilan Lovren masuk final ini membuatnya mendapat status eksklusif di Liverpool. Kini ia jadi pemain kedelapan di sepanjang sejarah The Reds yang berhasil masuk final Piala Dunia.
Pemain pertama yang masuk final adalah Roger Hunt, pada tahun 1966. Kemudian disusul oleh Ian Callaghan dan Gerry Byrne.
Setelah itu ada eks penggawa timnas Jerman, Dietmar Hamann. Disusul pemain asal Spanyol Fernando Torres dan Pepe Reina serta pemain serba bisa asal Belanda Dirk Kuyt.
[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool Tak Lagi Sama, Sunderland Rasakan Langsung Bedanya
Liga Inggris 26 Juli 2026, 21:51
-
Waduh, Satu Pemain Liverpool Tumbang di Laga Debut Andoni Iraola
Liga Inggris 26 Juli 2026, 11:30
-
Liverpool Pesta Gol di Laga Debut Andoni Iraola
Liga Inggris 26 Juli 2026, 06:58
-
Link Streaming Liverpool vs Sunderland, 26 Juli 2026
Liga Inggris 26 Juli 2026, 03:46
LATEST UPDATE
-
RESMI: Eddie Howe Mundur dari Posisi Manajer Newcastle
Liga Inggris 31 Juli 2026, 23:13
-
Prediksi Piala Presiden 2026: Persebaya vs Port FC 1 Agustus 2026
Bola Indonesia 31 Juli 2026, 22:34
-
Prediksi Piala Presiden 2026: Persija vs PSMS Medan 1 Agustus 2026
Bola Indonesia 31 Juli 2026, 22:30
-
Link Streaming Piala Presiden 2026: Persib Bandung vs Tampines Rovers
Bola Indonesia 31 Juli 2026, 19:46
-
Mitchell Baker Pimpin Daftar Top Skor Piala AFF 2026
Tim Nasional 31 Juli 2026, 19:31
-
Man of the Match Timor Leste vs Indonesia: Shayne Pattynama
Tim Nasional 31 Juli 2026, 19:19
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16












