Pelatih Iran Sebut Timnya Tampil Indah vs Belgia Meski Hadapi Situasi Terburuk di Piala Dunia 2026

Afdholud Dzikry | 22 Juni 2026 08:36
Pelatih Iran Sebut Timnya Tampil Indah vs Belgia Meski Hadapi Situasi Terburuk di Piala Dunia 2026
Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei saat laga melawan Belgia di Piala Dunia 2026 Grup G, 22 Juni 2026. (c) AP Photo/Mark J. Terrill

Bola.net - Timnas Iran berhasil menahan imbang Belgia 0-0 pada lanjutan Grup G Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Senin (22/6/2026) dini hari tadi WIB. Hasil ini membuat Iran mengumpulkan dua poin dari dua pertandingan dan menjaga peluang mereka untuk lolos ke fase berikutnya.

Satu poin tersebut diraih lewat perjuangan yang tidak mudah. Tim asuhan Amir Ghalenoei harus menghadapi jadwal perjalanan yang padat dari markas mereka di Tijuana, Meksiko, ditambah kendala visa yang mengganggu persiapan menjelang pertandingan.

Advertisement

Meski datang dengan berbagai keterbatasan, Ghalenoei menilai anak asuhnya tetap mampu menunjukkan permainan yang menarik. Mereka baru tiba di Amerika Serikat pada Sabtu malam dan harus kembali terbang ke Meksiko setelah pertandingan berakhir.

Alih-alih menjadi beban, masalah di luar lapangan justru memunculkan semangat lebih besar dalam skuad Iran. Para pemain memilih fokus pada pertandingan dan tidak membiarkan situasi sulit memengaruhi mental mereka.

1 dari 3 halaman

Mengubah Hambatan Menjadi Kekuatan Mental

Mengubah Hambatan Menjadi Kekuatan Mental

Aksi Alireza Beiranvand mementahkan peluang Maxim De Cuyper dalam laga Belgia vs Iran di Grup G Piala Dunia 2026, Senin (22/6/2026). (c) AP Photo/Mark J. Terrill

Kondisi yang serba terbatas ternyata membawa dampak positif di dalam tim. Minimnya waktu adaptasi dan berbagai kendala selama turnamen justru membuat kebersamaan para pemain semakin kuat.

Alireza Jahanbakhsh menilai situasi tersebut mencerminkan karakter masyarakat Iran yang terbiasa bangkit saat menghadapi kesulitan. Semangat itu terlihat saat mereka mampu mengimbangi permainan Belgia di depan 70.317 penonton yang memadati stadion.

"Dari sisi lain, ini adalah bagian dari budaya kami bahwa dalam situasi sulit kami tampil lebih baik. Saya pikir hal itu membuat kami lebih bersatu dan itulah salah satu hal yang kami tunjukkan hari ini," kata Alireza Jahanbakhsh.

"Itu hanyalah sebuah keadilan. Saya pikir untuk semua tim, dan saya rasa kami tidak meminta terlalu banyak," tambahnya mengenai harapan agar tim dapat membawa seluruh staf pendukung mereka selama turnamen.

2 dari 3 halaman

Tembok Kokoh Alireza Beiranvand di Garis Gawang

Tembok Kokoh Alireza Beiranvand di Garis Gawang

Kiper Timnas Iran, Alireza Beiranvand usai laga melawan Belgia di Piala Dunia 2026 Grup C, 22 Juni 2026. (c) AP Photo/Mark J. Terrill

Keberhasilan Iran meraih satu poin dari tim peringkat 10 dunia tidak lepas dari penampilan gemilang Alireza Beiranvand. Kiper utama Iran itu tampil tenang dan konsisten sepanjang pertandingan.

Salah satu penyelamatan penting terjadi pada babak kedua ketika ia berhasil mengamankan umpan silang berbahaya dari Kevin De Bruyne tepat di depan gawang. Momen itu menjadi salah satu titik penting yang menjaga skor tetap imbang hingga akhir laga.

"Dia adalah salah satu penjaga gawang terbaik dalam sejarah sepak bola Iran dan dia menjalani salah satu hari terbaiknya hari ini," puji Amir Ghalenoei setelah pertandingan.

"Dia memiliki konsentrasi yang tepat dan memberi kami satu poin yang sangat berharga," lanjut sang pelatih.

3 dari 3 halaman

Misi Pemulihan Cepat Sebelum Terbang ke Seattle

Usai menahan Belgia, perhatian Iran langsung beralih ke pertandingan terakhir fase grup. Tantangan berikutnya tidak kalah berat karena mereka harus melakukan perjalanan panjang menuju Seattle.

Tim pelatih kini fokus memulihkan kondisi fisik para pemain yang terkuras setelah menjalani dua penerbangan dengan total waktu tempuh sekitar 16 jam. Pemulihan menjadi faktor penting sebelum menghadapi laga penentuan.

"Malam ini kami merayakan. Besok kami fokus pada Mesir, yang merupakan tim yang sangat kuat," ujar Amir Ghalenoei.

"Mudah-mudahan untuk pertandingan berikutnya kami bisa berangkat sedikit lebih awal. Seattle adalah kota yang berbeda, tempat yang berbeda, dan lebih jauh dari tempat kami menginap di Tijuana," kata Alireza Jahanbakhsh.

Pertandingan melawan Mesir akan digelar pada 26 Juni di Lumen Field, Seattle. Iran membutuhkan hasil terbaik untuk menjaga peluang lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola mereka.

LATEST UPDATE