Mengenang Paul Si Gurita yang Jago Meramal Hasil Pertandingan Piala Dunia 2010
Richard Andreas | 4 Juni 2026 04:17
Bola.net - Piala Dunia 2026 semakin dekat. Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu kembali memunculkan berbagai prediksi, mulai dari analisis berbasis data hingga ramalan para mantan pemain dan pakar sepak bola.
Namun, jauh sebelum era kecerdasan buatan dan algoritma statistik mendominasi perbincangan, dunia sepak bola pernah dibuat heboh oleh seekor gurita bernama Paul.
"Paul si Gurita" pernah menjadi fenomena global pada Piala Dunia 2010 berkat kemampuannya menebak hasil pertandingan dengan tingkat akurasi yang mencengangkan.
Menjelang Piala Dunia 2026, kisah Paul kembali menarik untuk dikenang. Namanya mungkin sudah lama menghilang dari pemberitaan, tetapi jejaknya masih menjadi salah satu cerita paling unik dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Dari Akuarium di Jerman ke Panggung Dunia
Paul merupakan gurita jenis Octopus vulgaris yang menetas di Weymouth, Inggris, pada Januari 2008. Ia kemudian dipindahkan ke Sea Life Centre di Oberhausen, Jerman, tempat yang kelak membuatnya terkenal di seluruh dunia.
Awalnya, Paul hanya menjadi bagian dari atraksi hiburan di akuarium tersebut. Para penjaganya memiliki ide sederhana menjelang turnamen sepak bola internasional, menempatkan dua kotak berisi makanan yang dihiasi bendera negara peserta pertandingan.
Kotak yang dipilih dan dibuka Paul terlebih dahulu dianggap sebagai prediksi pemenang laga. Tidak ada yang menyangka metode sederhana itu akan melahirkan salah satu fenomena terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Sempat Salah di Euro 2008
Karier Paul sebagai "peramal" sebenarnya dimulai pada Euro 2008. Saat itu ia memprediksi seluruh pertandingan Jerman sepanjang turnamen.
Hasilnya cukup mengesankan, meski belum sempurna. Dari enam pertandingan Jerman, Paul berhasil menebak empat dengan benar. Ia keliru saat Jerman kalah dari Kroasia di fase grup dan ketika Spanyol mengalahkan Jerman pada partai final.
Meski demikian, performa tersebut cukup untuk membuat namanya dikenal oleh sebagian penggemar sepak bola di Jerman.
Piala Dunia 2010: Saat Legenda Itu Lahir
Segalanya berubah pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Paul berhasil menebak dengan tepat seluruh pertandingan yang dimainkan Jerman.
Ia memilih Jerman saat menghadapi Australia, Ghana, Inggris, Argentina, dan Uruguay. Yang paling mengejutkan, ia juga memprediksi kekalahan Jerman dari Serbia di fase grup serta kekalahan dari Spanyol pada semifinal. Kedua prediksi itu terbukti benar.
Ketika banyak pendukung Jerman berharap Paul kali ini salah saat memilih Spanyol di semifinal, hasil di lapangan justru mengonfirmasi ramalannya.
Popularitas Paul meledak. Siaran langsung proses pemilihannya ditonton jutaan orang. Media dari berbagai negara datang ke Oberhausen untuk menyaksikan "ramalan" berikutnya.
Menebak Juara Dunia dengan Tepat
Puncak ketenaran Paul terjadi menjelang final antara Belanda dan Spanyol. Di hadapan ratusan wartawan, Paul memilih kotak bergambar bendera Spanyol.
Keputusan itu langsung menjadi berita utama di berbagai belahan dunia. Beberapa hari kemudian, Spanyol mengalahkan Belanda 1-0 melalui gol Andres Iniesta dan meraih gelar juara dunia pertama dalam sejarah mereka.
Dengan hasil tersebut, Paul menorehkan rekor sempurna di Piala Dunia 2010. Ia berhasil menebak delapan pertandingan secara beruntun, termasuk final.
Secara keseluruhan, catatannya mencapai 12 prediksi benar dari 14 kesempatan sepanjang Euro 2008 dan Piala Dunia 2010, atau tingkat keberhasilan sekitar 85,7 persen.
Akhir Hidup Sang Peramal
Pada 26 Oktober 2010, hanya beberapa bulan setelah Piala Dunia berakhir, Paul ditemukan meninggal dunia di akuarium Sea Life Oberhausen. Usianya sekitar dua setengah tahun, yang memang termasuk normal untuk spesies gurita tersebut.
Kabar kematiannya menjadi berita internasional. Akuarium tempat ia tinggal kemudian membangun memorial sebagai penghormatan atas fenomena yang telah menghibur jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Sejak kemunculan Paul, berbagai hewan lain mencoba mengikuti jejaknya. Ada burung parkit, kucing, penguin, berang-berang, hingga gurita lain yang dijadikan "peramal" turnamen sepak bola. Namun, tidak ada yang mampu menyamai ketenaran dan akurasi Paul.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Menang Tapi Belum Tajam: Analisis Statistik Timnas Indonesia Saat Gulung Singapura 2-0
Tim Nasional 25 September 2026, 22:31
-
Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Menang 2-0, tapi Malaysia di Puncak
Tim Nasional 25 September 2026, 22:10
-
Hasil Timnas Indonesia vs Singapura: Diwarnai Kartu Merah, Garuda Menang 2-0
Tim Nasional 25 September 2026, 21:58
-
Fakta Unik Starting XI Timnas Indonesia Vs Singapura: Cuma 1 Pemain dari Liga Domestik!
Tim Nasional 25 September 2026, 21:31
-
Pada Diri Luke Vickery, John Herdman Akhiri Pencarian Winger Kanan Timnas Indonesia?
Tim Nasional 25 September 2026, 21:08
-
Florentino Perez Siap Ubah Kebijakan Transfer Real Madrid demi Jose Mourinho
Liga Spanyol 25 September 2026, 21:06
-
Hernan Crespo Soroti Goncalo Ramos: Bukan Pencetak Gol Kelas Atas
Liga Italia 25 September 2026, 20:26
-
Manchester United Kirim Scout untuk Pantau Kandidat Pengganti Lewis Hall
Liga Inggris 25 September 2026, 19:46
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura: Luke Vickery Jalani Debut untuk Garuda
Tim Nasional 25 September 2026, 19:32
-
Hasil Australia vs Brasil: Gol Menit 90+5 Selamatkan Pasukan Carlo Ancelotti dari Kekalahan
Piala Dunia 25 September 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33








