Thibaut Courtois: Dibesarkan Belgia, Ditempa Spanyol

Gia Yuda Pradana | 9 Juli 2026 19:26
Thibaut Courtois: Dibesarkan Belgia, Ditempa Spanyol
Pemain Senegal Habib Diarra (21) mencetak gol ke gawang kiper Belgia Thibaut Courtois (1) dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Ted S. Warren

Bola.net - Thibaut Courtois akan menjalani laga spesial saat Belgia bertemu Spanyol pada perempat final Piala Dunia 2026. Kiper utama Belgia itu memiliki ikatan kuat dengan kedua negara yang membentuk perjalanan kariernya.

Lahir dan berkembang di Belgia, Courtois kemudian menempa reputasi sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia lewat perjalanan panjang di kompetisi Spanyol. Pengalaman tersebut membuat pertandingan kontra La Roja memiliki makna yang berbeda.

Advertisement

Karier Courtois di Spanyol bermula pada 2011 setelah direkrut Chelsea dari Genk dan langsung dipinjamkan ke Atletico Madrid. Setelah kembali memperkuat Chelsea, ia hijrah ke Real Madrid pada 2018 dan terus mengoleksi prestasi bergengsi.

Kini, Courtois memasuki Piala Dunia keempat bersama Belgia sebagai pilihan utama di bawah mistar. Konsistensinya selama lebih dari satu dekade menjadi modal penting bagi Setan Merah menghadapi tantangan besar dari Spanyol.

1 dari 4 halaman

Awal Perjalanan yang Mengubah Karier

Courtois bergabung dengan Atletico Madrid saat masih berusia 19 tahun dan langsung menarik perhatian pelatih Gregorio Manzano. Pelatih asal Spanyol itu melihat kualitas fisik dan refleks luar biasa yang dimiliki sang kiper sejak hari pertama.

"Kami mencari penjaga gawang muda yang memiliki potensi, dan dia menarik perhatian kami. Dia memiliki wibawa, sangat lincah, serta refleks yang sangat cepat meski bertubuh tinggi," ujar Manzano.

Manzano juga masih mengingat penyelamatan penting Courtois ketika Atletico menghadapi Celtic di Liga Europa. Aksi tersebut menjadi salah satu fondasi perjalanan Atletico hingga meraih gelar kompetisi tersebut.

2 dari 4 halaman

Mental Juara Jadi Kekuatan Utama

Menurut Manzano, Courtois terus berkembang dalam berbagai aspek permainan selama berada di Spanyol. Kemampuan duel udara, situasi satu lawan satu, hingga distribusi bola mengalami peningkatan dari musim ke musim.

"Dia selalu berpikir masih bisa berkembang, dan dia memiliki mentalitas juara. Banyak pemain memiliki kemampuan fisik, tetapi tanpa kekuatan mental, Anda tidak akan mencapai level tertinggi," kata Manzano.

Di luar lapangan, Courtois juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan fokus terhadap pekerjaannya. Karakter tersebut ikut mendukung perkembangannya sebagai salah satu penjaga gawang elite dunia.

3 dari 4 halaman

Fondasi dari Lapangan Voli

Courtois mengungkapkan refleks cepat yang dimilikinya berasal dari kebiasaan bermain bola voli sejak kecil. Kedua orang tuanya juga menekuni olahraga tersebut sehingga lingkungan keluarganya sangat mendukung.

"Sama seperti orang tua saya, saya bermain bola voli. Saat berusia tujuh tahun saya bergabung dengan Genk sebagai bek kiri, tetapi karena bermain voli saya memiliki refleks untuk menjatuhkan diri dan melakukan penyelamatan, lalu saya mulai menjadi penjaga gawang," ungkap Courtois.

Pengalaman itu menjadi bekal penting sebelum akhirnya berkembang menjadi penjaga gawang kelas dunia. Kemampuan membaca arah bola dan koordinasi tangan-mata menjadi ciri khas permainannya.

4 dari 4 halaman

Rekam Jejak Gemilang di Spanyol

Courtois mencatat 154 penampilan bersama Atletico Madrid sebelum kembali ke Chelsea. Ia kemudian bergabung dengan Real Madrid dan telah melampaui 333 pertandingan bersama klub ibu kota Spanyol tersebut.

Sepanjang kariernya, Courtois mengoleksi dua gelar Liga Champions, dua trofi Liga Inggris, serta empat gelar LaLiga. Kini, dengan 114 penampilan bersama Belgia, Thibaut Courtois kembali menjadi tumpuan negaranya dalam duel penting melawan Spanyol pada perempat final Piala Dunia 2026.

Sumber: FIFA

LATEST UPDATE