Kolombia, Rintangan Swiss Akhiri Penantian Panjang Menuju Perempat Final Piala Dunia
Gia Yuda Pradana | 6 Juli 2026 20:23
Bola.net - Swiss datang ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri yang terus meningkat. Tim asuhan Murat Yakin melihat duel melawan Kolombia sebagai kesempatan besar untuk mengakhiri penantian panjang menuju perempat final.
Target tersebut sebenarnya sudah dipasang jauh sebelum turnamen bergulir di Amerika Utara. Murat Yakin ingin membawa Swiss mencatat pencapaian terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Kesempatan itu hadir setelah Swiss membukukan tiga kemenangan beruntun atas Bosnia dan Herzegovina, Kanada, serta Aljazair. Kemenangan 2-0 atas Aljazair juga menghasilkan clean sheet pertama mereka di turnamen ini.
Laga melawan Kolombia di Atlanta akan menjadi ujian terbesar berikutnya. Jika mampu melewatinya, Swiss akan mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1954.
Murat Yakin Percaya Timnya Semakin Dewasa
Kepercayaan Murat Yakin tidak muncul tanpa alasan. Ia menilai perkembangan timnya terlihat jelas, baik dari sisi permainan maupun kekuatan mental.
"Kami telah belajar banyak hal berharga dan berkembang bukan hanya dari sisi sepak bola, tetapi juga secara mental," ujar Yakin. Pengalaman pahit kalah 1-6 dari Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 menjadi pelajaran yang membentuk karakter skuad saat ini.
Pelatih berusia 51 tahun itu merasa para pemain kini lebih matang dalam membaca pertandingan. Swiss juga tampil lebih tenang ketika menghadapi tekanan dan tidak lagi datang ke turnamen hanya untuk menjadi pelengkap.
Kolombia Jadi Tantangan Berat
Yakin memahami kualitas lawan yang akan dihadapi timnya. Menurutnya, Kolombia memiliki karakter permainan khas Amerika Latin yang mengandalkan tempo cepat dan kemampuan individu.
"Mereka sangat solid, bermain sangat cepat, langsung ke depan, dan mengandalkan pemain-pemain dengan kualitas individu yang kuat," kata Yakin. Oleh karena itu, ia meminta Swiss tetap rapat saat kehilangan bola sekaligus memenangkan duel-duel penting di berbagai area lapangan.
Meski demikian, Swiss tidak ingin hanya bertahan. Mereka tetap didorong memainkan gaya sendiri seperti saat bangkit dari tekanan Aljazair pada awal pertandingan sebelumnya.
Johan Manzambi Jadi Senjata Baru Swiss
Salah satu faktor yang membuat Swiss optimistis adalah performa Johan Manzambi. Gelandang berusia 20 tahun itu berkembang menjadi pemain inti setelah tampil mengesankan sepanjang turnamen.
"Dia pemain yang istimewa. Sikapnya luar biasa, rendah hati, dan pekerja keras," ungkap Yakin. Penampilannya saat mengirim umpan silang yang berbuah gol Breel Embolo menambah koleksi dua assist, melengkapi tiga gol yang telah ia cetak di Piala Dunia 2026.
Manzambi kini melengkapi lini depan bersama Embolo, Dan Ndoye, dan Ruben Vargas. Keempat pemain itu tidak hanya berbahaya saat menyerang, tetapi juga aktif membantu pertahanan ketika lawan melancarkan serangan balik.
Performa kolektif itulah yang membuat keyakinan Swiss terus menguat menjelang duel kontra Kolombia. Kini, kesempatan mencatat pencapaian terbaik dalam sejarah Piala Dunia benar-benar berada di depan mata.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Cristiano Ronaldo Ungkap Rencana Pensiun: Ini Mungkin Tahun Terakhir Saya
Bola Dunia Lainnya 17 Agustus 2026, 07:19
-
Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
Asia 12 Agustus 2026, 23:23
LATEST UPDATE
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


