Maroko yang Kini Berani Mendominasi Laga
Gia Yuda Pradana | 8 Juli 2026 15:57
Bola.net - Maroko memasuki babak baru setelah mencuri perhatian pada Piala Dunia 2022. Kini, Atlas Lions tampil dengan identitas berbeda di bawah arahan Mohamed Ouahbi.
Pelatih anyar itu langsung memperlihatkan perubahan besar sejak mengambil alih tim hanya tiga bulan sebelum Piala Dunia 2026. Hasil imbang 1-1 melawan Brasil menjadi bukti bahwa Maroko tidak lagi sekadar bertahan.
Ouahbi menegaskan timnya tidak akan mengubah pendekatan hanya karena menghadapi lawan besar. "Saya tidak akan mempersiapkan pertandingan secara berbeda saat menghadapi Brasil. Kami memiliki filosofi sendiri."
Pernyataan tersebut tercermin di lapangan karena Maroko lebih banyak menguasai bola dan berani menekan Brasil. Tim yang dahulu mengandalkan kesabaran kini tampil sebagai pengendali permainan.
Identitas Baru yang Lebih Agresif
Perjalanan Maroko menuju semifinal Piala Dunia 2022 dibangun lewat organisasi permainan yang rapi dan serangan balik efektif. Di era Ouahbi, pendekatan itu berkembang menjadi permainan berbasis penguasaan bola dan inisiatif menyerang.
Ouahbi menilai generasi saat ini memiliki kualitas teknik terbaik dalam sejarah sepak bola negaranya. "Kami harus mengakui bahwa Maroko sedang menjalani era teknis terbaik dalam sejarah sepak bolanya."
Filosofi tersebut dibangun sesuai karakter pemain Maroko yang memiliki teknik tinggi, kecepatan, serta keberanian menerima bola dalam tekanan. Pendekatan itu membuat transisi menyerang berlangsung lebih terstruktur tanpa kehilangan keseimbangan.
Generasi Baru Menghidupkan Filosofi
Kemenangan 3-0 atas Kanada pada babak 16 besar memperlihatkan efektivitas pendekatan baru tersebut. Maroko tetap mampu bertahan lebih dalam ketika situasi pertandingan memang membutuhkannya.
Ouahbi juga memberikan ruang bagi talenta muda seperti Ayyoub Bouaddi yang tampil impresif pada debut senior saat menghadapi Brasil. Gelandang berusia 18 tahun itu mampu menghubungkan lini permainan dengan tenang dan cerdas.
Kehadiran Brahim Diaz, Ismael Saibari, Nayef Aguerd, serta Chadi Riad menambah variasi permainan Maroko. Mereka melengkapi fondasi yang telah dibangun para pemain senior dalam beberapa tahun terakhir.
Prancis Jadi Ujian Sesungguhnya
Meski mengalami perubahan gaya bermain, mentalitas Maroko tetap terjaga. Yassine Bounou menegaskan semangat bertanding tim masih sama seperti ketika mencatat sejarah pada 2022.
"Kalian telah melihat dalam pertandingan kami bahwa para pemain tampil dengan semangat luar biasa, sama seperti yang kami lakukan pada 2022. Tim ini masih memiliki pola pikir yang sama."
Perpaduan filosofi baru dan mental pemenang membuat Maroko terlihat semakin komplet di Piala Dunia 2026. Tantangan berikutnya hadir saat Atlas Lions menghadapi Prancis pada 9 Juli di Boston untuk membuktikan bahwa transformasi mereka benar-benar siap bersaing dengan kekuatan terbaik dunia.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Cristiano Ronaldo Ungkap Rencana Pensiun: Ini Mungkin Tahun Terakhir Saya
Bola Dunia Lainnya 17 Agustus 2026, 07:19
-
Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
Asia 12 Agustus 2026, 23:23
-
3 Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 11:51
LATEST UPDATE
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






