Piala Dunia 2026: Kenapa Harga Tiket Sangat Mahal dan Apa Dampaknya?
Gia Yuda Pradana | 24 April 2026 00:49
Bola.net - Piala Dunia 2026 kembali jadi pembahasan panas, terutama terkait harga tiket yang dinilai sangat tinggi. Banyak penggemar mengaku kesulitan menjangkau biaya untuk menyaksikan langsung turnamen terbesar sepak bola dunia ini.
Gelombang penjualan tiket terbaru justru memicu kekecewaan di kalangan penggemar global. Alih-alih antusias, banyak yang mempertanyakan kebijakan harga yang dianggap melampaui ekspektasi awal.
FIFA membuka fase penjualan tambahan mendekati hari pertandingan. Tiket untuk seluruh 104 laga tersedia dengan sistem siapa cepat dia dapat.
Namun, harga yang ditawarkan tetap menjadi hambatan utama. Tiket paling mahal untuk final bahkan mencapai hampir $11.000 (sekitar Rp187 juta), angka yang jauh dari jangkauan mayoritas penonton.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar tentang strategi penjualan tiket. Banyak pihak mulai menilai pendekatan FIFA tidak sepenuhnya berpihak pada penggemar.
Harga Tiket Melonjak Jauh dari Janji Awal

Pada tahap awal, tiket dijanjikan mulai dari $21 (sekitar Rp357 ribu). Kenyataannya, tiket termurah yang tersedia justru berada di kisaran $60 (sekitar Rp1,02 juta) dan jumlahnya sangat terbatas.
Harga tiket kategori lain bahkan jauh lebih tinggi dari rencana awal. Untuk partai final, harga naik dari $8.680 menjadi $10.990 (sekitar Rp187 juta).
Kenaikan ini memicu kritik dari berbagai kelompok penggemar. Mereka menilai harga tersebut tidak sesuai dengan janji awal saat proses bidding tuan rumah.
Faktor Amerika Serikat dalam Penentuan Harga

Sebagian besar pertandingan Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat. Kondisi ini memengaruhi struktur harga karena pasar olahraga di negara tersebut tergolong matang dan kompetitif.
Penggemar di Amerika Serikat terbiasa dengan harga tinggi untuk acara olahraga premium. Hal ini membuat FIFA melihat peluang besar untuk memaksimalkan pendapatan.
Strategi ini berdampak pada kenaikan harga secara keseluruhan. Penonton dari negara lain pun ikut terdampak oleh standar harga tersebut.
Peran Dynamic Pricing dalam Kenaikan Harga

FIFA menerapkan sistem dynamic pricing atau harga dinamis dalam penjualan tiket. Harga bisa berubah secara real-time tergantung permintaan, ketersediaan, dan waktu pembelian.
Model ini umum digunakan di industri olahraga Amerika Serikat. Namun, penerapannya di ajang global memicu perdebatan karena dianggap tidak ramah bagi penggemar biasa.
Beberapa pihak menilai pendekatan ini lebih berfokus pada keuntungan. Akibatnya, akses bagi penonton dengan anggaran terbatas menjadi semakin sempit.
Risiko Tiket Tidak Terjual dan Reaksi Penggemar

Meski harga tinggi, FIFA tetap optimistis tiket akan habis terjual. Berdasarkan logika pasar, harga bisa turun jika permintaan melemah.
Namun, kenyataan tidak selalu berjalan sesuai teori. Ada kemungkinan sebagian penggemar memilih mundur karena kecewa dengan strategi harga yang diterapkan.
Data penjualan awal menunjukkan beberapa pertandingan belum mencapai target. Hal ini menjadi sinyal bahwa harga bisa memengaruhi minat secara signifikan.
Pada akhirnya, Piala Dunia 2026 menghadapi tantangan menjaga keseimbangan antara keuntungan dan aksesibilitas. Jika tidak dikelola dengan tepat, pengalaman menonton langsung bisa semakin eksklusif dan jauh dari jangkauan banyak penggemar.
Sumber: Al Jazeera
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Delegasi FIFA Cek Kesiapan GBK Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 21:58
-
Mikel Arteta Sengaja Bikin Arsenal Kesulitan di Pramusim, Ini Alasannya
Liga Inggris 12 September 2026, 03:59
-
Kenapa Argentina Tak Bisa Pensiunkan Nomor 10 Lionel Messi?
Piala Dunia 3 September 2026, 14:14
-
Rapor Pemain AC Milan vs Venezia: Saelemaekers Jadi Pembeda, Ramos Buka Keran Gol
Liga Italia 29 Agustus 2026, 08:30
LATEST UPDATE
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

