Play-off Interkontinental Piala Dunia 2026 Terancam Kacau: Irak di Tengah Krisis Perang Timur Tengah

Asad Arifin | 5 Maret 2026 23:13
Play-off Interkontinental Piala Dunia 2026 Terancam Kacau: Irak di Tengah Krisis Perang Timur Tengah
Trofi Piala Dunia 2026 dipajang di kantor FIFA di Zurich, Swiss pada 13 Desember 2024 lalu. (c) Til Buergy/Keystone via AP, File

Bola.net - Persiapan menuju Piala Dunia 2026 kembali menghadapi ketidakpastian. Kali ini, sorotan tertuju pada babak play-off interkontinental yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret 2026.

Situasi geopolitik di Timur Tengah membuat penyelenggaraan fase krusial ini dipertanyakan. Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memicu dampak luas yang ikut menyentuh dunia sepak bola.

Advertisement

Irak menjadi salah satu negara yang terdampak langsung. Penutupan wilayah udara serta berbagai pembatasan perjalanan membuat persiapan tim nasional mereka menjadi jauh lebih rumit.

Kondisi tersebut memunculkan keraguan besar terhadap kelancaran play-off interkontinental Piala Dunia 2026. Padahal, turnamen mini itu akan menentukan tiket terakhir menuju panggung sepak bola terbesar di dunia.

1 dari 3 halaman

Konflik Timur Tengah Mengganggu Persiapan Play-off

Babak play-off antar-konfederasi dijadwalkan berlangsung di Meksiko pada 26–31 Maret 2026. Enam tim dari lima konfederasi akan bersaing memperebutkan tempat terakhir di Piala Dunia.

Meksiko dipilih sebagai tuan rumah pada November lalu. Empat pertandingan akan dimainkan di dua kota besar, yakni Monterrey dan Guadalajara.

Namun situasi global berubah cepat dalam beberapa hari terakhir. Serangan militer besar-besaran Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu eskalasi konflik yang berdampak luas di kawasan Timur Tengah.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke berbagai pangkalan militer AS dan Israel. Dampaknya, sejumlah negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain menutup wilayah udara mereka.

2 dari 3 halaman

Irak Terkendala Visa dan Penutupan Wilayah Udara

Irak termasuk negara yang merasakan dampak langsung dari konflik tersebut. Wilayah udara mereka dilaporkan ditutup sementara karena situasi keamanan yang tidak stabil.

Laporan BBC Travel menyebutkan bahwa pemerintah Amerika Serikat bahkan meminta warganya untuk segera meninggalkan Irak. Situasi ini menambah ketidakpastian bagi aktivitas perjalanan internasional.

Timnas Irak sendiri dijadwalkan tampil pada final play-off antar-konfederasi pada 31 Maret. Mereka akan menghadapi pemenang laga antara Bolivia dan Suriname.

Namun Federasi Sepak Bola Irak mengungkapkan bahwa beberapa pemain serta staf mengalami kesulitan memperoleh visa. Situasi ini membuat persiapan tim menjadi jauh dari ideal.

3 dari 3 halaman

FIFA Tetap Ingin Play-off Berjalan

Menurut laporan The Guardian, FIFA tetap berencana menjalankan babak play-off sesuai jadwal. Badan sepak bola dunia itu telah menyampaikan sikap tersebut kepada Federasi Sepak Bola Irak.

Meski demikian, sumber yang dekat dengan tim Irak menyebutkan masih ada banyak kendala yang harus diselesaikan sebelum pertandingan benar-benar bisa digelar.

Irak sebenarnya memiliki peluang besar kembali ke Piala Dunia. Mereka belum tampil di turnamen tersebut sejak edisi 1986, tetapi berhasil meraih 12 kemenangan dari 20 laga kualifikasi Asia yang diperluas.

"Saya benar-benar tidak peduli . Saya pikir Iran adalah negara yang sangat kalah telak. Mereka sudah kehabisan tenaga," ucap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikutip dari The Athletic.

LATEST UPDATE