Mau Hukum PSSI, 14 Petinggi FIFA Malah Ditangkap FBI
Editor Bolanet | 27 Mei 2015 17:24
- Beberapa pekan terakhir dunia sepak bola tanah air dihebohkan dengan perseteruan antara PSSI dengan Menpora. Perseteruan tersebut bahkan nyaris membuat FIFA turun tangan untuk menghukum Indonesia.
Namun bukannya menjatuhkan hukuman, beberapa jam yang lalu 14 petinggi FIFA justru ditangkap oleh FBI dengan dugaan korupsi, suap dan pencucian uang.
Dari 14 orang yang diamankan, tidak ada sosok sang presiden, Sepp Blatter. Nama-nama yang tercatat diciduk oleh FBI adalah Jeffrey Webb, Eugenio Figueredo, Jack Warner, Eduardo Li, Julio Rocha, Costas Takkas, Rafael Esquivel, Jose Maria Marin, Nicolas Leoz, Alejandro Burzaco, Aaron Davidson, Hugo Jinkis, dan Mariano Jinkis.
Juru bicara FIFA, Walter De Gregorio dalam konferensi pers di Zurich Rabu pagi waktu setempat mengungkapkan bahwa terkuaknya kasus ini merupakan kesempatan baik untuk membersihkan FIFA dari orang-orang dengan niat buruk yang hanya mementingkan keuntungan pribadi.
Kejadian memalukan ini jelas menjadi pukulan tersendiri bagi presiden FIFA saat ini, Sepp Blatter. Pasalnya Blatter tengah mencalonkan diri untuk kembali menjadi presiden yang ke lima kalinya.
Keputusan FIFA untuk mengadakan Piala Dunia 2018 di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Qatar memang menimbulkan banyak tanda tanya, terutama Piala Dunia 2022. Suhu udara yang panas dan tidak adanya sejarah sepak bola di negara tersebut membuat banyak pihak memprotes keputusan FIFA memilih Qatar sebagai penyelenggara even empat tahunan paling bergengsi tersebut. (nyt/jrc)
Namun bukannya menjatuhkan hukuman, beberapa jam yang lalu 14 petinggi FIFA justru ditangkap oleh FBI dengan dugaan korupsi, suap dan pencucian uang.
Dari 14 orang yang diamankan, tidak ada sosok sang presiden, Sepp Blatter. Nama-nama yang tercatat diciduk oleh FBI adalah Jeffrey Webb, Eugenio Figueredo, Jack Warner, Eduardo Li, Julio Rocha, Costas Takkas, Rafael Esquivel, Jose Maria Marin, Nicolas Leoz, Alejandro Burzaco, Aaron Davidson, Hugo Jinkis, dan Mariano Jinkis.
Juru bicara FIFA, Walter De Gregorio dalam konferensi pers di Zurich Rabu pagi waktu setempat mengungkapkan bahwa terkuaknya kasus ini merupakan kesempatan baik untuk membersihkan FIFA dari orang-orang dengan niat buruk yang hanya mementingkan keuntungan pribadi.
Kejadian memalukan ini jelas menjadi pukulan tersendiri bagi presiden FIFA saat ini, Sepp Blatter. Pasalnya Blatter tengah mencalonkan diri untuk kembali menjadi presiden yang ke lima kalinya.
Keputusan FIFA untuk mengadakan Piala Dunia 2018 di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Qatar memang menimbulkan banyak tanda tanya, terutama Piala Dunia 2022. Suhu udara yang panas dan tidak adanya sejarah sepak bola di negara tersebut membuat banyak pihak memprotes keputusan FIFA memilih Qatar sebagai penyelenggara even empat tahunan paling bergengsi tersebut. (nyt/jrc)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengapa Lautaro Martinez Tidak Mendapatkan Kartu Kuning Kedua?
Piala Dunia 13 Juli 2026, 00:53
-
Bola Tidak Kena Kabel, FIFA Nyatakan Gol Pertama Jude Bellingham Sah!
Piala Dunia 12 Juli 2026, 10:14
LATEST UPDATE
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













