Virgil van Dijk Kritik Aturan Water Break di Piala Dunia 2026, Apa Masalahnya?

Ari Prayoga | 16 Juni 2026 06:30
Virgil van Dijk Kritik Aturan Water Break di Piala Dunia 2026, Apa Masalahnya?
Selebrasi bek Belanda, Virgil van Dijk (4) bersama Tijjani Reijnders usai mencetak gol ke gawang Jepang di laga Piala Dunia 2026 Grup F, 15 Juni 2026. (c) AP Photo/Julio Cortez

Bola.net - Kapten Timnas Belanda, Virgil van Dijk, melontarkan kritik terhadap kebijakan jeda minum atau hydration break yang diterapkan FIFA pada setiap pertandingan Piala Dunia 2026.

Komentar tersebut disampaikan Van Dijk usai Belanda bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Minggu (15/6). Menariknya, pertandingan itu digelar di stadion berpendingin udara, sehingga kondisi cuaca tidak dianggap terlalu ekstrem.

Advertisement

Saat ditanya mengenai efektivitas jeda minum dalam situasi tersebut, bek berusia 34 tahun itu tampak tertawa sebelum mengutarakan pandangannya.

"Hydration break cukup menarik. Saya menonton hampir semua pertandingan sebelum laga hari ini, dan setiap kali ada jeda, rasanya seperti memberi ruang untuk masuk ke iklan. Itu bukan sesuatu yang saya sukai," ujar Van Dijk.

Menurut pemain yang juga membela Liverpool FC itu, keberadaan jeda minum memang masuk akal jika pertandingan dimainkan dalam suhu yang sangat panas. Namun, ia menilai penerapannya tidak seharusnya dilakukan secara seragam di setiap pertandingan.

"Kalau cuacanya benar-benar panas, tentu jeda itu bagus untuk pemain. Tetapi menurut saya setiap pertandingan harus dievaluasi secara terpisah. Tidak semua laga membutuhkan hal yang sama," lanjutnya.

Meski demikian, Van Dijk memilih tidak memperpanjang komentarnya.

"Saya rasa saya sudah cukup bicara mengenai hal itu," katanya.

1 dari 4 halaman

FIFA Terapkan Water Break di Semua Laga

FIFA Terapkan Water Break di Semua Laga

Selebrasi Virgil van Dijk (tengah) bersama pemain Belanda usai mencetak gol ke gawang Jepang di laga Piala Dunia 2026 Grup F, 15 Juni 2026. (c) AP Photo/Tony Guttierez

FIFA mulai memberlakukan jeda minum berdurasi tiga menit di setiap babak pertandingan Piala Dunia 2026. Kebijakan tersebut lahir setelah sejumlah pertandingan pada ajang FIFA Club World Cup musim panas lalu diwarnai suhu ekstrem yang memengaruhi kondisi pemain.

Namun, keputusan itu tidak luput dari kontroversi. Sejumlah pihak menilai alasan di balik kebijakan tersebut bukan semata demi kesehatan pemain, tetapi juga memiliki unsur komersial.

Kecurigaan itu muncul setelah beberapa stasiun televisi mulai menayangkan iklan selama jeda minum. FIFA sendiri telah memberikan izin kepada pemegang hak siar untuk memanfaatkan waktu tersebut sebagai slot komersial sejak Maret lalu.

Akibatnya, banyak penggemar menilai ritme pertandingan menjadi terganggu karena permainan harus berhenti di tengah momentum yang sedang berkembang.

2 dari 4 halaman

Jadi Kesempatan Pelatih Mengubah Taktik

Selain memunculkan perdebatan soal iklan, jeda minum juga ternyata memberi keuntungan taktis bagi tim.

Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, mengakui water break membantu timnya melakukan penyesuaian strategi saat menghadapi Curacao. Dalam pertandingan tersebut, Jerman sukses meraih kemenangan telak 7-1.

Nagelsmann menjelaskan bahwa Curacao tampil dengan formasi berlian (diamond midfield), sebuah pendekatan yang kini jarang digunakan dalam sepak bola modern.

"Curacao bermain dengan pola diamond dan kami mengubah cara menyerang sebelum jeda minum. Meski begitu, para pemain masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi karena sangat jarang menghadapi tim dengan formasi seperti itu saat ini," ujar Nagelsmann.

Ia bahkan mengakui bahwa jeda minum menjadi momen penting untuk memperkuat instruksi yang sebelumnya sudah disampaikan kepada pemain.

"Water break sangat membantu kami untuk mengingatkan kembali penyesuaian yang sudah dijelaskan di papan taktik," tambahnya.

3 dari 4 halaman

Perdebatan Diperkirakan Berlanjut

Kebijakan hydration break kini menjadi salah satu topik yang terus memicu diskusi sepanjang Piala Dunia 2026. Di satu sisi, FIFA menegaskan aturan tersebut bertujuan menjaga kesehatan dan keselamatan pemain.

Namun di sisi lain, sejumlah pemain, pelatih, hingga penonton mempertanyakan relevansinya pada pertandingan yang dimainkan dalam kondisi cuaca normal.

Komentar Van Dijk menunjukkan bahwa perdebatan soal keseimbangan antara kepentingan pemain, kualitas pertandingan, dan aspek komersial masih akan menjadi sorotan selama turnamen berlangsung.

LATEST UPDATE