Thomas Tuchel Kritik Water Break di Piala Dunia 2026: Mengubah Identitas Sepak Bola?
Richard Andreas | 23 Juni 2026 12:59
Bola.net - Aturan hydration break alias water break menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan sepanjang fase grup Piala Dunia 2026. Kebijakan tersebut diterapkan di seluruh pertandingan, terlepas dari kondisi cuaca maupun stadion yang digunakan.
Dalam pelaksanaannya, setiap laga dijadwalkan berhenti selama tiga menit sekali di setiap babak. Meski dimaksudkan untuk memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh peserta, aturan itu memicu beragam reaksi dari pemain, pelatih, hingga suporter.
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menjadi salah satu sosok yang secara terbuka menyampaikan pandangannya. Menjelang laga Grup L melawan Ghana, ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak aturan tersebut terhadap jalannya pertandingan.
Tuchel Nilai Hydration Break Mengubah Karakter Pertandingan

Pada Piala Dunia tahun ini, seluruh 104 pertandingan dijadwalkan memiliki satu kali penghentian permainan selama tiga menit di setiap babak. Pengecualian terjadi pada laga Prancis melawan Irak ketika jeda tersebut dibatalkan setelah pertandingan sempat tertunda dua jam akibat badai petir di Philadelphia.
Aturan tersebut beberapa kali mendapat respons negatif dari suporter selama fase grup. Sejumlah kritik juga muncul karena jeda itu dianggap menyerupai tambahan waktu komersial yang menguntungkan siaran televisi.
Tuchel mengaku awalnya tidak memperkirakan dampak aturan tersebut akan begitu besar terhadap jalannya pertandingan.
"Saya pikir itu menginterupsi dan mengubah identitas pertandingan sepak bola jauh lebih besar daripada yang saya bayangkan," kata Tuchel.
"Tentu saya pernah mengalami hydration break sebelumnya ketika cuaca benar-benar sangat panas dan memang dibutuhkan, tetapi durasinya lebih singkat."
Menurut Tuchel, perbedaan utama terletak pada penerapan yang kini berlaku untuk semua tim dan hampir seluruh pertandingan.
Momentum Pertandingan Dinilai Sulit Terbangun

Tuchel menilai penghentian permainan yang terjadwal membuat pertandingan terasa terbagi menjadi beberapa bagian yang berbeda. Kondisi tersebut, menurutnya, memengaruhi ritme alami yang biasanya berkembang sepanjang laga.
"Sekarang itu menjadi soal keadilan bagi setiap tim. Kini pertandingan hampir terbagi menjadi empat kuarter dan itu mengubah karakter pertandingan lebih dari yang saya kira," lanjut Tuchel.
Sebagai pelatih, ia mengakui jeda tersebut memberikan kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan para pemain. Namun secara keseluruhan, ia lebih menyukai pertandingan yang berlangsung terus tanpa gangguan.
"Saya suka sebagai pelatih bisa memiliki pengaruh dan mengumpulkan tim saya bersama-sama, tetapi secara keseluruhan saya menyukai sepak bola ketika dimainkan terus dalam satu babak."
"Hal itu membangun momentum, itu bagian dari permainan."
Momentum Juga Bagian dari Persaingan
Tuchel menambahkan bahwa mempertahankan momentum merupakan bagian penting dari persaingan di atas lapangan. Meski memahami alasan keadilan di balik kebijakan tersebut, ia merasa karakter khas sepak bola justru berkurang karena adanya penghentian permainan yang rutin.
"Sulit membangun momentum dan sulit mempertahankan momentum. Itulah pertarungan di lapangan di antara para pemain, yang berlangsung dalam periode waktu yang lebih panjang," Tuchel menambahkan.
"Hal itu menambah karakter permainan yang indah ini. Aturan tersebut justru menguranginya. Tetapi dari sudut pandang keadilan, tentu masuk akal jika semua orang mendapatkannya."
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kisah Harry Kane: Dari Beberapa Kali Jadi Pemain Pinjaman hingga Meraih Ballon d'Or
Bundesliga 27 Oktober 2026, 07:35
-
Bukayo Saka Raih Socrates Award di Ballon d'Or 2026
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 07:19
-
Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:28
-
Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:21
-
Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:55
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Fiorentina vs Juventus 9 November 2026
Liga Italia 9 November 2026, 00:36
-
Link Streaming Atletico vs Barcelona 9 November 2026
Liga Spanyol 9 November 2026, 00:24
-
Hasil Genoa vs AC Milan: Rossoneri Menang 2-1 di Luigi Ferraris
Liga Italia 8 November 2026, 23:10
-
Hasil Crystal Palace vs Liverpool: The Reds Amankan 3 Poin Tandang
Liga Inggris 8 November 2026, 22:59
-
Link Streaming Inter vs Como 9 November 2026
Liga Italia 8 November 2026, 21:49
-
Nonton Siaran Langsung Man United vs Aston Villa Hari Ini - Premier League 2026/2027
Liga Inggris 8 November 2026, 21:49
-
Link Streaming Man United vs Aston Villa 8 November 2026
Liga Inggris 8 November 2026, 20:46
-
Link Streaming Crystal Palace vs Liverpool 8 November 2026
Liga Inggris 8 November 2026, 19:40
-
Link Streaming Sunderland vs Chelsea 8 November 2026
Liga Inggris 8 November 2026, 19:36
-
Link Streaming Genoa vs AC Milan 8 November 2026
Liga Italia 8 November 2026, 19:03
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Berpeluang Mewarisi Nomor 7 Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal
Editorial 6 November 2026, 20:51
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03





