Waduh, Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Perketat Aturan Perjalanan Terkait Ebola: Suporter Negara Mana Terdampak?
Afdholud Dzikry | 29 Mei 2026 09:38
Bola.net - Tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026 resmi menyelaraskan aturan kesehatan perjalanan pada Kamis waktu setempat. Kebijakan darurat ini menyasar wilayah Afrika yang dinilai berisiko tinggi terhadap penyebaran Ebola. Langkah tersebut diambil untuk menjaga keamanan warga lokal dan para pengunjung menjelang turnamen yang dimulai bulan depan.
Pengetatan akses masuk diterapkan demi menekan potensi penyebaran virus selama kompetisi berlangsung di Amerika Utara. Meski begitu, keputusan ini memicu perdebatan karena dianggap bertentangan dengan rekomendasi medis internasional.
Kebijakan bersama itu muncul setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan situasi Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai darurat kesehatan global pada 17 Mei lalu. Kondisi tersebut membuat pemerintah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bergerak cepat memperketat pengawasan perbatasan.
Di sisi lain, regulasi baru ini langsung menuai kritik dari berbagai pihak internasional. Perdebatan soal efektivitas dan dampaknya terhadap negara-negara Afrika pun ikut membayangi persiapan Piala Dunia 2026.
Kebijakan Mandiri Tanpa Rekomendasi Medis

Menteri Kesehatan Kanada, Marjorie Michel, mengakui bahwa keputusan penghentian perjalanan dari tiga negara Afrika tidak dibuat berdasarkan rekomendasi pejabat kesehatan publik. Menurutnya, langkah itu diambil murni demi perlindungan sebagai negara tuan rumah turnamen besar.
Aturan penangguhan perjalanan selama 90 hari mulai berlaku sejak Rabu. Pemerintah Kanada menilai kebijakan ini diperlukan untuk mengurangi risiko penyebaran Ebola selama jutaan orang datang ke Amerika Utara.
“Kami mengambil langkah pencegahan. Apakah ini sempurna? Tentu tidak. Namun kami mengambil tindakan dengan alat yang kami miliki karena kami tahu kami perlu melindungi populasi, dan kami perlu memberi kenyamanan bagi masyarakat, bahkan warga Kongo atau Kanada, bahwa kami melakukan semua yang kami bisa untuk menahan virus ini,” ujar Marjorie Michel.
“Rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia adalah tidak melanjutkan penutupan perbatasan, dan itu bukan rekomendasi dari kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Faktor Ketakutan Publik dan Sikap Bersama

Keputusan ini juga mencerminkan meningkatnya kekhawatiran publik sejak pandemi COVID-19. Michel menyebut masyarakat kini jauh lebih sensitif setiap kali muncul ancaman wabah baru.
Meski Kanada mengklaim kebijakan dibuat selaras dengan negara tetangga, komunikasi langsung baru dilakukan dengan pihak Meksiko. Namun ketiga negara tetap sepakat bahwa perlindungan kesehatan harus menjadi prioritas utama selama turnamen berlangsung.
“Saya tidak ingin menghindari fakta bahwa orang-orang setelah COVID, setiap kali Anda berbicara tentang virus atau sesuatu, orang-orang menjadi sangat takut,” kata Michel.
“Kesehatan dan keselamatan setiap orang di kawasan ini tetap menjadi prioritas tertinggi kami saat kami menyambut dunia di Amerika Utara,” tegasnya.
Penolakan Keras dari Africa CDC
Kebijakan pembatasan perjalanan ini langsung mendapat penolakan keras dari Africa CDC. Kepala lembaga tersebut, Dr. Jean Kaseya, mempertanyakan alasan beberapa negara Afrika ikut terdampak pembatasan meski tidak memiliki kasus Ebola.
Kritik itu disampaikan dalam konferensi pers di Kinshasa, ibu kota Republik Demokratik Kongo. Menurutnya, langkah negara-negara Barat justru merusak semangat solidaritas internasional dalam menghadapi wabah.
“Kita tidak boleh menghentikan wabah ini dengan pembatasan perjalanan yang mulai diterapkan negara-negara Barat terhadap negara-negara Afrika,” ujar Dr. Jean Kaseya.
“Bahkan memalukan melihat negara seperti Sudan Selatan dengan nol kasus, nol dugaan kasus, nol kematian, berada di bawah pembatasan perjalanan. Siapa yang bisa datang untuk menjelaskan kepada saya mengapa Sudan Selatan berada di bawah pembatasan perjalanan?” lanjutnya.
Pandangan Resmi dan Opsi Tiket FIFA
WHO sendiri mengambil posisi berbeda dari negara-negara tuan rumah. Organisasi itu menilai risiko Ebola memang tinggi di tingkat nasional dan regional, tetapi tetap tidak merekomendasikan penutupan perbatasan.
Di tengah polemik tersebut, FIFA mulai berkoordinasi dengan pemerintah tiga negara penyelenggara untuk memastikan turnamen berjalan aman. Organisasi sepak bola dunia itu juga menyiapkan opsi pengembalian atau pemindahan tiket bagi suporter yang terdampak aturan perjalanan.
“FIFA terus bekerja sama dengan tiga pemerintah negara tuan rumah, termasuk Departemen Luar Negeri AS, CDC dan Departemen Keamanan Dalam Negeri, Sekretariat Kesehatan Meksiko, dan Badan Kesehatan Masyarakat Kanada, serta dengan Organisasi Kesehatan Dunia, untuk memastikan turnamen yang aman dan terjamin, karena kesehatan semua individu yang terlibat tetap menjadi prioritas FIFA,” bunyi pernyataan resmi FIFA.
WHO kembali menegaskan bahwa pihaknya menyarankan agar tidak ada pembatasan perjalanan dan/atau perdagangan ke DRC atau Uganda.
Sebagai alternatif, WHO merekomendasikan “skrining lintas batas dan skrining di titik keluar, seperti bandara.”
Penerapan karantina 21 hari dan pembatasan perjalanan diperkirakan akan memengaruhi jumlah suporter asal Afrika yang hadir di stadion selama Piala Dunia 2026. Dengan waktu turnamen yang semakin dekat, dinamika kebijakan kesehatan ini kemungkinan masih akan terus berubah.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
UEFA Peringatkan Gianni Infantino soal Rencana Penjualan Aset Piala Dunia FIFA
Piala Dunia 3 Agustus 2026, 15:04
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Agustus 2026, 07:29
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 07:27
-
Rating Pemain Man Utd saat Hantam Ipswich 5-2: Bruno Fernandes Sempurna!
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 07:07
-
Rating Pemain Chelsea vs Brighton: Joao Pedro, Lavia, dan Rogers Terbaik
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 06:17
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Agustus 2026, 05:49
-
Man of the Match Cagliari vs Inter Milan: Hakan Calhanoglu
Liga Italia 31 Agustus 2026, 05:35
-
Hasil Cagliari vs Inter Milan: Calhanoglu Jadi Penentu
Liga Italia 31 Agustus 2026, 05:28
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Agustus 2026, 05:03
-
Catatan Menarik Chelsea vs Brighton: 74,4 Persen Penguasaan Bola Tak Cukup
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 04:06
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 03:42
-
Tempat Menonton Cagliari vs Inter Milan di Liga Italia, 31 Agustus 2026
Liga Italia 31 Agustus 2026, 01:10
-
Man of the Match Man United vs Ipswich Town: Bruno Fernandes
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 01:04
-
Man of the Match Real Madrid vs Malaga: Jude Bellingham
Liga Spanyol 31 Agustus 2026, 00:40
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





